ASAL DAN HASIL IMAN – oleh Pdt. Handoyo Santoso

Rangkuman khotbah pdt. Handoyo Santoso di GKT (Gereja Kemah Tabernakel) tanggal 3 Desember 2017

SUMBER DARI IMAN

Roma 10:17

  • Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
  • Iman dari perkataan Kristus.
  • Kristus sudah ada sebelum dunia ada. Dari perjanjian lama sudah ada perkataan Kristus. Tetapi banyak disampaikan melalui perantaraan para nabi.

Yohanes 1:14

  • Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
  • Makna Natal: era baru pembangunan iman kita, dimana Tuhan telah hadir di tengah tengah kita.
  • Zaman kita ini harusnya kita lebih mudah untuk beriman.

APA YANG DIHASILKAN OLEH IMAN

Ibrani 11:4

  • Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
  • 1. Ibadah yang sempurna dihasilkan oleh iman. Ibadah yang benar bukan hasil dibuat oleh manusia.
  • Iman itu hasil dari Firman Tuhan. Ibadah yang terbaik adalah mendengar perkataan Kristus dan melakukannya.
  • Kalau ibadah kita benar maka kita diperhitungkan sebagai orang yang dibenarkan. Ibadah yang benar berkenan (menyukakan) hati Tuhan.
  • 2. Karena iman tidak ada istilah kematian (punya hidup kekal).

Ibrani 11:5

  • Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.
  • Henokh hidup benar dengan Tuhan.
  • 3. Karena iman kita dibenarkan dan hidup berkenan.

Ibrani 11:6

  • Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
  • 4. Karena iman kita menerima upah.


UPAH IMAN

Mazmur 44:4

  • (44-4) Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka.
  • Upah iman: berkat Kanaan.
  • Bukan artinya kita tdk perlu berperang, tetapi kita berperang dengan iman kepada Kristus.

Ibrani 11:11-12

  • Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
    Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya
    .
  • 5. Karena iman kita dimampukan.
  • Mati pucuk: sudah tidak ada harapan, diperhitungkan seperti orang yang sudah mati.

Ibrani 11:17-19

  • Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai (diuji), mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
  • Lebih tepatnya itu kata diuji.
  • Cepat diuji, cepat lulus naik tingkat. 6. Karena iman kita bisa lulus menghadapi ujian dan cobaan.
  • Cara berpikir yang benar dilandasi oleh perkataan Tuhan.

MELIHAT DENGAN DETAIL SEGALA SESUATU YANG ADA DI DALAM YESUS – Oleh Pdt. Handoyo Santoso

Rangkuman khotbah pdt. Handoyo Santoso di GKT (Gereja Kemah Tabernakel) Pluit Village Tangal 19 November 2017.

1 Yohanes 3:20

  • sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
  • Dalam NIV lebih jelas, whenever our heart condemns us (hati kita menuduh diri kita sendiri).
  • Jangan cepat – cepat percaya pada isi hati kita. Banyak kita tidak mengerti isi hati kita. Tuhan lebih besar dan lebih dapat dipercaya daripada isi hati kita.
  • Ketika kita merasa tertuduh jangan cepat cepat percaya. Ketika hati kita merasa benar juga jangan cepat – cepat merasa bangga.
  • Tuhanlah yang maha tahu.
  • Kita yang nggak kenal siapa Tuhan yang sebenarnya.

Ibrani 1:3

  • Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
  • Ayat ini adalah pengenalan akan pribadi Yesus yang semakin detail.
  • Allah adalah roh, agar kita bisa mengenal Tuhan lebih sempurna maka Tuhan Yesus harus datang ke dalam dunia.
  • Misi Yesus: Dia maha tahu. Dia tahu kebutuhan kita. Kebutuhan kita yang utama adalah ditebus. Sesudah ditebus Dia menopang kita (NIV: sustaining all things by His powerful words). Dia menopang segala sesuatu (tempat kita berbaring 100%).
  • Inilah tujuan kita beribadah, yakni agar kita mengenal FirmanNya. Firman Tuhan ini yang akan menopang kita. 
  • Tuhan Yesus lahir untuk semua orang karena setiap orang butuh topangan.
  • Itu sebabnya kehadiran Yesus merubah hidup kita.
  • Tanpa Yesus segala sesuatu di hidup kita bisa stress.

Kolose 1:15-17

  • Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
    karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
    Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
  • Yesus adalah Allah sendiri. Yesus lebih utama dari segala sesuatu yang ada.
  • Manusia adalah masterpiece, tapi Yesus lebih utama dan lebih besar. Yesus diatas segalanya.
  • Di dalam Dia (Yesus) diciptakan segala sesuatu. Kejadian 1:1 sudah ada Yesus.
  • Yesus menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan juga yang ada di surga.
  • Isi surga salah satunya adalah malaikat. Itu juga ciptaan Tuhan Yesus.
  • Tuhan menciptakan isi bumi ini. Kalau kita butuh bantuan dalam usaha kita, kita bisa cari Yesus. Dan Dia tahu apa yang kita butuhkan. Baik yang kelihatan maupun tidak kelihat
  • Contoh yang tidak kelihatan: kedamaian, keamanan, sukacita.

Filipi 4:19

  • Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
  • Tuhan maha tahu, dan di dalam Dia diciptakan segala sesuatu, itu sebabnya Allahku akan memenuhi segala keperluanmu.
  • Seberapa cepat Tuhan menolong ? Seketika itu juga.
  • Standard kekayaan Tuhan: yang terbaik dan saat itu juga.
  • Kalau mau kenal kekeayaan Bapa di Surga: kenal Tuhan Yesus Kristus.
  • Semua jawaban kebutuhan kita ada di Firman.

Matius 4:23-25

  • Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
    Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
    Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.
  • Pelayanan Yesus mulai dari Galelia (salah satu daerah paling rendah di dunia, 300 m di bawah permukaan laut) sampai ke Yerusalem (salah satu tempat paling tinggi di dunia, 800 m di atas permukaan laut).
  • Apa bedanya penyakit dan kelemahan ? Kelemahan itu lebih luas. Contoh kelemahan: lumpuh (disabilitas), tuli, suami yang tdk berfungsi dalam keluarga, dsb. Contoh penyakit: epilepsi.
  • Yesus menyembuhkan segala sesuatu. Tanpa Yesus kita semua buruk keadaan kita.
  • Itu sebabnya make up, dan parfum laku karena digunakan u tuk menutupi kekurangan kita.

Filipi 3:20-21

  • Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
    yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
  • Ketika kita menerima dan ditrbus oleh Yesus, kita menjadi warga negara Surga. Tuhan menopang kita warga negara Surga. Tuhan Yesus mampu menaklukan segala sesuatu.

PANDANGAN – Rangkuman Khotbah Pdt. Handoyo Santoso (5 November 2017)

Matius 6:22

  • Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
  • Maksud: cara dan arah memandang yang benar.
  • Contoh dari cara dan arah pandangnya salah: Hawa, Lot.
  • Pandangan gelap menjadikan hidup yang gelap.
  • Kalau sudah terlanjur seperti Hawa dan Lot ? Perbaiki dulu arah pandangan.

Bilangan 21:8-9

  • – Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. 
  • – Background: bangsa Israel fokus mau makan daging dan mulai hidup dalam kedagingan. Kebutuhan kita harusnya tidak fokus kepada kedagingan.
  • – Solusinya: bergantung kepada pandangan. Ular tembaga itu adalah gambaran Yesus yang disalib.
  • Kalau cara pandang salah, mikirnya juga salah.

1 Samuel 16:6-7

  • – Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 
  • – Samuel diberikan tugas yang besar, konsekuensi melakukan kesalahan akan sangat fatal.
  • – BERHASIL ATAU GAGAL BERGANTUNG KEPADA CARA KITA MEMANDANG SETIAP TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB.
  • – Cara pandang yang benar membuat hidup kita efisien.
  • – Kita gagal karena CARA MEMANDANG KITA BERBEDA DENGAN CARA ALLAH. Cara memandang Tuhan lebih akurat dan lebih detail, sehingga hasilNya Tuhan pasti baik dan benar.

Matius 6:25-27

  • – Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. BUKANKAH HIDUP ITU LEBIH PENTING dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, NAMUN DIBERI MAKAN OLEH BAPAMU YANG DI SORGA. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 
  • – Yesus mengajarkan cara memandang sebuah situasi.
  • – Cara Yesus memandang kebutuhan: jangan kuatir, dan Tuhan menguraikan urutan mana yang lebih penting. Tuhan mulai dari HIDUP. Hidup di sini Surga dan di Bumi.
  • – Yesus tidak mengajarkan kita untuk bermalas malasan.
  • – SUMBER PEMENUHAN KEBUTUHAN KITA ADALAH TUHAN… bukan karena kekuatan dan kemampuan kita.
  • – Orang dunia punya kebutuhan, kesempatan, persoalan yang sama, tapi cara memandang kita harus beda, yakni pakai cara pandang Tuhan.
  • – Cara pandang beda – menghasilkan pemikiran berbeda – menghasilkan langkah yang beda – menghasilkan hasil yang beda.

Matius 6:28-30

  • – Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 
  • – Kalau kita pakai cara pandang kita sebagai manusia: sehebat – hebatnya hasil kita tdk akan sebaik hasilnya kalau kita pakai cara pandang Tuhan.

Matius 6:31-33

  • – Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 
  • – Orang dunia mencari, tapi belum tentu menemukan. Anak Tuhan diberi, pasti dapat. Karena itu fokusnya cari Bapa (Tuhan).
  • – Kerajaan Allah: aspek Rohani. Utamakan ini dulu maka yang jasmani akan ditambahkan.

Matius 19:24-26

  • – Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, TETAPI BAGI ALLAH SEGALA SESUATU MUNGKIN.” 
  • – Background: Yesus menguji orang kaya, dan menguji cara pandang terhadap kekayaan.
  • – Tempatkan kerajaan Allah di tempat utama, kebutuhan yg lain ditaruh di kebutuhan berikutnya.
  • – BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL.

Yeremia 29:11

  • – Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DAN BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN, untuk memberikan kepadamu HARI DEPAN YANG PENUH HARAPAN. 
  • – Cara memandang masa depan.
  • – Tuhan mengetahui masa depan kita.
  • – Kalau kita punya damai, semuanya pasti baik.
  • – Jawaban atas hari depan kita ada di dalam Tuhan.

TERUS BELAJAR DAN BERLATIH

Sepak Bola - PenulisHidupku.Com - 1

Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” Tit 3:14.

Sebuah lukisan berasal sebuah kanvas kosong yang nantinya akan terus berisi dengan coretan – coretan sehingga menghasilkan karya seni yang indah. Seperti itu pula kita manusia yang pada akhirnya akan terbentuk sesuai dengan “coretan – coretan” apa yang menghiasi kanvas hidup kita. Yang jelas hidup butuh proses belajar yang tidak ada habisnya. Jika kita berhenti belajar maka kita pun berhenti bertumbuh. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ketika kita berhenti belajar maka kehidupan pun berhenti sampai disitu. Tidak peduli orang sepintar apapun, ia tidak akan bertambah baik apabila berhenti untuk belajar. Selalu ada hal – hal baru untuk kita pelajari, berbagai karya – karya inovatif terus berkembang lewat orang – orang yang selalu mau belajar. Tuhan memberikan kita kemampuan berpikir, Tuhan memberikan otak untuk diisi terus dengan hal – hal yang baik, otak yang kapasitasnya begitu luar biasa yang mampu menampung jauh di atas komputer yang kita gunakan sehari – sehari dan alangkah sayangnya jika semua itu tidak pernah atau jarang dipakai. Yang pasti, hidup adalah sebuah proses dimana belajar merupakan hal mutlak yang hrs terus kita kembangkan selama kita masih berkesempatan untuk berjalan di dalamnya.

Beribadah pun memerlukan proses. Kita tidak bisa berharap Tuhan langsung menyetel roh kita untuk menjadi roh yang taat dlm sekejap mata. Allah sanggup melakukan itu, tapi itu tidak mendidik. Melalui serangkaian peristiwa, kejadian dan sebagainya, baik yang indah maupun lewat penderitaan dan kesulitan, Tuhan siap memberi pelajaran bagi kita untuk lebih dekat lagi kepadaNya. “Latihlah dirimu beribadah.”(1 Tim 4:7b). Jika sebuah latihan badani alias olahraga saja penting untuk menjaga kebugaran kita, dan itupun lewat sebuah proses, apalagi sebuah ibadah yang akan berguna jauh lbh byk. “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Tim 4:8).

Jadi Badani /Jasmani dan Rohani hrs sama sering di latih biar tidak sakit dan menurun kondisinya. Perlu pemeliharaan yang berkesinambungan. TERUSLAH BELAJAR DALAM SEGALA HAL.


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bro Mex Hien yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter