Penjelasan Mengenai Hukum Taurat

Hukum Taurat - PenulisHidupku.Com - 1Kata Ibrani yang biasanya diterjemahkan dengan “Hukum” atau “Taurat” adalah Torah, yang berarti “pengajaran” atau “petunjuk”. Karena petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada Musa di Gunung Sinai (Keluaran 20:1 – Bilangan 10:10) begitu penting, petunjuk itu kemudian dikenal sebagai “Hukum Taurat”. Hukum Taurat tidak dimaksudkan hanya sebagai seperangkat peraturan untuk ditaati agar memperoleh perkenaan Allah. Tuhan sudah membebaskan orang Ibrani dari perbudakan di Mesir ketika Ia memberikan hukum-Nya. Pemberian ini bertujuan untuk menolong mereka tetap dalam perkenaan Allah dan tetap merdeka (lihat juga catatan Mazmur 119:45).

Sebenarnya, kelima kitab dari Kejadian sampai Ulangan juga dikenal sebagai Torah atau hukum Taurat. Kitab – kitab itu bercerita tentang kasih Allah dan karya-Nya untuk Israel dan dunia. Petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada Musa tidak dapat sepenuhnya dimengerti tanpa menyimak cerita tentang kisah kasih Allah bagi dunia.

Tulisan Ibrani - PenulisHidupku.Com - 1Di samping apa yang sudah diberikan oleh Allah di gunung Sinai, ada juga peraturan – peraturan lain yang ditemukan dalam kitab Ulangan, yang berisi “Hukum Kedua” oleh Allah menunjukkan bahwa hukum Taurat tidak ditetapkan sekali untuk selama – lamanya. Hukum itu berkembang dan berubang. Sesudah pembuangan, para ahli Taurat dan rabi Yahudi bertanggung jawab untuk menafsirkan hukum Taurat, termasuk menafsirkan ulang hukum itu, mengubah dan mengembangkannya guna menghadapi situasi yang baru. Yesus juga melakukan hal yang sama (sebagai contoh lihat Matius 5:21-39). Yesus mengubah beberapa peraturan Taurat bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya (Matius 5:17). Yesus merangkum makna Hukum Taurat menjadi kasih kepada Allah dan sesama manusia (Matius 22:37-40).

Sepuluh Perintah Allah - PenulisHidupku.Com - 1Rasul Paulus juga terus menafsirkan ulang hukum Taurat. Seperti Yesus, Paulus menyimpulkan makna hukum Taurat sebagai kasih (Roma 13:9). Paulus juga mengatakan bahwa semua orang disambut dalam kerajaan Allah, tanpa memperhatikan apa yang mereka makan, pada hari apa mereka beribadat, atau apakah disunat atau tidak. Ini bertentangan dengan banyak peraturan yang didapati dalam hukum Taurat. Paulus mengatakan bahwa orang diselamatkan oleh kasih Allah yang dinyatakan dalam Yesus, bukan karena mengikuti seperangkat peraturan (Roma 10:4; Galatia 5:1-6). Menurut Paulus, hukum Taurat bermanfaat sebab ia menunjukkan dosa kita (Roma 3:20; Galatia 3:19) dan memperlihatkan apa yang suci dan baik (Roma 7:12).

Beberapa Mazmur (Mazmur 1, 19, 119) memuji hukum Taurat sebagai jalan untuk tetap berada dalam perkenaan Allah dan menerima berkat Allah. Kebahagiaan dan hidup yang sejati diperoleh dengan mendengar dan menaati petunjuk – petunjuk Allah, bukan menyenangkan diri sendiri (Mazmur 19:8-9, 119:1, 92, 174).


Diambil dari Alkitab edisi studi halaman 980.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *