Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 4 (Terakhir)

Disco

(tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya di link ini)

Tak lama kemudian setelah mendengarkan lagu I’m Yours dari Jason Mraz, satu tangan Mee Yon merangkul gua… sementara satu tangan lainnya memasuki kemeja dan diletakkan di atas dada gua. Akhirnya malam itu di atas ranjang, kita pun saling berpelukan…

Mee Yon memberikan sebuah kecupan lembut di leher gua (bukan love bite), dan gua membalasnya dengan memberikan kecupan lembut juga di dahinya. Mata kita berdua kemudian saling memandang satu sama lain selama beberapa detik, kemudian kita berdua tertawa kecil seakan – akan di dalam pikiran kita serentak berkata “Naah… we are just friends” :). Gua kemudian mengelus rambut dan pipi Mee Yon menggunakan “magic hand” gua, suatu teknik yang sering gua pakai untuk membuat mantan pacar gua tertidur dengan lelapnya :). Dan seperti yang gua kira… begitu pula dengan Mee Yon… dalam waktu yang singkat dia tertidur. Mungkin karena sudah kecapekan… dia tidur sambil mendengkur. Sambil tertawa geli dalam hati gua berkata “Duh… masak cewek cakep dan seksi begini tidurnya NGOROK hehehe” :).

Setelah itu gua lepas kemeja dan celana panjang gua… buat apa hayo ?

Ya untuk ganti baju lah… gua menggantinya dengan kaos dan celana pendek. Itulah seragam tidur gua pada malam itu. Gua sebenarnya lebih senang tidur  kagak pakai  apa – apa selain celana dalam saja. Cuma karena ada Mee Yon… gua takut besoknya pas bagun. tidur.. dia malah kaget dan pingsan gara – gara lihat gua cuma pakai kolor :).

Pemilik HidupMalam itu gua berdoa singkat kepada Tuhan, sang penulis hidup gua. Sungguh gua bersyukur atas kesetiaanNya yang tak pernah kunjung padam… gua yakin bersama denganNya tidak ada satu hal pun yang mustahil untuk dilakukan. Saat itu jam weker gua menunjukan pukul 6 pagi, dan gua tidur di samping Mee Yon sambil memeluk erat bantal guling warna biru (yang oleh mantan pacar gua sering dia sebut “koko’s blue wife”)… ohh I love this guling… walaupun sudah penuh iler-an gua… hehehe.

Tak lama gua pun tidur dengan terlelapnya… sampai pukul 1 siang. Kebetulan hari itu gua memang cuti. Maksud hati memang awalnya hari itu gua mau ke dokter gigi… tapi  siang itu dapat gua rasakan rasa malas menjalar di seluruh tubuh gua, juga gua ini kan fobia dengan yang namanya dokter gigi, dan selain itu juga emang sih masih rada sedikit hangover gara – gara minuman semalam. Gua melihat wajah Mee Yon tertidur dengan nyenyak… gua menatapnya selama beberapa menit benar – benar konsentrasi sampai hembusan nafasnya bisa gua dengar (by the way… saat itu ngoroknya sudah berhenti hehehe). Gua iseng – iseng pencet – pencet hidung dia… eh masih gak bangun juga. Kalau dicium… ah… no way …. dia bukan pacar gua. Kalau dicubit… malah gua digampar kali nantinya hehehe. Akhirnya gua pakai lagi my “magic hand” untuk mengelus pipinya.

Tertidur

Dan secara perlahan dia membuka matanya… dengan mata yang sedikit kubil… Mee Yon tersenyum manis. Dan gua berbisik di telinganya “Good morning”. Dia  kemudian bertanya “what time is it ?” Dan gua bilang ke dia “it is 1.30 pm”. Sambil sedikit menggeliat dia berkata “I had very good sleep… and I dream about you”. “what is it about ?” sambil gua penasaran bertanya. “It is a secret” katanya dengan nada enteng. Kemudian Mee Yon pun bangun dari ranjang dan sambil melakukan sedikit stretching badan… tiba – tiba “PREEETT” dia menghebuskan hawa surga di depan gua tanpa merasa berdosa. Setelah itu dia hanya bisa sedikit tertawa cengingisan sambil berkata “sorry sorry”. Emang sih bikin gua sedikit ill feel tapi lucu juga… dalam hati gua bilang “untung bukan pacar gua” hahaha.

Kemudian gua dan Mee Yon mandi… of course lah secara terpisah. Dan setelah selesai mandi, dia mengorek – ngorek lemari kecil tempat gua menyimpan ransum makanan. Dia buka satu toples kue – kue kering yang dibawain nyokap gua dan sambil nyemil dia membuka Internet di komputer gua. Website pertama yang dia lihat adalah blog gua ini (penulishidupku.com), dan dia mulai tanya mengenai tulisan – tulisan gua. Gua menjelaskan beberapa artikel yang gua tulis. Dan kemudian gua tunjukkan video behind the scene natal NDFI. Dan juga satu video dari life house.

Setelah Mee Yon melihat video itu dia menyeka air matanya. Gua bertanya dengan pelan kepadanya “Do you know what this video is all about ?” Dan dia berkata “Yes… it is about Jesus’ love”. Puji Tuhan… dengan sebuah cara yang sederhana, Mee Yon bisa merasakan bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang baik. Setelah itu gua mengajak nya untuk makan siang.

Di luar apartment, gua tanya kepada Mee Yon “what do you like to eat now ?”. Dan dia menjawab “Chinese Steamboat”. “Good choice” demikian jawab gua dan kita berdua segera meluncur ke China town. Di dalam perjalanan Soon Yi menelepon Mee Yon dan dia juga mau ikutan makan siang bareng. Wah bakalan seru nih ngobrol – ngobrol bertiga dengan Soon Yi dan Mee Yon sambil menikmati makanan steam boat kesukaan gua.

Mee Yon

Mee Yon

Di restoran gua dan Mee Yon ngobrol – ngobrol sebentar sambil menunggu sup steam boat memanas. Kita berbicara dengan seru akan banyak hal. Memang berbicara dengan seorang sahabat itu beda sekali. … kita bisa blak – blakan tanpa merasa takut dihakimi atau dicap jelek…. bener – bener gak usah pusingin masalah reputasi. Sayangnya kali ini Mee Yon hanya akan stay di Singapura selama 10 hari. Setelah pekerjaan audit-nya beres maka dia akan kembali lagi ke Beijing. Dia bilang ke gua untuk membantunya mencari pekerjaan di Singapura karena dia ingin sekali bekerja di sini. Kalau Mee Yon bekerja dan tinggal di Singapura… dalam hati gua berkata “hmmm.. maybe… I will consider asking her to become my  GF“.

Tak lama kemudian Soon Yi tiba di restoran dan dia juga masih mengenakan pakaian yang semalam. Mee Yon dan gua bertanya dengan nada menggoda “Tell us… what happened last night after we left”. Soon Yi dengan setengah malu – malu berkata “Well… I went to his (Dong Sun) place and slept there.” Mee Yon kemudian dengan tidak sabar bertanya “then what ?” Soon Yi sambil tertawa berkata “well…he TUNG-TUNG -TUNG me“. Kita bertiga serempak tertawa menggelegar. Kemudian giliran Soon Yi berkata “How about you two ? Did you do anything sexy last night ?” Mee Yon cuma menggeleng – geleng kepala sambil menggigit sumpit. Dan gua bilang ke Soon Yi “but I enjoyed listening how she snoored like a pig”… Soon Yi tertawa terbahak – bahak, sementara Mee Yon mencubit pinggir ketiak gua dengan wajahnya yang sedikit memerah. Kita bertiga pun melanjutkan oborolan dan canda tawa sambil menikmati hidangan steam boat yang pedas…hmmm… nikmatnya.

SteamBoat

Soon Yi - PenulisHidupku.Com - 1

Soon Yi

“I have another piece of good news” demikian kata Soon Yi ketika gua sedang mencoba memecahkan cangkong kepiting. “What is it ?” kata Mee Yon. “Chickubba (Dong Sun) asked me to quit my job in Korea. He said he has friends in the food and beverage industry who can offer me sales job in Singapore. He begged me to move in to his house and stay with him”… “Wow… Soon Yi I am so happy for you… you are so blessed” demikian pengakuan gua :).  Jujur gua bener – bener seneng sekali Soon Yi bisa ada peluang untuk settle down :). Kemudian kita bertiga pun cheers (not beer… cuma Sprite hehehe).

Soon Yi kemudian menyerahkan kepada gua secarik kertas putih. Katanya “This is for you from Euna.  She gave it to me last night”. Ternyata isinya adalah nomor telepon Euna di Korea dan alamat emailnya. Paling tidak nanti kita bisa saling contact melalui yahoo messenger demikian pikir gua.

Kita bertiga benar – benar menikmati kebersamaan. Bahkan setelah selesai makan pun kita masih saja duduk dan ngobrol di sana selama kurang lebih 2 jam. Terlalu banyak yang ingin kita bicarakan. Namun akhirnya kita harus berpisah juga. Soon Yi yang pertama kali pamitan, karena dia harus bertemu dengan beberapa rekan kerja dari kantor cabang perusahaannya di Singapura pada sore harinya, jadi dia harus bergegas pulang dan mandi.

Best FriendGua kemudian menemani Mee Yon kembali ke hotelnya. Di dalam perjalanan pulang dia berkali – kali bilang bahwa gua adalah sahabat terbaiknya di Singapura. Perasaan gua terhadap Mee Yon juga harus gua akui mulai berubah. Persahabatan kita sepertinya semakin bertambah erat, dan juga sekarang gua ketahui dia memiliki suatu kehampaan rohani… semakin membuat gua termotifasi untuk menghabiskan waktu bersama dengannya selama dia di Singapura. Sambil bercanda Mee Yon berkata kepada gua “you are so lucky… now you have Euna back and my sexy friend in Korea wants to meet you next month… that is all because of me… you must treat me another round of drink”. Gua menjawab “yup… it is all because of you. But  do you know what… the best part is… having you back. To be with you and can talk about everything under the sun is so special for me.” Mee Yon hanya sedikit tersenyum.

“Will you call Brandon ?” demikian tanya gua kepada Mee Yon. “Maybe… just to say hi” jawabnya pelan. Memang sudah lebih dari setengah tahun Mee Yon putus dengan Brandon yang juga merupakan mantan teman dugem gua di sini. Sesampainya kita di hotel, gua pun mengantarkan dia sampai di lobbi. Sambil tersenyum Mee Yon berkata “I really had wonderful night… thank you so much Handy”. Gua juga bilang kepadanya “The pleasure is mine… I am so happy to meet you again”. Kemudian Mee Yon memeluk gua dan memberikan kecupan di pipi gua. Sambil dia berjalan menuju lift hotel, dia berkata “please call me… ok ?” Dan gua hanya bisa mengangguk. Seorang anak kecil yang melihat gua dan Mee Yon bertanya kepada mamanya “mommy… are they in love ?” dan mamanya menjawab sambil tersenyum “yes… she loves him”.

Sambil berjalan pulang gua hanya bisa bersyukur kepada Tuhan untuk pengalaman yang luar biasa yang boleh gua alami selama 24 jam terakhir. Sungguh banyak kejutan yang terjadi dan gua menjadi semakin kagum dengan kebesaran Tuhan. Thank you my Lord !

How great is our God

Catatan penulis:

Puji Tuhan akhirnya tulisan ini selesai juga pada hari ini (22 Feb 2012). Setelah pertemuan gua dengan Mee Yon, Soon Yi, Dong Sun, dan Euna pada tanggal 9 Februari 2012,  hingga sekarang sempat terjadi beberapa peristiwa berikut:

Sebelum kembali ke Beijing, Mee Yon menginap dua kali lagi di kamar gua.  Namun tidak terjadi hal – hal yang berbau seksual di antara kita. Gua juga gak sengaja bertemu dengan Brandon (mantan pacar Mee Yon) di bawah apartment gua pada saat hari Valentine… tetapi kita tidak sempat bicara banyak hal. Sampai hari ini (saat tulisan ini dibuat) Mee Yon tetap menjadi seorang sahabat baik bagi gua.

Karena urusan kerjaan kantornya belum selesai, masa tugas Soon Yi diperpanjang lagi selama seminggu. Pada tanggal 20 Feb 2012, jam 1 pagi Soon Yi menelepon gua. Dia mau datang ke rumah gua untuk minum – minum bareng. Katanya dia sudah mempersiapkan semua minuman yang dibutuhkan, semuanya seharga kurang lebih 1,000 dollar Singapura. Namun karena pertimbangan gua akan Dong Sun, gua kasih alasan besoknya gua harus kerja. Malam itu Soon Yi tidak jadi nginap di rumah gua.

Sampai hari ini (tulisan ini dibuat) gua masih belum ketemu lagi dengan Dong Sun untuk mencoba minuman Popunsa-nya. Gua ada rencana bakal ketemu dengannya bareng Soon Yi sebelum dia kembali ke Seoul.

Sementara antara gua dan Euna… kita chatting hampir setiap hari melalui Yahoo Messenger 🙂

(TAMAT)


Tulisan sebelumnya:

Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 1
Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 2
Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 3


Thanks to Mee Yon (TMSaaRa) for the wonderful evening.
Terima kasih kepada lifehouse dan YouTube untuk video klipnya.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra dari pengalaman pribadi yang terjadi pada tanggal 9 Februari 2012.
Beberapa nama sengaja disamarkan untuk melindungi privasi.
Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus, yang kita kasihi dan taati.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

7 thoughts on “Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 4 (Terakhir)

  1. Pingback: Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 3 | Penulis Hidupku

  2. kekudusan itu tdk blh setengah setengah..jangan mencobai diri sendiri.aku pernah baca firman kira2 isinya mengenai mata adalah pelita tubuh , jika matamu baik , maka baik juga semua tubuhmu… bagaimana kita bs hidup kudus sepenuhnya jika mata kita masih melihat hal hal yg tdk baik. kita harus memaksakan diri kita /daging kita untuk hidup dlm kekudusan .km hrs mencari standar kekudusan yg benar , jangan blur
    rekomen aku baca deh buku ps philip mantofa, dan elizabeth brokshaw yg judulnya pelepasan ,,maaf bukan bermaksud menghakimi yah.utk kebaikanmu

  3. Hi bro or sis,

    1. Terima kasih atas komentarnya. Sarannya saya terima dengan baik :-). Saya akui saya pun masih belum sempurna kekudusannya. Tetapi ada bagian – bagian kekudusan yang lain yang sudah saya kerjakan dengan baik… saya percaya Tuhan senang dengan apa yang sudah benar yang saya lakukan dan juga ingin saya memperbaiki hal yang masih kurang :-).

    2. Bicara soal kekudusan, saya percaya sampai hari ini belum ada orang yang sempurna dalam hal ini… termasuk hamba – hamba Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa sekalipun. Lalu dibilang kekudusan tidak boleh setengah – setengah… pertanyaan selanjutnya adalah setengah dari apa ? Apakah selain dari Tuhan saudara pernah bertemu dengan orang yang sempurna kekudusannya seperti Dia ? Semua orang hebat di Alkitab… Abraham, Musa, Daud, Yakub, dsb adalah orang – orang yang mengalami proses untuk mencapai standardnya Dia. PROSES memakan waktu, kesabaran, kesetiaan, dan ketaatan. Bagi saya secara pribadi yang penting saya bergerak maju menuju Dia… termasuk di dalam area kekudusan.

    3. Kekudusan bukan hanya soal masalah godaan mata loh… itu berbicara mengenai keseluruhan aspek hidup… bahkan di dalam pikiran dan isi hati kita yang terdalam. Mungkin saudara tidak memiliki kelemahan sama seperti saya, tapi mungkin saudara sendiri masih berjuang soal kekudusan di bidang lainnya hehehe :-).

    4. Tuhan menilai sesuatu dengan menilik sampai kedalaman hati kita. Dia gak tertarik dengan perbuatan yang sekedar dari luar kelihatan baik… melainkan melihat motivasi di dalam hati kita. Misalnya membunuh… dosa atau bukan tergantung konteksnya apa… seperti di perjanjian lama Tuhan menyuruh bangsa Israel menghabisi beberapa bangsa. Selain Tuhan siapakah yang bisa menyelami hati manusia ?

    5. Blog ini saya tulis untuk menuliskan apa adanya… jatuh bangun… suka duka… karena penekanannya adalah perjalanan hidup. Bagi saya, kita tidak perlu menunggu sampai jadii orang sempurna (kudus 100%) untuk menyaksikan kebaikan Tuhan. Terima kasih atas masukan yang berharga. Saya pasti akan meningkatkan kekudusan saya dan mengikuti saran yang diberikan.

    Silahkan kunjungi blog ini lebih sering ya. Tuhan Yesus memberkati ! 🙂

  4. sorry yah bro kalo menyinggung <sy sendiri juga dulu bergumul dengan masalah kekudusan itu .tp setelah sy baca blog bro Handy sy rasa bro handy org yg diberkati Tuhan dengan kepandaian dll .dan sy merasa bro Handy bs dipakai Tuhan.. Seandainya hidup kita sebagai org Kristen sama dengan orang dunia, lalu di mana terang yg seharusnya beda dari kegelapan.sy tdk tahu apa krn bro Handy tinggal di luar shg kebiasaan spt minum dan pergi dugem itu ok2 saja .memang Tuhan Yesus juga bergaul dengan pemungut cukai dan org 2 berdosa juga. tetapi dia tidak hidup dengan cara hidup mereka. ada juga firman pergaulan yg buruk merusak kebiasaan yang baik.kita blh be3rgaul dgn siapa sj. tp maksud sy itu bro hdp kita hrs benar2 beda dr standar dunia
    maksud saya kita tidak boleh entertaint diri kita dengan dosa, menganggap sepele, misalnya dulu sy jg pernah pergi dugem tapi kemudian saya pikir apa tujuan saya pergi dugem, kalo cuma untuk bersosialisasi bs dgn pergi ke cafe dll, sdgkan di tempat2 dugem itu banyak pemandangan yg tdk senonoh , yg mencobai diri kita sdr kan , Tuhan jg pernah bilg dr pikiran kita mengingini seorg wanita dlm hati sj sudah berzinah…nah pikiran itu bs masuk dari mana tentu dr mata krn kita melihat dan itu masuk di dlm pikiran kita..ketika sy tahu dan dijelaskan ttg firman itu makanya sy menolak untuk melihat film 2 bioskop , atau apapun yg ada gambar2 spt itu , dan hal itu berdampak bg pertumbuhan rohani sy

    kalau mengenai nabi 2 yg di alkitab atau pahlawan2 iman sy selalu melihat perjanjian lalu itu beda dengan perjanjian lama misalnya dulu blh punya istri byk , tetapi setelah Tuhan Yesus datang dia dgn tegas memberi batas2 standar mengenai hdp kekristenan , dan yg relevan ad standar Tuhan Yesus yg skrg.

    benar bro Tuhan mengenal hati kita , sesuai jg firman dr mana kita mengenal seseorg itu dr buah 2 yg dihasilkannya.
    thx u bro krn sdh menerima komen sy,sorry klo ada yg menyinggung bro Handy . semoga tdk jd kepahitan hehe

  5. Hi bro or sis (duh… manggilnya yang mana yah ? :-))

    1. Sorry baru bales sekarang… 2 hari ini blog mati karena servernya hang… padahal saya kepengen banget bales reply saudara :-).

    2. Puji syukur kepada Tuhan. Saya sungguh merasakan Tuhan Yesus memakai saudara untuk memberkati hidup saya. Dan semoga dari percakapan kita di blog ini, pembaca lain juga bisa diberkati :-).

    3. Saudara jangan merasa sungkan. Bagi saya dikoreksi itu sudah biasa. Seandainya saudara bisa kenal saya secara pribadi, saudara akan mengenal bahwa saya suka dikoreksi dan saya suka mengoreksi. saya suka belajar dan juga mengajar. Bahkan saya bertemu dengan pembimbing rohani saya 2 minggu sekali (paling sedikit) hanya untuk dikoreksi dengan sharing dengan dia apa yang saya alami selama 2 minggu… jelek dan bagus saya sharing… termasuk juga dosa – dosa dan kesalahan hehehe. Dan kita selalu bicara cukup panjang… dan ujung – ujungnya adalah memuliakan Dia. Jadi please… jangan merasa gak enak untuk menegur saya. Karena saudara seiman kita saling mempertajam. Belum ada di antara kita yang sempurna tetapi kita mau menuju kepada kesempurnaan.

    4. Background saya memang saya suka dugem dan minum – minum. Itu tidak mudah untuk lepas 100% dan saya akui saya sangat menikmati aktivitas tersebut. Walau saya belum 100% lepas, namun saya bisa saksikan bahwa saya sudah semakin jarang melakukannya… bisa deh dibaca diary – diary saya :-). Ini dia yang ingin saya tekankan melalui pengalaman hidup saya bahwa perubahan terkadang bukanlah instan. Puji Tuhan kalau ada orang lain yang bisa berubah dalam waktu semalam. Tetapi buat saya yang sudah tahunan memiliki kebiasaan ini… tidak bisa berubah dalam waktu singkat. Tetapi justru itu saya melihat tuntunan Tuhan yang begitu pribadi. Kalau orang lain maupun pendeta disuruh ngocehin firman Tuhan ke saya salah ini itu… mungkin gak mempan. Tuhan secara pribadi banyak mengoreksi… justru itulah yang membawa dampak. Bagaimana Tuhan mengoreksi ? Sebagian besar melalui firman Tuhan dan perenungannya. Ketika saya merenung… ada suara yang begitu lembut… yang membuat saya nyaman dan memutuskan untuk berubah. Jadi ada KEMAUAN dari saya. Tetapi apakah saya gak bisa menjamin besok gak berdosa di tempat yang sama. Saya sering berdoa “Tuhan aku gak bisa jamin besok gak berdosa… tetapi saat ini Tuhan aku bersyukur bahwa aku bisa hidup benar di area ini. Semua adalah kasih karuniaMu dan bukan kuat diriku. Terima kasih atas tuntunanMu. Besok tuntun aku lagi ya Tuhan”

    5. Bagi saya minum alkohol tidak salah, asal motivasi dan tujuannya benar. Ini dia yang saya suka diskusikan karena banyak orang cenderung melihat segala sesuatu dari perbuatan itu sendiri. Saudara tepat mengatakan bahwa ada perbedaan antara perjanjian lama dan perjanjian baru. Coba deh saudara perhatikan apa bedanya ? Secara singkat perjanjian baru memperdalam hukum2 di perjanjian lama. Di perjanjian baru Tuhan Yesus banyak berbicara mengenai ISI HATI (motivasi dan tujuan dari perbuatan). Mau contohnya ?

    – Menyembuhkan di hari Sabat. Ini melanggar sepuluh perintah Allah. Tapi Tuhan Yesus menekankan bahwa perbuatan tersebut adalah kasih, karena membebaskan seseorang dari penderitaannya.

    – Hal berzinah… bukan berarti tidak pernah main dengan pelacur tidak berdosa. Tuhan Yesus bilang ketika kita mulai mengingini seseorang di pikiran… kita dah dosa.

    – Hal membunuh… gak harus nunggu sampai seseorang mati di tangan kita…saat kita membenci… kita sama dengan membunuh.

    – Hal memberi… bukan besarnya pemberian… tetapi motivasi pemberian (pengorbanan) dan bagaimana cara memberi (tangan kanan tidak lihat tangan kiri).

    – Hal berpuasa… bukan apa yang orang lain lihat… tetapi Tuhan yang melihat (isi hati kita).

    – Hal berdoa… bukan untuk pamer dilihat orang betapa sucinya kita… tetapi di dalam tempat tersembunyi Tuhan melihat (isi hati kita).

    6. Sehubungan dengan perluasan perjanjian baru tersebut… saya ingin katakan bahwa Tuhan kita tidak bisa dibatasi dan tidak tertarik dengan perbuatan kita di luar (yg kelihatan). Dia melihat isi hati dan pikiran kita. Dan kita semua telanjang di hadapanNya, hakim kita yang agung. Jadi misalkan seorang pendeta tidak pernah berzinah (secara perbuatan)… tetapi di dalam dia berpikiran bokep melulu hehehe (yang gak ketahuan oleh orang – orang lain… bahkan istrinya sendiri), di mata Tuhan dia salah. Sementara seseorang yang makan semeja dengan pelacur, dan minum – minum dengan mereka…. TETAPI motivasinya adalah penjangkauan murni 100% dan dia melakukannya karena Tuhan yang berbicara khusus, maka Tuhan berkenan dengan apa yang dia lakukan.

    7. Satu bahan renungan bagi saudara… Tuhan Yesus banyak menghabiskan waktu dengan para pendosa di jamanNya. Dia makan sehidangan dan bergaul dengan mereka. Di mata orang – orang Farisi… Tuhan Yesus terlihat tidak rohani. Tuhan Yesus menekankan bahwa dengan segala macam aturan dan hukum2 yang mereka tahu (tidak boleh ini, tidak boleh itu)… para farisi kehilangan suatu yang sangat besar… yakni PENGENALAN SECARA PRIBADI akan Tuhan. Yesus mengatakan “mereka (Farisi) tidak mengenal Bapa, jika mereka mengenalNya pastilah mereka menerima Aku”. Bukankah hal yang sama terjadi hari – hari ini ? Kita menilai orang dari perbuatannya dan bukan dari isi hatinya ?

    8. Saya sendiri melayani kaum yang terhilang selama 6 bulan menjangkau anak – anak di klub malam. Inilah background saya :-). Next time saya sharing ya :-). Penekanan yang saya berikan adalah… Tuhan Yesus mau mengenal kita semua secara pribadi. Dia adalah Allah yang adil dan benar, tetapi juga penuh kasih. Keseimbangan di antara kedua inilah yang membuat kita semakin kagum denganNya.

    9. Itu sebabnya saya tidak berbicara banyak mengenai masalah teknis (tidak bisa minum ini / tidak bisa makan itu / tidak bisa pergi kemari / tidak bisa mengatakan itu, dsb). Tetapi lebih ke arah fundamental “SEBERAPA JAUH KITA MENGENAL TUHAN SECARA PRIBADI”. Dan dalam pengenalan ini kita dirubahkan. Hari ini saya tidak bisa lepas dari dugem sepenuhnya… dengan segenap kejujuran di hati dan keremukan hati saya berdoa Tuhan saya gak sanggup melepaskan ini semua dalam sehari. Dan di sana saya melihat perubahan terjadi. Sekarang semakin jarang saya butuh itu. Dan saya percaya suatu saat saya akan terlepas 100%.

    10. Saya ada cerita begini. Ini kisah nyata dan ini mengajarkan saya untuk tidak bisa membatasi Tuhan. Seorang Kristen tidur dengan seorang wanita klub. Mereka melakukan seks bebas. Setelah selesai main, wanitanya bertanya “kamu Kristen ?” (mungkin karena melihat kalung salib). Dan pria itu mengatakan “iya”. Setelah itu wanita tsb minta didoakan. Gak lama kemudian dia mulai mendalami Alkitab dan jadi sangat berapi2 bahkan lebih maju dari sang pria. Kemudian mereka menikah dan sampai hari ini sungguh – sungguh melayani Tuhan dengan menjangkau orang – orang yang terjerumus kehidupan malam. Apakah kita bisa berkata TUHAN TIDAK MUNGKIN BEKERJA SAAT WANITA INI BERZINAH DENGAN PRIA TERSEBUT ? Saat itu… melebihi batas pengetahuan agamawi kita… Tuhan memakai momen tersebut untuk membawa wanita tersebut kepadaNya. Saya tidak mengatakan perbuatan dosa tersebut benar… tetapi saya cuma mau tekankan BAHKAN DOSA… TIDAK BISA MEMBATASI TUHAN.

    11. Jadi jangan kuatir… kalau kita mengenal Tuhan secara pribadi… PERUBAHAN PASTI TERJADI. Banyak orang perubahan tersebut singkat… bisa kudus dan berkenan 100% di hadapan Tuhan. Tetapi saya dan jutaan orang lainnya di bumi ini membutuhkan waktu yang lama. Tetapi selama Yesus bersama dengan kita… semua akan baik – baik saja.

    12. Apakah saya membuat orang tersandung ? Di dalam kamus saya tidak ada kata “tersandung”. Kalau seseorang tersandung itu semata menunjukkan bahwa hubungan orang tersebut dengan Tuhan belum mantap. Bagi orang – orang yang belum mengenal Tuhan… kalau pun mereka baca tulisan saya. Paling tidak mereka bisa bilang “eh… ada orang Kristen yang bejadnya kayak gua hehehe” (dan puji Tuhan banyak yang diberkati dengan cara ini hehehe). Dan kalau pun mereka diselamatkan… itu semua kerja Roh Kudus. Karena saya percaya Tuhan berkarya dan memegang kendali 100% sepenuhnya.

    13. Terima kasih atas komentarnya. Saya sangat senang sekali karena bisa berkomunikasi dengan cara ini. Ayo bro/sis… kita maju sama – sama. Terus kita dalami FirmanNya dan melakukanNya. Dan bantu saya dalam doa… karena saya bukan orang yang kuat 🙂

    Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus 🙂

  6. 12. Apakah saya membuat orang tersandung ? Di dalam kamus saya tidak ada kata “tersandung”. Kalau seseorang tersandung itu semata menunjukkan bahwa hubungan orang tersebut dengan Tuhan belum mantap.

    Saya suka bagian di atas, dan saya suka sharingnya. Somehow, saya jadi takut kalo kelak anak saya minta kuliah di Sg, hehe (jk).. Tapi saya percaya tidak ada yang terjadi tanpa Tuhan campur tangan.. GBU 🙂

    • Hi bro/sis. Thanks buat komentarnya dan saya setuju kalau bersama Tuhan segala sesuatu itu mungkin. Banyak anak – anak jadi rusak di Singapura, atau rusak di negara lain (Amrik, Aussie, Eropa, dll) kemudian dijeblosin di Singapura biar lebih gampang dimonitor. Tetapi banyak juga anak – anak yang justru malah mengenal Tuhan dan semakin sungguh – sungguh cinta Tuhan di Singapura juga :).

      Di tempat di mana anak – anak tidak bisa bertemu dengan orang tua setiap hari, teman – temannya memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan kepribadian. Kalau mereka dikelilingi dengan teman – teman yang baik, maka mereka juga akan menjadi baik. Dan kalau dikelilingi teman – teman yang berkelakuan buruk, yah cepat lambat akan memberikan dampak negatif juga kepada mereka.

      Sekali lagi seperti yang saudara bilang. Semua itu bergantung kepada Tuhan. Sebagai orang tua mungkin saudara terus bisa mendoakan anak – anak dan mendidik mereka di dalam kasih, agar jangan sampe jatuh ke lubang yang pernah saya masuki :). Tuhan Yesus memberkati !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *