Garam Dunia – Bagian 2: Peran Garam Dunia

Di tulisan sebelumnya, kita sudah membahas bahwa garam dunia adalah para pengikut Kristus yakni mereka yang beriman kepada Tuhan Yesus, melakukan FirmanNya, dan mengasihiNya. Sekarang kita akan lanjutkan dengan bagian kedua, yakni peran kita sebagai garam dunia.

Sebelum kita masuk ke dalam peran kita sebagai garam dunia, sebagai suatu perbandingan mari kita simak peran garam dalam kehidupan kita sebagai manusia.

A. PERAN GARAM DALAM HIDUP MANUSIA

Garam sendiri sudah digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu dan memiliki banyak kegunaan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. SEBAGAI PENGAWET MAKANAN

Jaman dahulu belum ada yang namanya kulkas. Makanan seperti daging dan ikan diawetkan dengan cara diasinkan menggunakan garam untuk meningkatkan umur simpan.

Proses pengasinan dilakukan dengan menaburi atau mencelup daging / ikan ke dalam air garam, untuk mengeringkan mikroba melalui osmosis, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri – bakteri penyebab busuk (biasanya Clostridium Botulinum) dan dengan demikian, mencegah pembusukan makanan.

Selain memberikan sebuah perisai dari mikroba, garam juga melindungi makanan dari ragi dan jamur. Telah diamati bahwa daging yang diawetkan dengan garam bertahan lebih lama daripada yang segar.

2. PEMBERI RASA MAKANAN

Garam itu rasanya asin. Makanan yang kurang asin artinya kurang garam. Lidah kita mampu mendeteksi lima macam rasa, yakni: pahit, manis, asam, umami, dan asin. Itulah sebabnya kita dengan cepat kita bisa tahu apakah di dalam sebuah makanan banyak dibumbui garam atau tidak. Tanpa garam makanan menjadi hambar dan kurang lezat.

3. MANFAAT BAGI KESEHATAN

Kandungan mineral dalam garam berguna sekali bagi metabolisme tubuh manusia. Garam berguna sebagai antiseptik (pembunuh kuman). Itu sebabnya garam bisa ditaburi di atas luka untuk mencegah infeksi.

Garam berguna sebagai obat. Orang Singapura suka minum coca cola dicampur dengan garam untuk menghilangkan panas dalam. Garam bisa menetralisir racun. Di perjanjian lama, nabi Elisa menyehatkan sebuah mata air dengan melemparkan garam ke dalamnya.

4. PUPUK

Ada garam yang khusus untuk digunakan sebagai pupuk. Mineral adalah makanan tumbuhan dan kandungan klorin dari garam sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman.

5. IBADAH / RITUAL KEBUDAYAAN

Di perjanjian lama, korban bakaran atau sajian ditaburi dengan garam sebelum dipersembahkan kepada Tuhan. Di agama Islam, nabi Muhammad pernah berkata “Garam adalah raja dari semua makanan. Tuhan mengirim 4 anugerah dari langit, yakni api, air, besi, dan garam”.

Di ajaran Katolik lama, garam digunakan untuk pembabtisan atau juga dalam acara pengusiran roh jahat (exorcism). Agama Hindu meyakini garam sebagai barang yang kudus, dan digunakan dalam berbagai macam acara seperti pernikahan dan pemberkatan rumah baru.

Orang Yahudi mencelupkan roti Sabat mereka ke dalam garam sebagai symbol pemeliharaan perjanjian antara mereka dengan Tuhan. Agama Shinto menggunakan garam untuk pemberkatan tempat dan orang. Olahraga sumo juga dimulai dengan menaburkan garam.

6. UNTUK KESELAMATAN / PERLINDUNGAN

Di negara empat musim, garam digunakan untuk mencairkan es di jalan pada saat musim dingin. Hal ini dimungkinkan karena garam dapat menurunkan titik beku air. Saat camping di hutan, garam ditaburi di sekitar tenda untuk mencegah ular untuk datang merayap.

7. SEBAGAI KOMODITAS BERHARGA

Karena banyak manfaatnya, garam dijadikan komoditas perdagangan. Bahkan tentara Romawi juga menerima upahnya dalam bentuk garam.


Garam Memiliki Peranan Yang Penting Di Dalam Hidup Manusia


 

B. PERAN KITA SEBAGAI GARAM DUNIA

Sama seperti kegunaan garam dalam kehidupan manusia yang kita uraikan di atas, kita (pelaku Firman Tuhan) juga berguna bagi dunia ini sebagai:

1. PENGAWET

Kita diberi tugas untuk menjaga, melestarikan, dan meneruskan ajaran Tuhan Yesus di generasi ini dan kepada generasi selanjutnya. Inilah pelayanan kita sebagai pelaku Firman Tuhan di dalam lingkup keluarga dan gerejaNya.

2. PEMBERI RASA

Dunia tanpa seni (art) dan multi media akan terasa sangat hambar. Seni adalah ekspresi jiwa yang dituangkan ke dalam sebuah obyek. Hasil dari seni kita sebut sebagai karya seni (art work). Tuhan kita menyukai seni. Sebagai para pelaku Firman kita juga seharusnya menjadi saluran Tuhan mengenai keindahan dan kreatifitas di bidang kesenian. Dengan kata lain standard keindahan dan kreatifitas harusnya berasal dari orang – orang yang mengasihi Tuhan Yesus dan melakukan ajaranNya.

Multimedia adalah kumpulan sarana komunikasi yang berguna untuk membentuk sebuah opini umum. Sama seperti garam membuat persepsi kita mengenai sebuah nasi goreng menjadi lezat, Tuhan juga mau memakai kita dan multimedia untuk pekerjaanNya yang mulia dan besar.

3. MEMPERLANCAR SISTEM DAN MEMBERIKAN PERLINDUNGAN

Para pelaku Firman juga mau Tuhan pakai di sistem pemerintahan untuk mengkoreksi / men-detox praktek – praktek ketidak adilan, mencegah perselisihan, memberikan perlindungan, dan menjaga perdamaian.

4. PUPUK

Ada istilah anak muda adalah tunas bangsa, dan pupuknya adalah pendidikan. Sebagai
pelaku Firman kita juga harus membantu di bidang pendidikan. Melalui pendidikan yang dilandasi oleh semangat hidup takut akan Tuhan maka kita secara tidak langsung mulai mentransformasi sebuah masyarakat, bangsa, dan dunia.

5. KOMODITAS BERHARGA

Tuhan juga mau para pelaku Firman berperan aktif membangun perekonomian dunia melalui bisnis dan membawa dunia ini ke dalam kemakmuran yang merata. Banyak sekali prinsip – prinsip bisnis yang bisa kita belajar dan terapkan dari Firman Tuhan.

 

KESIMPULAN

Tuhan memanggil kita untuk menjadi garam di setiap pilar kebudayaan dan aspek kehidupan manusia:

  • Keluarga
  • Agama
  • Seni
  • Multimedia
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  •  Bisnis

Kita bisa menjadi pelaku Firman di Area of Influence kita masing – masing (di tempat – tempat atau posisi di mana kita memiliki pengaruh dan sudah Tuhan percayakan kepada kita).


Ditulis oleh: Handy Tirta Saputra – Agustus 2011
Tidak ada hak cipta – silahkan dikopi dan disebarluaskan
Hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

2 thoughts on “Garam Dunia – Bagian 2: Peran Garam Dunia

  1. Pingback: Garam Dunia – Bagian 3: Karakteristik Garam Dan Garam Dunia | Penulis Hidupku

  2. Pingback: Garam Dunia – Bagian 4: Ketika Garam Dunia Tidak Lagi Menjadi Asin | Penulis Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *