Sebuah Sekolah Di Texas Amerika Mengharuskan Pelajarnya Memakai Chip

Implant Chip RFID Di Tangan - PenulisHidupku.Com - 1

Berita yang ini mungkin agak mecegangkan. Sebuah sekolah di Texas Amerika memaksa pelajarnya untuk memakai chip. Ini adalah suatu pemakasaan, dan saya pribadi merasa tidak setuju.

Pemaksaan kehendak adalah pelanggaran kepada hak manusia untuk menolak. Ini sama saja dengan memaksa umat Muslim memakan makanan yang haram. Sekali lagi saya belum bisa mengomentari apakah chip RFID itu sama dengan 666, atau apakah ada hubungannya dengan anti Kristus. Namun ada baiknya kita selalu hidup berjaga – jaga menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua dan mempersiapkan diri sungguh – sungguh sebagai mempelaiNya.


Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

PENGGUNAAN IMPLANT CHIP DI AMERIKA

Implant Chip - PenulisHidupku.Com - 1

Apakah implant chip adalah gerakan anti Kristus belum dapat saya komentari. Tetapi penggunaan chip di Amerika sudah terjadi atas dasar kemudahan, mencegah aksi terorisme, dan hal – hal lainnya.

Tetapi di beberapa tempat di Amerika sudah terjadi PEMAKSAAN DAN PENGHARUSAN untuk menggunakan chip. Menurut YouTube salah satunya di sebuah sekolah di Texas. Videonya bisa dilihat DI SINI.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Terima kasih kepada Youtube dan uploader atas videonya.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Kembali Belajar Untuk Mengucap Syukur, Mengandalkan Tuhan, dan Mengakui Tuhan

Meraih Tuhan - PenulisHidupku.Com - 1

Gua bersyukur karena Tuhan memakai beberapa orang untuk mengingatkan gua mengenai kebaikan – kebaikan Tuhan. Tepatnya semalam beberapa saudara seiman dari FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International) chapter Baywalk memberkati gua melalui kesaksian – kesaksian yang disampaikan. Berhubung tidak banyak orang yang hadir, setiap dari kita memiliki waktu kesaksian yang lebih banyak dari biasanya. Saat itu Roh Kudus mengingatkan gua untuk berbagi kepada saudara – saudara seiman gua yang terkasih mengenai kelemahan – kelemahan gua.

Berhubung kesaksian gua adalah yang terakhir, gua mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan terlebih dahulu kesaksian demi kesaksian dari teman – teman di sana. Satu persatu kesaksian dibagikan dan semuanya sangat memberkati gua. Gua diingatkan gua akan 3 kelemahan yang gua miliki, yakni:

  • Kurang mengucap syukur
  • Kurang mengandalkan Tuhan
  • Kurang mengakui Tuhan

Kesibukan dan terlalu fokus kepada masalah seputar kerjaan mungkin adalah alasan utama mengapa gua kurang dalam 3 area itu. Gua setiap hari tetap berdoa, tetapi isi doa gua dapat dipastikan hampir semuanya adalah doa permohonan, yakni intinya minta ini dan minta itu. Hal itu tidaklah salah, tetapi alangkah baiknya jika dalam hubungan gua dengan Tuhan, yang juga adalah hubungan 2 arah, ada hal – hal lain yang dapat dibicarakan di dalam doa. Walaupun dia adalah Bapa yang luar biasa, Dia pasti mau jika anakNya datang kepadaNya setiap hari untuk mengucap syukur. Karena di dalam ucapan syukur itu ada penghargaan dan kasih.

Sepulang dari pertemuan FGBMFI, sambil kehujanan di atas GOJEK, Tuhan mengingatkan gua akan FirmanNya:

MENGENAI MENGUCAP SYUKUR
1 Tesalonika 5:18 – “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. “

MENGENAI MENGANDALKAN TUHAN
Yeremia 17:7 – “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN !”

MENGENAI MENGAKUI TUHAN
Amsal 3:6 – “Akuilah Dia dalam segala lakumu , maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Roh Kudus membukakan kepada gua bahwa ketiga hal di atas (mengucap syukur, mengandalkan Tuhan, dan mengakui Tuhan) akan membuka terobosan – terobosan di dalam hidup gua. Entah itu pekerjaan, bisnis, hubungan keluarga, pelayanan, dan lain – lainnya.

KETAATAN ABRAHAM

Tuhan kembali mengingatkan gua untuk mengikuti teladan Abraham, bagaimana dia begitu taat kepada Tuhan dan melakukan 3 hal tersebut. Tuhan juga ingatkan bahwa di dalam hidup gua ada orang yang Tuhan pakai sebagai Melkisedek, seorang raja Salem tetapi juga seorang imam (sehingga Abraham memberkati dia dengan sepersepuluh hasil dia). Gua langsung mendoakan orang yang Tuhan maksud, dan memberkati dia.


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 2 Agustus 2016

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Menjaga Sebuah Keseimbangan

Keseimbangan Tubuh Jiwa dan Roh - Penulishidupku.com - 1Segala sesuatu yang terlalu banyak tidaklah baik” demikianlah kata – kata bijak yang diutarakan oleh adik gua, Christine Ayunda, beberapa waktu yang lalu. Terlalu banyak minum manis – manis bisa memperbesar resiko diabetes, terlalu banyak main video games bisa merusak mata, bahkan terlalu banyak pelayanan pun bisa mengganggu kesehatan kita. Seorang pastor ternama di Singapura juga pernah berkata “Kunci dari kehidupan adalah keseimbangan“. Selama kaki kita masih menginjak bumi kita harus menyadari bahwa Tuhan mendesign hidup kita sedemikian rupa sehingga diperlukan suatu keharmonisan dan keseimbangan.

Sebagaimana Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus saling harmonis dan seimbang, begitu pula kita harus menjaga tubuh, jiwa, dan roh kita secara seimbang. Inilah tanggung jawab kita kepada diri kita, orang – orang yang kita kasihi, dan juga yang terutama kepada Tuhan sang pencipta diri kita. Karenanya mulailah berpikirlah mengenai keseimbangan. “Hidup ini adalah sebuah maraton, bukannya sprint” begitu kata – kata almarhum bokap gua yang terkasih, ketika gua terlalu terobsesi mengejar keberhasilan.

Peta-kanlah hidup kita, dan isilah dengan keseimbangan. Ada waktunya berlari, tetapi ada waktunya kita juga berjalan, bahkan duduk berdiam diri. Ada saatnya kita menguatkan roh kita, tetapi juga pastikan juga jiwa kita merasa bahagia, dan tubuh kita tetap kuat. Jangan terlalu perdulikan kata – kata orang lain yang memaksa kita berkonsentrasi hanya kepada satu area dalam jangka waktu yang lama. Sekalipun itu untuk kegiatan yang rohani, ingatlah bahwa kita harus menjaga keseimbangan, dan Tuhan juga tidak mau kita menelantarkan aspek – aspek kehidupan kita lainnya.Kita semua adalah para mempelai Kristus. Kita harus menjaga keseimbangan hidup kita karena hidup kita ini adalah persembahan tertinggi dari kita kepadaNya.

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” – Tesalonika 5:23.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 1 Agustus 2016

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Ketika Kita Mencintai Dosa Lebih Daripada Tuhan

Bujukan Dosa - PenulisHidupku.Com - 1

Pernah judul artikel ini terjadi di dalam hidup gua, dimana gua dengan akal sehat sengaja mencintai dosa lebih daripada Tuhan, walaupun sudah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juru selamat dan sudah dibaptis. Gua percaya gua nggak sendirian, dan ada ribuan mungkin jutaan orang di luar sana juga pernah mengalami hal yang sama. Inilah fase yang dinamakan backslide atau bahasa Indonesianya menyimpang atau lari dari Tuhan. Dosa itu bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan saat gua memilih untuk mencintai dosa maka gua dengan akal sehat sengaja melawan Tuhan. Apakah itu salah ? Tentu saja.

Tetapi kenapa saat itu masih mencintai dosa saat gua tau itu salah. Mungkin jawaban yang jujur ada 2 yakni:

  • Dosa itu nikmat
  • Gua tahu Tuhan pasti akan ampuni gua kembali, jadi tidak apa – apa gua sengaja “cuti” dari jalan – jalanNya (menganggap murah pengampunan Tuhan).

Walau kita dengan sadar berdosa, bahkan mencintainya, pertempuran 2 suara di dalam diri selalu terjadi ketika kita memutuskan untuk berbuat dosa. Entah gimana kita dengan akal sehat tahu bahwa kita melakukan dosa, dan bahwa itu adalah salah. Seperti kita tahu racun itu berbahaya namun sengaja meneguknya karena racun tersebut terasa manis.

Yang gua mau sharing adalah efek dosa itu tidak terlihat dari luar, tetapi di dalam diri kita terasa seakan ada yang menggerogoti. Dosa akan terus mendorong kita melakukan dosa lagi, terus menerus beranak cucu, sehingga kita berjalan dari dosa kepada dosa. Bahayanya ada dosa yang membawa kutuk sehingga kehidupan kita akan semakin lama semakin parah. Mungkin secara materi, dan secara fisik kita tetap baik – baik saja bahkan mungkin juga semakin diberkati. Tetapi yang mau gua katakan adalah secara kejiwaan dan roh, kita sangat – sangat menderita. Ada perasaan tidak tenang, ada perasaan lelah, jenuh, dan kita merasa sesak terperangkap.

Saat jenuh, gua mengobati diri gua dengan dosa sehingga semakin dalam lagi gua terjerumus. Dan hampir mustahil gua bisa keluar dari keadaan seperti itu dengan kekuatan sendiri. Dosa itu seperti oli pekat yang menyiram kita lalu tidak ada satu pun yang bisa membersihkannya entah itu sabun, air, atau apa pun juga. Semakin kita berdosa semakin pekat dan semakin menjijikan diri kita. Lalu kita memakai topeng seakan – akan semuanya baik – baik saja dan menyembunyikan hal itu dari keluarga, teman – teman, bahkan gereja.

Lalu pertanyaannya bagaimana kita bisa keluar ? Bagi gua pribadi, yang membuat gua bisa keluar adalah TUHAN. Inisiatif dan kebaikanNya lah yang MENARIK GUA. Gimana cara Tuhan menarik ? Jawabannya adalah melalui MASALAH. Ada masalah yang begitu besar sehingga gua serasa tidak lagi berdaya, dan saat itulah Tuhan mengirimkan orang – orang pilihanNya untuk menjangkau gua. Masalah begitu pedih, dan berat sehingga memaksa gua untuk menurunkan ego untuk dibantu orang lain. Saat itulah gua diingatkan untuk kembali melibatkan Tuhan di dalam hidup gua.

Seringkali kita harus jatuh ke lubang kelam yang begitu dalam hingga kita tidak berdaya dan terpaksa berteriak dengan sekuat tenaga untuk minta tolong. Tuhan juga dengan kasihNya dan keadilanNya yang tidak bisa dilampaui dengan logika kita juga mendidik kita bahwa ada harga yang perlu kita bayar ketika kita menganggap murah pengampunan Tuhan. Tuhan bekerja dengan lembut namun tegas. Jika dengan bujukan dan teguran halus kita tetap tidak berubah, maka kita akan ditegur dengan keras. Dan kalau masih juga tidak berubah kita akan dihajar bukan karena Dia tukang pukul dan tukang hajar, tetapi karena Dia harus memaksa menarik kita keluar dari sana.

Ketika hidup ini tidak lagi dapat kita mengerti (no longer make sense), berhenti melangkahlah sejenak, dan cek kompas kehidupan kita yang adalah Firman Tuhan. Apakah kita masih berjalan ke arah yang benar ? Atau mungkin kita sudah menyimpang begitu jauh. Itulah sebabnya kita butuh komunitas rohani yang sehat untuk saling mengingatkan, dan yang lebih penting lagi adalah kita harus berani jujur kepada diri kita sendiri ketika kita bertanya kepada pribadi di depan cermin itu “APAKAH KAMU BENAR – BENAR BAIK SAJA ?”.

Tidak ada kata terlambat bagi Tuhan. Dan jika masih tersisa rasa sayang terhadap diri kita sendiri, marilah berkata kepada Dia: “Tuhan tolong aku”. Dan percayalah Dia pasti mendengarkan kita. Lalu relakanlah diri kita untuk diselamatkan olehNya dengan caraNya. Walaupun mungkin rasanya menyakitkan tetapi percayalah bahwa kita pasti sembuh. Bagiamana gua tau itu ? Karena gua pernah mengalaminya. Gua pernah mencintai Dosa daripada Tuhan, tetapi Tuhan membalas pemberontakan gua dengan CINTANYA.


Segala hormat dan kemuliaan kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 31 July 2016

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter