KASIH DAN KERINDUAN

Tuhan Yesus dan Domba Yang Hilang - PenulisHidupku.Com - 1

“Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” – Yoh 6:65

Kasih dan kerinduan seharusnya menjadi dasar kita mencari Tuhan, bukan karena yang lain. Milikilah motivasi yang benar saat datang kepada Tuhan!

Miliki kerinduan seperti Daud: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” – (Maz 42:2-3).

Biasanya 3 hal yang seringkali menjadi alasan kebanyakan orang datang kepada Yesus: masalah, berkat dan mujizat. Di masa-masa sukar sekarang ini, di mana banyak orang terhimpit masalah ekonomi, mereka berduyun – duyun mencari Tuhan: rajin mengikuti persekutuan di mana – mana, bahkan semangat ikut pelayanan. Itu bagus! Tapi yang disesalkan acapkali semangat dan kerajinan tersebut tidak bertahan lama, alias musiman. Setelah semua masalah beres, semangat dan kerajinan itu berangsur – angsur surut dan doanya pun tidak lagi menggebu. Apalagi kalau hidupnya sudah keberkatan, urusan rohani tidak lagi prioritas. Mereka hanya berminat mendengar khotbah – khotbah yang bertemakan berkat saja. Tuhan ingin para pengikutNya punya kesetiaan dan kesungguhan mengiring Dia di segala keadaan. Tuhan Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” – (Mat 16:24). Siapakah kita?

Akhir – akhir ini banyak orang Kristen yang mundur dan akhirnya menjadi murtad karena mereka merasa bahwa hidup di luar Tuhan lebih menjanjikan daripada harus berjerih lelah mengikut Yesus. Mereka maunya yang enak – enak saja dan tidak mau membayar harga! Banyak hal yang membuat mereka meninggalkan Tuhan yaitu tergiur dengan apa yang dunia tawarkan: jodoh, harta kekayaan, jabatan dan sebagainya. Mengikut Tuhan berarti mengasihi Dia dan taat melakukan kehendakNya; mengikut Tuhan berarti siap meninggalkan kehidupan lama dengan segala konsekuensinya; mengikut Yesus juga berarti berkomitmen: sekali Yesus tetap yesus seumur hidup kita!

“Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” – Yoh 6:66


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih bro Mex Hien yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

KETAHANAN

Pemenang Lomba Lari Maraton - PenulisHidupku.Com - 1

“Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” – Yes 40:31

Seorang pelari jarak jauh yang sedang berlomba tidak hanya membutuhkan kekuatan untuk bisa menyelesaikan lombanya. Tetapi dia juga membutuhkan ketahanan agar bisa bertahan hingga garis akhir.

Ketika kita menanti – nantikan Tuhan, kita akan sanggup bertahan di dalam pergumulan berat yang kita alami dalam waktu yang panjang. Kita tidak akan menjadi lelah maupun lesu dalam pergumulan tersebut. Ketahanan yang luar biasa diberikan bagi kita yang senantiasa datang berserah kepadaNya.

Byk orang yang tidak tahan atas pencobaan yang mereka hadapi. Mereka mengeluh terhadap Tuhan oleh karena telah bertahun – tahun, belasan tahun, bahkan puluhan tahun, mereka alami pencobaan tersebut. Dan tidak sedikit juga yang pada akhirnya menyerah sebelum mereka meraih kemenangan.

Penantian kepada Tuhan membawa ketahanan bagi kita dalam menghadapi pencobaan. Tidak peduli berapa lama kita menjalani pergumulan, tetapi bersama Yesus maka kita akan sanggup bertahan di dalam pencobaan tersebut. Dan pada akhirnya Dia akan memberikan kemenangan bagi kita.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” – 2 Tim 4:7


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih bro Mex Hien yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

SETIA DI DALAM RUTINITAS

Awan Di Langit Yang Biru - PenulisHidupku.Com - 1

Kita semua tahu kisah Nabi Musa yang membelah laut saat bangsa Israel di kejar bangsa Mesir, lalu kisah bagaimana Tuhan melakukan banyak mujizat melalui nabi Musa.

Namun itu hanyalah beberapa hari saja perkara-perkara besar terjadi, lebih banyak hari-hari biasa yang menemani Musa dalam menjalani hari-hari nya mengantar bangsa nya ke tanah perjanjian. Bosan. Tidak ada sesuatu yang luar biasa terjadi.

Minion Bosan - PenulisHidupku.Com - 1

Sama seperti yang kita alami setiap hari. Kita bosan dengan apa yang kita kerjakan. Kita pikir sudah melakukan yang terbaik, bekerja sebaik mungkin namun kita tidak mendapatkan promosi, bisnis menurun, sakit tidak sembuh-sembuh dan banyak lagi kekecewaan yang kita alami.

Tapi kita perlu belajar dari Raja Daud. Daud diurapi menjadi raja saat dia masih remaja. Namun setelah diurapi, tidak serta merta dia langsung jadi Raja.

Lalu apa yang dilakukan oleh Daud? hanya menjalani hidup sehari-hari nya sebagai penggembala domba. Tidak ada yang memperhatikan dia. Siapa yang tahu keberadaannya? TIDAK SATU ORANG PUN !, kecuali keluarganya. Mungkin saja kakak-kakaknya yang perwira kerajaan menertawakan Daud di belakang. Ini kah orang yang diurapi Tuhan sebagai Raja? Iya, hanya sebagai Raja bagi domba di hutan!

Daud Bersama Domba dan Singa - PenulisHidupku.Com - 1

Bisa saja lalu Daud protes pada Tuhan. Mengapa Tuhan? mengapa aku ada disini? Bukankah Engkau sudah mengurapi ku sebagai raja? lalu kenapa aku hanya berada disini? hanya menggembalakan domba? Lihat, orang-orang pasti bergosip di belakang dan bahkan menertawakan aku.

Tapi Daud tidak protes, dia menjalani hidupnya dengan baik, bekerja dengan rajin. Selama hari-hari yang rutin dan membosankan, Daud mendapat talenta yaitu mahir menggunakan katapel hingga sanggup mengalahkan binatang-binatang buas di hutan.

Itu lah yang Tuhan rencanakan dalam hidupnya. Hari-hari rutin nya menjadi persiapan untuk Daud naik satu level ke atas.

Saat ia harus menghadapi Goliat, sang raksasa yang ditakuti semua orang Israel, Daud mengalahkan nya hanya dengan ketapel. Bukan dengan pedang. Bukan dengan tombak. Bukan dengan senapan. Hanya ketapel!

Daud Melawan Goliath - PenulisHidupku.Com - 1

Kita pun di dunia ini menghadapi goliat kita masing-masing. Entah itu Penyakit. Pasangan yang meninggalkan kita. Kena PHK. Bisnis menurun dan lain sebagainya.

Seperti Daud, kita harus setia dalam rutinitas kita. Bekerja sebaik mungkin. Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Jika Tuhan menutup pintu, Dia pasti sudah menyiapkan pintu baru buat kita. Masa depan yang lebih baik dari sebelumnya. Pasangan yang lebih baik dari sebelumnya. Bisnis baru yang bisa membawa lebih banyak kesuksesan di masa depan.

Apakah kita setia dalam menjalani rutinitas kita? ataukah kita hanya marah, kecewa, protes pada Tuhan dan tidak mau lakukan apa-apa?

Kita perlu juga belajar dari Rut. Ia menjadi janda muda saat suaminya meninggal setelah beberapa tahun menikah. Namun Rut tidak berdiam diri dan menyesali nasib. Rut malah mengikuti Naomi, mertuanya daripada balik ke kampung halamannya.

Rut dan Naomi - PenulisHidupku.Com - 1

Rut juga tidak bermalas-malasan dan melewati hari-hari rutin yang membosankan. Tetapi Dia mencari pekerjaan di ladang dengan sangat rajin hingga suatu hari diperhatikan oleh Boas, si pemilik ladang yang kaya raya.

Boas jatuh cinta dan akhirnya menikahi Rut. Sama seperti Rut, kita harus setia dan lakukan rutinitas sehari-hari kita tanpa mengeluh dan Tuhan akan mengirimkan Boas buat kita.

Bisa saja itu kucuran dana segar yang menyelamatkan bisnis kita. Bisa saja itu Bos lama menelepon dan menawarkan jabatan baru di perusahaan lainnya. Bisa saja itu donor hati/ginjal yang kita perlukan pada saat melakukan operasi.

Saudara, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, pada saat yang tepat. Kita tidak bisa mengatur Tuhan. Semua yang terjadi pasti lah untuk kebaikan kita sendiri

Jadi setia lah dalam rutinitas sehari-hari dan lakukan yang terbaik dalam menjalani nya. Tuhan akan memberikan rewards yang mungkin tidak pernah kita bayangkan! Karena Tuhan itu baik! Kasih setia Nya kekal untuk selama-lamanya! Amin.

Tuhan Yesus memberkati


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bro Amos Budiman yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

DIA YANG MENGATUR

Lomba Lari - PenulisHidupku.Com - 1

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya (Mazmur 37:23).

Saat masih kanak-kanak, kita suka mendengar aba-aba sebelum pertandingan lari dimulai: “Bersedia … Siap …Yak!” Namun pernahkah ketika Anda sedang berlari dengan kecepatan penuh, tiba-tiba terdengar aba-aba: “Bersedia … Siap … Stop”?

Howard Westlund, seorang pendeta yang sibuk di wilayah Chicago, menceritakan sebuah pengalaman yang mirip seperti itu. Dalam sebuah surat kepada jemaatnya ia menulis, “Suatu kali saya telah siap mengikuti acara yang padat sepanjang malam bersama kelompok pemuda kami. Lalu, seolah-olah ada aba-aba diteriakkan: ‘Bersedia … Siap … Stop!'”

Howard dilarikan ke rumah sakit karena mengalami infeksi parah di kakinya. Saat itu ia teringat sebuah parafrase dari Mazmur 37:23, “TUHAN mengatur kapan kita mesti bekerja atau berhenti.” Pendeta yang sibuk itu dihentikan secara tiba-tiba oleh Tuhan.

Lalu Howard menulis, “Saya tidak siap untuk berhenti. Bagaimana Anda siap menghadapi sesuatu yang tidak siap Anda hadapi? Selama 25 tahun saya belum pernah berhenti melayani karena sakit! Ketika Allah meminta kita berhenti, kita bisa mengomel, mengeluh, dan beralasan bahwa kita sedang sangat dibutuhkan dalam posisi ‘lari.’ Atau sebaliknya, kita bisa menunggu dengan keyakinan bahwa Dia akan mengerjakan semuanya dengan baik.”

Akhirnya Howard memilih pilihan yang kedua dan belajar bahwa terus berserah diri kepada Allah adalah satu-satunya cara untuk bersiap menghadapi hal-hal yang tidak siap kita hadapi. Sudahkah Anda belajar dari pelajaran yang sangat penting ini?.

*ALLAH SERING* *MENGGUNAKAN* *HAMBATAN HIDUP*
*UNTUK MEMBUAT KITA* *TERUS MAJU*


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada teman – teman yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter