Penginjilan Kepada Orang – Orang Mati – (1 Petrus 4:6)

INJIL - penulishidupku.com - 1Ko Jerry pernah berdiskusi dengan saya mengenai penginjilan kepada orang mati. Awalnya saya tidak percaya bahwa orang mati bisa diinjili. Terus ko Jerry menunjukkan ayatnya di dalam 1 Petrus 4:6

“Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang – orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.”

Setelah membaca ayat tersebut saya jadi bertambah kagum dengan kebesaran Tuhan… sungguh kematian tidak menjadi pembatas dari kasih Tuhan kita yang begitu besar. Hari ini saya ingin membahas mengenai topik ini dan apa pendirian yang Alkitabiah.

Sekejab dengan mengutip ayat tersebut, kita bisa berkata “penginjilan di dunia ini tidak perlu, toh akhirnya nanti setelah kita mati pun masih ada kesempatan untuk diinjili dan berbalik kepada jalanNya Tuhan“. Ini adalah basis dari topik pembahasan kita pada hari ini. Apakah kita bisa berkesimpulan seperti ini atau tidak.

DASAR UTAMA: ALLAH MAHA KUASA

Allah Maha Besar - PenulisHidupku.Com - 1Saya rasa hampir dari semua pembaca (terutama yang Kristiani atau pun beragama) setuju dengan konsep pemikiran bahwa Allah (Tuhan) kita adalah maha kuasa. Dia serba bisa dan tidak ada satu hal pun yang mustahil bagiNya. Saya kutip dari perkataan malaikat Tuhan kepada Maria:

Lukas 1:37 – “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil”

Allah sanggup melakukan segala sesuatu. Tetapi permasalahannya cuma satu yakni APAKAH TUHAN MAU MELAKUKANNYA ATAU TIDAK. Salah satu sifat Allah adalah Dia adil dan penuh dengan kebenaran. Dia tidak mau melanggar hukum / ketetapan maupun janji – janji yang pernah Dia buat. Dia adalah dasar dari semua kebenaran yang ada, dan Dia adalah satu – satunya jaminan tertinggi. Karenanya ketika kita mempelajari mengenai kemahakuasaan Tuhan, kita perlu juga menyimak hukum / ketetapan, dan janji – janjiNya yang telah Ia buat.

YANG KEDUA: HUKUM DAN KETETAPAN ALLAH

Hukum Allah - Penulishidupku.Com - 1Sekali lagi saya akan menggunakan Alkitab sebagai basis tulisan ini. Bagi pembaca yang non Kristiani tidak ada salahnya ikut membaca, siapa tahu berguna di kemudian hari :).

Di dalam Alkitab terutama di perjanjian Baru kita melihat  bagaimana Tuhan Yesus  mengajarkan mengenai KETAATAN dan BERJAGA – JAGA. Prinsip kerajaan Allah sering dihubungkan dengan kedua hal ini. Ketetapan ini berkali – kali dijelaskan oleh Tuhan Yesus melalui perumpamaan – perumpamaan. Di Filipi 2:12 rasul Paulus mengatakan “…karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar…”. Ada suatu penekanan bahwa keselamatan adalah bukan suatu hal yang main – main. Ini sungguh – sungguh serius.

Ketika Tuhan Yesus terangkat ke surga, dia juga memberikan pesan kepada para muridNya untuk mengadakan penginjilan ke seluruh dunia. Maksudnya adalah untuk menyebarkan kabar baik bahwa manusia sekarang memiliki pengharapan. Manusia tidak perlu masuk ke dalam api neraka. Manusia bisa mendapatkan keselamatan melalui Yesus Kristus. Karena itu injil dan keselamatan memiliki keterkaitan yang sangat kuat.

Kita bisa menantang ide / pemikiran yang mengatakan penginjilan di bumi tidak perlu paling tidak dengan 3 pendapat berikut ini:

  • Kita tidak dapat meniadakan amanat penginjilan yang Tuhan berikan karena ini menyangkut keselamatan manusia di dalam kekekalan dan INI SANGAT – SANGAT PENTING.
  • Kita tidak dapat meniadakan prinsip – prinsip kerajaan Allah lainnya.
  • Kalau penginjilan di bumi ini tidak penting, buat apa Tuhan Yesus mati di kayu salib.

Jadi apakah penginjilan itu penting ? Jawabannya YA. Dan harus terus kita lakukan dalam kapasitas kita masing – masing. Namun apa maksudnya bahwa injil telah diberitakan kepada orang – orang mati ?

MAKSUD PENGINJILAN KEPADA ORANG – ORANG MATI

Yesus Disalib - Penulishidupku.com - 1

Mari kita baca lagi ayatnya dan sengaja saya garis bawahi kata kuncinya.

1 Petrus 4:6 – “Itulah sebabnya maka Injil TELAH diberitakan juga kepada orang – orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.”

Yup kata kuncinya cuma satu. Yakni TELAH. Jadi itu kejadian yang sudah terjadi di masa lalu (past tense). Alkitab TIDAK menulis AKAN atau SEDANG. Mari kita gali apa yang TELAH terjadi. Untuk itu kita perlu baca di dalam 1 pasal sebelumnya (1 Petrus 3:18-19).

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah;Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia,tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabarwaktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya,di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang,yang diselamatkan oleh air bah itu.”

Dari sini kita bisa pelajari bahwa setelah kematian Yesus secara jasmani dan kebangkitan Yesus dalam Roh, ternyata Dia sibuk memberitakan injil di dalam dunia orang mati kepada orang – orang yang mati sebelum kedatangan Tuhan Yesus . Mengapa Dia berbuat demikian ?

  • Karena Allah adalah KASIH. Allah mengasihi semua orang. Baik mereka yang lahir  dan mati sebelum jaman Yesus maupun sesudahnya.
  • Karena Allah adalah ADIL. Allah memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendengarkan injil. Baik mereka yang lahir dan mati sebelum jaman Yesus maupun sesudahnya.

BAGAIMANA SIKAP KITA TERHADAP KEBENARAN INI

Lilin Air - PenulisHidupku.Com - 1

Setelah mengetahui perbuatan Tuhan yang begitu besar, sikap kita seharusnya:

  • Semakin kagum atas kebesaran Allah. Betapa kasihNya melebihi data tangkap maupun serap kita sebagai manusia.
  • Memiliki hati seorang hamba, yakni tetap TAAT melakukan perintahNya (termasuk di dalamnya penginjilan)
  • Namun tetap TIDAK MEMBATASI apa yang bisa Allah lakukan. Sebagai hamba kita tidak bisa berkata Allahku tidak bisa begini, tidak bisa begitu. Misalnya ada satu suku di pedalaman Irian yang tidak pernah mendengarkan injil, dan mereka mati. Bisakah Tuhan menginjili mereka ketika mereka sudah mati ? Jawabannya BISA saja. Permasalahannya kan apakah Tuhan mau atau tidak.
  • Memiliki hati seorang hamba, yakni PENGHAKIMAN adalah milik Tuhan dan TIDAK MEMPERTANYAKAN KEPUTUSAN TUHAN. Kalau pun Tuhan masih melakukan penginjilan nantinya di dalam dunia orang mati… ITU ADALAH HAKNYA TUHAN. Bukankah kita mengenal hatiNya yang berkeinginan supaya tidak ada seorang pun yang binasa ? Dia adalah yang paling benar dan adil. Kita PERCAYA SEPENUHNYA KEPADA KEPUTUSANNYA.
  • Sehubungan keselamatan tugas kita cuma 2: memberitakan Injil (orang lain mau percaya atau tidak itu bukan urusan kita lagi) dan mengerjakan keselamatan kita (kita mengurusi dan mempertanggungjawabkan keselamatan kita masing – masing). Atau bahasa Singapura-nya “gak usah terlalu kepo sama keselamatan orang lain deh” 🙂

Semoga dari penguraian topik ini, kita semua diberkati, semakin giat melayani, dan semakin tekun mengerjakan keselamatan kita masing – masing. Tuhan Yesus memberkati !


Terima kasih kepada ko Jerry atas diskusinya.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 19 April 2012.
Tidak ada hak cipta. Silahkan dikopi dan disebarluaskan.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

2 thoughts on “Penginjilan Kepada Orang – Orang Mati – (1 Petrus 4:6)

  1. PENGINJILAN DALAM DUNIA ORANG MATI
    (Bacaan : 1Petrus 4 : 5-6)

    Kalau kita membaca dalam 1 Petrus 3:18-22 dikatakan:” Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, 3:19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan (memproklamirkan) Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
    3:22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya”.

    Artinya kematian dan kebangkitan Yesus adalah tanda bahwa akan ada kebangkitan orang mati di akhir zaman. Dan ini tidak pernah diberitakan di dalam sejarah Perjanjian Lama, dan orang2 yang mati di dalam zaman Nuh karena air bah. Itulah sebabnya berita kebangkitan orang mati itu perlu disampaikan kepada mereka dan Tuhan Yesus telah menyampaikannya.

    Di dalam pasal 4:1-6 dikatakan:” Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa –
    supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
    4:6 Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan (di proklamirkan) juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah”. Secara badani/jasmani kita semua sudah pasti akan mengalami penghakiman itu, yaitu kematian jasmani karena dosa turunan dari Adam dan Hawa. Disamping penghakiman secara jasmani kita juga akan mengalami penghakiman secara roh, dan kita akan hidup bila kita benar2 hidup menuruti kehendak Allah. Hidup dalam Perjanjian Baru kita tahu dengan tepat apa itu yang disebut hidup menurut kehendak Allah, karena Yesus sudah mengajarkannya kepada kita bahkan kita bisa mempelajari melalui Alkitab. Tetapi bagi mereka yang hidup dalam zaman Perjanjian Lama, mereka sangat bergantung pada hukum Taurat. Seperti dikatakan dalam Roma 3:19-28 yang berbunyi:” Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”

    Jadi jelas bagi mereka yang hidup dalam zaman sebelum Yesus lahir atau dalam zaman Perjanjian Lama, mereka sama sekali tidak mengenal kebenaran ini, karena semuanya hanya disampaikan melalui kiasannya saja. Itulah sebabnya setelah Allah menyatakan diri-Nya melalui Kristus Yesus bahwa ada kebangkitan dan keselamatan dalam “roh” berdasarkan “iman”. Maka hal ini perlu disampaikan/diproklamirkan kepada mereka yang hidup di dalam zaman Perjanjian Lama, supaya mereka memahami akan adanya kebangkitan “roh”.

    Dalam sejarah Perjanjian Lama tidak pernah dibicarakan tentang “Hidup Kekal” atau “Keselamatan Kekal”. Pernah sekali hal itu disinggung di dalam kitab Daniel 12 : 2 mengatakan:”Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal”.
    Apa yang menjadi dasar kebenaran bagi mereka yang hidup dalam zaman Perjajian Lama untuk mengalami hidup kekal? Sepanjang perjalanan kehidupan manusia dalam Perjanjian Lama selalu ditekankan adanya “Korban Penghapus Dosa” dan “Korban Keselamatan” yang merupakan kiasan dari Kristus dalam Perjanjian Baru. Korban Penghapus dosa dikatakan dalam Keluaran 29:36; 30:10; Imamat 4:3,14,20; 5:7,11; 9:3, dst. Korban Keselamatan dikatakan dalam Imamat 3:6; 23:19; Bilangan 6:14; dst.

    Bagi mereka yang menjalankan kedua korban tersebut, maka merekalah yang berhak atas kehidupan kekal. Tetapi bagi mereka yang tidak melakukannya mereka akan mengalami kematian kekal. Dan semuanya ini akan dilaksanakan pada penghakiman terakhir. Semua yang mereka lakukan pada waktu itu adalah kiasan dari apa yang Yesus sudah lakukan. Itulah sebabnya Yesus perlu turun kedalam dunia orang mati untuk memberitahukan kepada mereka, supaya tahu apa arti dari semua yang sudah mereka lakukan. Sehingga mereka tidak bisa lagi berdalih mengapa yang satu beroleh hidup kekal dan yang lain mengalami kematian kekal.

    Bukan berarti bahwa Injil diberitakan kepada orang mati supaya orang mati bertobat. Karena Mazmur 6:6 mengatakan:”Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?” 88:11 mengatakan:”Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu”. 89:49 mengatakan:”Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian (jasmani), yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati”.
    Pengkhotbah 9:10 mengatakan:”Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi”. Yesaya 38:18 mengatakan:”Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.”
    Yehezkiel 31:14-16 mengatakan:” Semuanya ini terjadi supaya segala pohon yang di tepi air jangan meninggikan dirinya dan puncaknya jangan dijulurkan sampai ke langit dan supaya pohon-pohon besar, yaitu semua yang menghisap banyak air, jangan tetap berdiri di dalam kecongkakannya; sebab mereka semuanya telah diserahkan ke dalam maut, ke dalam bumi yang paling bawah, di tengah anak-anak manusia yang telah turun ke liang kubur.
    15 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada hari ia turun ke dunia orang mati, Aku membuat samudera raya berkabung karena dia. Aku mengempang sungai-sungainya, sehingga air banjirnya dibendung. Dan karena dia Aku membuat gunung Libanon berpakaian kabung dan membuat segala pohon di hutan layu lesu.
    31:16 Mendengar derum kejatuhannya Aku membuat bangsa-bangsa gemetar, pada saat Aku menurunkan dia ke dunia orang mati, menjumpai mereka yang telah turun ke liang kubur. Dan segala pohon taman Eden akan merasa terhibur di bumi yang paling bawah, yaitu pohon yang terpilih dan yang terindah dari Libanon, yang menghisap banyak air.
    31:17 Mereka juga turun bersama dia ke dunia orang mati (GEHENA), yaitu ke orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang, dan mereka yang bernaung di bawahnya di tengah bangsa-bangsa mati juga.
    31:18 Maka dengan siapakah engkau dapat disamakan di antara pohon-pohon di taman Eden dalam hal kemuliaan dan kebesaran? Engkau akan diturunkan ke bumi yang paling bawah bersama pohon-pohon di taman Eden dan engkau telentang di tengah orang-orang yang tak bersunat bersama orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang. Itulah Firaun dengan semua khalayak ramai yang mengikutinya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

    Kirannya Tuhan memberkati kita semua!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *