Garam Dunia – Bagian 3: Karakteristik Garam Dan Garam Dunia

MATIUS 5:13  – “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dia diasinkan ? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.

Di 2 tulisan sebelumnya kita sudah membahas:
1. Apa itu garam dunia.
2. Peran garam dunia.

Sekarang kita akan lanjutkan dengan karakteristik dari garam dan garam dunia. Karakteristik utama dari garam adalah rasa asin. Ternyata kalau kita teliti lebih dalam lagi ternyata  garam memiliki beberapa karakteristik lainnya yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai garam dunia (pelaku Firman):

1.       Mudah dibentuk

Garam akan mengikuti bentuk tempat penyimpanannya. Jika diletakan di atas mangkuk ia akan berubah bentuk seperti mangkuk. Sebagai garam dunia kita harus bersedia ditempatkan di mana saja sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

2.       Mudah dipersatukan

Garam mudah dikumpulkan dan dipadatkan menjadi satu. Garam akan mempertahankan keasinannya ketika berkumpul bersama garam – garam lainnya. Tetapi butiran garam yang sendirian akan cepat sekali hilang keasinannya. Sesama garam dunia kita harus bersatu, dan sepakat dalam melakukan pekerjaan Tuhan.

 

3.       Selalu dikeroyok

Ketika memasak nasi goreng,  tentu lebih banyak nasi dari pada garamnya. Firman Tuhan berkata kita akan dikirim seperti anak domba ke tengah – tengah kumpulan serigala. Dunia akan mengeroyok kita. Tetapi karena kita adalah pelaku Firman maka kita akan mengubah dunia, bukan sebaliknya. Zakharia 8:23 menulis: Pada hari-hari itu sepuluh orang asing akan datang kepada satu orang Yahudi dan berkata, ‘Kami ingin juga beruntung seperti kamu; sebab kami mendengar bahwa Allah memberkati kamu.  Karenanya sebagai garam dunia kita harus memiliki sikap jangan takut. Dikeroyok itu sudah biasa.

 

4.       Saling memperkuat

Satu sendok garam akan membuat satu gelas air menjadi asin. Tetapi kalau jumlah airnya satu kolam renang maka satu sendok garam tidak akan cukup untuk membuat air kolam itu menjadi asin. Dibutuhkan tambahan garam yang juga lebih besar. Sebagai garam dunia kita jangan segan – segan minta tolong dan bekerja sama dengan pelaku Firman lainnya.

 

5.       Membuat rasa haus

Salah satu efek dari banyak makan garam adalah akan membuat rasa haus. Sebagai garam dunia kita juga akan membuat orang menjadi haus akan kebenaran Firman Tuhan yang bisa mereka lihat sendiri dari cermin hidup kita. Karenanya kita jangan jemu – jemunya hidup benar dan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan kepada orang lain.

 

6.       Membuat pedih namun menyembuhkan

Garam memang bisa menyembuhkan luka tapi rasanya pedih sekali. Sebagai garam dunia kita harus berani menyampaikan kebenaran bahkan kepada orang – orang yang kita anggap sebagai seorang sahabat. Salah satu pembimbing rohani saya mengatakan bahwa sahabat yang baik bukan sahabat yang membenar-benarkan sahabatnya, melainkan sahabat yang membuat sahabatnya menjadi benar walaupun rasanya menyakitkan.

 

7.       Memiliki komposisi berbahaya

Garam juga dikenal sebagai NaCl (Sodium Klorida). Na (natrium / sodium) adalah logam yang akan meledak jika dicampur dengan air. Sementara Cl (klorin) adalah racun bagi mahluk hidup. Anehnya NaCl tidak berbahaya bagi tubuh kita. Ternyata Na dan Cl dalam keadaan stabil berbahaya. Tetapi ketika Na dan Cl diberikan muatan listrik menjadi Na+ dan Cl- keduanya bersatu menjadi satu molekul yang bermanfaat. Sebelum jadi pelaku Firman (garam dunia) mungkin kita memiliki masa lalu yang tidak baik. Mungkin kita cepat marah (meledak) seperti natrium atau memiliki kepahitan seperti klorin. Tetapi setelah kita menjadi pelaku Firman kita sudah menjadi garam yang berguna bagi dunia. Karenanya lupakanlah masa lalu kita yang tidak baik. Rasul Paulus mengatakan dia melupakan apa yang ada di belakang dan berusaha keras mencapai apa yang ada di depan.

 

8.       Walaupun penting sering dilupakan orang

Kalau ditanya apa sih spesialnya nasi goreng Resto Surabaya di Lucky Plaza. Orang pasti akan bicara soal nasinya, atau telurnya, atau timunnya, atau yang lainnya. Tapi tidak ada orang yang akan bilang garamnya yang istimewa. Sebagai garam dunia walaupun kita sudah memberikan sebuah kontribusi yang besar bersiap-siaplah untuk dilupakan oleh orang. Jarang sekali ada yang bisa mengingat siapa arsitek Monas. Kita harus ingat bahwa segala yang kita lakukan adalah demi kemuliaan Tuhan. Janganlah berkecil hati dan patah semangat sebab upah kita datangnya dari tuan kita di surga.


Ditulis oleh: Handy Tirta Saputra – Agustus 2011
Tidak ada hak cipta – silahkan dikopi dan disebarluaskan
Hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

One thought on “Garam Dunia – Bagian 3: Karakteristik Garam Dan Garam Dunia

  1. Pingback: Garam Dunia – Bagian 4: Ketika Garam Dunia Tidak Lagi Menjadi Asin | Penulis Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *