PANDANGAN – Rangkuman Khotbah Pdt. Handoyo Santoso (5 November 2017)

Matius 6:22

  • Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
  • Maksud: cara dan arah memandang yang benar.
  • Contoh dari cara dan arah pandangnya salah: Hawa, Lot.
  • Pandangan gelap menjadikan hidup yang gelap.
  • Kalau sudah terlanjur seperti Hawa dan Lot ? Perbaiki dulu arah pandangan.

Bilangan 21:8-9

  • – Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. 
  • – Background: bangsa Israel fokus mau makan daging dan mulai hidup dalam kedagingan. Kebutuhan kita harusnya tidak fokus kepada kedagingan.
  • – Solusinya: bergantung kepada pandangan. Ular tembaga itu adalah gambaran Yesus yang disalib.
  • Kalau cara pandang salah, mikirnya juga salah.

1 Samuel 16:6-7

  • – Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 
  • – Samuel diberikan tugas yang besar, konsekuensi melakukan kesalahan akan sangat fatal.
  • – BERHASIL ATAU GAGAL BERGANTUNG KEPADA CARA KITA MEMANDANG SETIAP TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB.
  • – Cara pandang yang benar membuat hidup kita efisien.
  • – Kita gagal karena CARA MEMANDANG KITA BERBEDA DENGAN CARA ALLAH. Cara memandang Tuhan lebih akurat dan lebih detail, sehingga hasilNya Tuhan pasti baik dan benar.

Matius 6:25-27

  • – Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. BUKANKAH HIDUP ITU LEBIH PENTING dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, NAMUN DIBERI MAKAN OLEH BAPAMU YANG DI SORGA. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 
  • – Yesus mengajarkan cara memandang sebuah situasi.
  • – Cara Yesus memandang kebutuhan: jangan kuatir, dan Tuhan menguraikan urutan mana yang lebih penting. Tuhan mulai dari HIDUP. Hidup di sini Surga dan di Bumi.
  • – Yesus tidak mengajarkan kita untuk bermalas malasan.
  • – SUMBER PEMENUHAN KEBUTUHAN KITA ADALAH TUHAN… bukan karena kekuatan dan kemampuan kita.
  • – Orang dunia punya kebutuhan, kesempatan, persoalan yang sama, tapi cara memandang kita harus beda, yakni pakai cara pandang Tuhan.
  • – Cara pandang beda – menghasilkan pemikiran berbeda – menghasilkan langkah yang beda – menghasilkan hasil yang beda.

Matius 6:28-30

  • – Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 
  • – Kalau kita pakai cara pandang kita sebagai manusia: sehebat – hebatnya hasil kita tdk akan sebaik hasilnya kalau kita pakai cara pandang Tuhan.

Matius 6:31-33

  • – Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 
  • – Orang dunia mencari, tapi belum tentu menemukan. Anak Tuhan diberi, pasti dapat. Karena itu fokusnya cari Bapa (Tuhan).
  • – Kerajaan Allah: aspek Rohani. Utamakan ini dulu maka yang jasmani akan ditambahkan.

Matius 19:24-26

  • – Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, TETAPI BAGI ALLAH SEGALA SESUATU MUNGKIN.” 
  • – Background: Yesus menguji orang kaya, dan menguji cara pandang terhadap kekayaan.
  • – Tempatkan kerajaan Allah di tempat utama, kebutuhan yg lain ditaruh di kebutuhan berikutnya.
  • – BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL.

Yeremia 29:11

  • – Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DAN BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN, untuk memberikan kepadamu HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN. 
  • – Cara memandang masa depan.
  • – Tuhan mengetahui masa depan kita.
  • – Kalau kita punya damai, semuanya pasti baik.
  • – Jawaban atas hari depan kita ada di dalam Tuhan.

MATEMATIKA CINTA

Matematika Cinta - PenulisHidupku.Com - 1


Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Diary 26 Oktober 2017 – Baca Baca Diary Online

DIARY - PENULISHIDUPKU.COM - 1

Hari ini pekerjaan gua agak santai. Para mitra kerja sepakat tidak terlalu mengganggu gua hari ini supaya gua bisa fokus kepada beberapa proyek yang sedang gua tangani. Iseng – iseng hari ini gua membaca diary – diary gua di blog ini. Ternyata sudah setahun lebih tidak menuliskan diary.

Senyuman demi senyuman terlukis di wajah gua, dan gua sadar TUHAN SUNGGUH SANGAT BAIK. Melalui bacaan diary hari ini gua jadi diingatkan TUHANLAH SUNGGUH SANG PENULIS HIDUP GUA.


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 26 Oktober 2017

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter