Diary 12 April 2012 – Anger Management (Mengendalikan Amarah)

Angry Birds - PenulisHidupku.Com - 1Kemarin (tanggal 12 April 2012) adalah hari yang cukup sibuk buatku. Sepanjang hari aku bersama dengan tim menghadapi para customer yang complain mengenai service dan produk yang kami jual. Banyak dari masalah tersebut adalah di luar kendali timku, namun kami berusaha sebisa mungkin untuk membantu customer dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Sore harinya setelah selesai kerja, serasa seluruh tubuhku begitu letih dan setelah dinner di luar, aku pun pulang ke rumah. Sesampai di rumah aku cek terlebih dahulu akun facebook dan sambil upload fotonya saudara gerejaku, Lukas beserta anaknya. Setelah selesai upload, tiba – tiba aku mendengar pintu kamarku digedor – gedor. Bergegas langsung aku keluar dan ternyata yang menggedor adalah pengurus flat-ku yakni ci Mina, yang juga adalah orang Indonesia.

Aku bertanya kepada dia ada apa. Namun dia menjawabku dengan nada marah dan mempersalahkanku soal kompor yang terbakar hari Minggu kemarin itu. Bersama dengan ci Mina adalah mr.Chopra yang memiliki flat tersebut. Aku jelaskan kepada ci Mina bahwa mr. Chopra sendiri sudah menginspeksi dan menyimpulkan bahwa kompor tersebut terbakar karena kompor dan ventilasi penyedot asap itu kotor dipenuhi minyak yang sudah menebal kental seperti oli hitam menetes ke kompor ketika aku merebus air dan membuat api menjalar.

Komporku Meledak - PenulisHidupku.Com - 1

Foto kompor setelah terbakar - Minggu, 8 April 2012

Ci Mina terus menuduhku bahwa aku merebus air sampai airnya habis makanya kebakaran dan berkata ada saksi matanya. Di dapur sendiri semuanya sudah dibersihkan termasuk ventilasi udara sehingga aku tidak bisa membuktikan adanya lapisan minyak yang tebal. Kompor yang terbakar dengan komponen dalam yang dipenuhi lapisan minyak juga sudah dibuang. Bahkan panciku yang sengaja aku tidak cuci untuk menunjukan adanya lapisan minyak menetes dari atas pun sudah dibuang oleh ci Mina. Dan terus menerus menuduh dengan nada suara yang keras.

Hulk Marah - PenulisHidupku.Com - 1Karena dia terus menerus menyerang integritasku. Aku tegaskan dengan suara yang keras juga bahwa ada air di dalam panci itu. Eh ternyata ci Mina makin galak, dan berhubung aku juga lagi capek atau mungkin darah tinggi lagi kumat, langsung saja aku BENTAK dia dengan sangat keras. Ci Mina terus menuduhku bahwa aku sengaja membakar kompor tersebut. Aku bilang dengan marahnya… setiap orang yang waras tidak mau membakar kompor… apa gunanya ? Terus ci Mina bilang flatmate ku berkali – kali melihat aku merebus air sampai airnya habis. Aku tantang ci Mina untuk membawa saksinya datang. Aku sangat yakin bahwa selama 10 hari aku tinggal di sana aku cuma masak sebanyak 3 kali, dan tidak pernah aku merebus air sampai habis karena aku ada weker biru yang diberikan oleh mamiku untuk mengingatkanku akan rebusan air di dapur.

Setelah saksinya datang, dia cuma berkata bahwa dia pernah melihat aku pakai kompor di dapur, dan tidak berkata bahwa aku masak air sampai airnya habis. Aku berkata ke ci Mina “sebelum nuduh orang, tolong ya dicek bener – bener dulu”. Dia  malah membalas  ke aku “bilang aja kamu gak mau bayar ganti rugi karena gak punya uang”. Mr. Chopra kemudian menegur ke ci Mina “it is not about money, you should not say that”.Karena telah kehilangan basis argumentasi, ci Mina kemudian berkata “kalau kamu gentleman kamu akan tinggalkan rumah ini”. Aku bilang ke dia itu pernyataan yang bodoh. Sama saja kalau aku bilang ke ci Mina “kalau kamu pintar kamu mendingan mati saja”… it is the same logic. Wong pemilik punya rumah ini, mr.Chopra aja tetap cool, apa urusannya ci Mina-nya yang sewot dan maen nuduh.

Aku bukan orang yang suka lari dari tanggung jawab. Kalau ingin berdiskusi mengenai masalah ini:

  • Bikin janji lah untuk ketemuan denganku. Jadi aku juga bisa siap2kan diri dan siapkan emosi. Gedor2 kamar orang… itu bener – bener low class banget.
  • Mulailah pembicaraan dengan nada dan kata – kata yang sopan. Orang mana pun akan sewot kalau diawali dengan kalimat pembukaan “Kamu sekarang merasa bersalah gak ?”
  • Selidikilah dahulu segala sesuatu dengan teliti dan seksama sebelum menuduh.
  • Kalau mau main fair, janganlah menuduh setelah bukti – buktinya dibuang. Kejadiannya itu Minggu malam, kenapa baru Kamis malam bicara denganku ?

Bagiku itu bukan masalah uang. Kalau mr Chopra mau aku share biaya reparasi kompor, aku juga gak masalah, tapi syaratnya ya ci Mina-nya harus minta maaf dulu kepadaku lah.

Lia Esteriny - PenulisHidupku.Com -2

Lia

Setelah selesai marah – marah, suaraku terasa begitu serak, dan aku tidur sebentar di kamar hehehe… asli abisnya kepala pusing (mungkin darah tinggi hehehe). Dan setelah bangun gua anterin 3 kotak plastik ke dedeku, Lia di condominiumnya sebab dia mau pindahan. Seneng banget bisa ketemu dengan dede dan dengerin dia bicara dengan penuh antusiasnya hehehe. Aku bersyukur sekali di dalam hati… bahwa Tuhan memakai Lia untuk menghiburku dan rasanya hatiku tenang… gak emosian lagi. Namun sayangnya aku cuma bisa spent waktu 45 menit dengan Lia karena aku ada janji dengan Monica di CCK MRT.

Monica Yang - PenulisHidupku.Com - 1

Monica Yang

Di CCK MRT, gua ketemu dengan Monica. Dia berpakaian rapi sekali serba hitam dan terlihat cantik. Kita berjalan pulang sampai ke Admiralty MRT dan jalan kaki sampai ke rumahnya. Di dekat rumahnya ada taman kecil dan kita berdua duduk di sana sambil mengobrol sekitar 15 menit. Banyak bercanda, namun sayangnya tidak sempat aku masukan Firman Tuhan ke dalam perbincangan kita. Setelah mengantarkan Monica ke flatnya, aku pun pulang ke rumah naik taksi.

Sampai di rumah, aku hanya bisa bersyukur bahwa Tuhan itu baik. Ketika saat teduh, Roh Kudus menegurku dengan lembut bahwa aku harus belajar mengendalikan kemarahanku. Sepertinya ketika aku meledak, aku sulit sekali menghentikannya. Aku bersyukur aku memiliki Tuhan yang berkuasa atas segalanya. Bahkan di dalam kelemahanku mengatasi emosi, Tuhan tidak pernah menyerah… sungguh Dia adalah Tuhan yang baik.

Tuhan Membawa Kedamaian - PenulisHidupku.Com - 1

Pagi ini ketika aku bangun tidur, aku berdoa minta Tuhan memampukan aku untuk bisa mengontrol emosiku. Eh benar saja… di kantor tadi pagi salah satu kolegaku Glenn berpapasana denganku di kantor dan berkata “CPG kirim email katanya laporan yang kamu bikin itu tidak sesuai dengan yang mereka mau”. Aku sempat tergoda untuk marah karena aku tahu aku kerjakan semuanya sesuai dengan apa yang mereka mau dan aku sudah bekerja keras untuk mempersiapkan laporan itu. Tetapi di situlah tiba – tiba dapat kurasakan ada kuasa yang bukan dari diriku mengingatkanku untuk tetap tenang. So aku memutuskan untuk tenang dan membaca dahulu email dari CPG. Aku kemudian menjelaskan kepada mereka melalui email mengenai bahan pembicaraan dari meeting sebelumnya dan menunjukkan kepada mereka bahwa aku sudah melakukannya sesuai dengan apa yang kita setujui. Tak lama kemudian aku menerima balasannya dari CPG. Puji Tuhan respon mereka sangat baik, bahkan mengajak aku dan tim untuk ketemuan lagi untuk membahas template laporan ini lebih lanjut.

Sekali lagi aku bersyukur kepada Tuhan. Kalau saja tadi pagi aku sudah marah – marah kepada si Glenn… mungkin sampai detik ini aku masih tidak merasa damai hehehe. Sungguh amarah adalah kepunyaannya Tuhan… biar Tuhan saja yan marah… dan biarlah kita semua terus – menerus belajar dan melatih diri untuk mengontrol emosi kita.


Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *