Apakah Gereja Sudah Kehilangan Makna Kasih Di Dalam Pelayanan ?

Gereja - PenulisHidupku.Com - 1Kamis malam, tanggal 26 April 2012, gua makan malam bersama dengan brother Tanuwidjaya dan Michelle. Sambil menikmati bubur, kwetiam siram, dan crispy chicken kita saling sharing mengenai hidup kita masing – masing dan perspektif kita mengenai pelayanan di ladangnya Tuhan. Gua sharing mengenai seorang brother di Singapura yang melayani para pelacur dan wanita – wanita malam. Kebetulan gua juga pernah terlibat dalam pelayanan ini selama 6 bulan, jadi gua bisa berbagi kepada mereka mengenai apa yang gua alami.

Wanita Malam - PenulisHidupku.Com - 1

Ilustrasi Wanita Malam

Sambil sedikit mendesah brother Michelle berkata “… mungkin gereja akhir – akhir ini sudah kehilangan makna kasih di dalam pelayanan”. Justru banyak orang – orang di luar gereja yang melayani kaum – kaum yang terbuang… gereja secara mayoritas sendiri mungkin tidak berani atau segan untuk menjangkau.

Gua banyak berpikir mengenai kaum – kaum yang terbuang di dalam masyarakat kita. Mereka butuh bantuan… mereka butuh kasih Kristus… kalau tidak melalui kita… darimana mereka akan dapatkan kasih tersebut ?

Kita bertiga tidak memungkiri bahwa motivasi pelayanan dari beberapa gereja mungkin saja telah berubah. Politik gereja memang bisa terjadi dalam struktur organisasi gereja ketika para pengurus atau pun pelayan mulai berfokus kepada diri sendiri dan bukan kepada Tuhan.

Politik Gereja - PenulisHidupku.Com - 1

Motor Vespa - PenulisHidupku.Com - 1Brother Michelle kemudian sharing mengenai pengalaman yang dia alami sendiri mengenai KASIH. Suatu hari dia mengemudikan motor Vespa keluar kota  untuk pelayanan dan sampai di tengah jalan motornya mogok. Selang beberapa waktu seorang muslimin datang dan bertanya dengan sopan apakah ada yang bisa ia bantu. Setelah menjelaskan masalah yang ada dan juga berbincang sebentar, ternyata saudara muslimin itu juga seorang penggemar motor Vespa. Dia kemudian mencoba membantu dengan mendorong motor Vespa tersebut ke sebuah bengkel. Sampai di sana ternyata bengkelnya tutup. Namun saudara muslimin ini dengan tenang berkata kepada brother michelle “tenang bang… saya kenal dengan pemilik bengkel ini. Saya akan telepon beliau”. Kemudian ia menelpon pemilik bengkel dan berkata bahwa SAUDARANYA sedang membutuhkan bantuan.

Saudara Muslim Dan Yahudi Berpelukan - PenulisHidupku.Com - 1Pemilik bengkel pun datang dan sambil menunggu motor diperbaiki, saudara muslimin ini bercakap – cakap dengan brother Michelle. Walaupun ia mengetahui bahwa brother Michelle adalah seorang hamba Tuhan dan umat Kristiani, orang ini sama sekali tetap memperlakukan brother Michelle dengan begitu ramah dan baiknya. Setelah motor selesai diperbaiki, dia pun mengundang brother Michelle untuk datang ke rumahnya. Di sana brother Michelle dijamu dan diajak makan. Suasana kehangatan keluarga mereka benar – benar menyentuh hati brother Michelle. Setelah itu brother Michelle pamitan dan saudara muslimin ini berkata “SEKARANG KITA ADALAH SAUDARA. Silahkan singgah lagi lain kali ketika abang datang melewati kota ini”. Brother Michelle hanya bisa bersyukur kepada Tuhan karena bertemu dengan seorang muslimin yang KAYA AKAN KASIH. Sebuah kasih yang mungkin banyak dari kita umat Kristiani tidak miliki akhir – akhir ini.

Bahasa Cinta Kasih - PenulisHidupku.Com - 1Ketika gua dengar kisah tersebut, gua jadi teringat dengan perumpaan orang Samaria yang baik hati. Pada dasarnya perbedaan apa pun yang kita miliki sebagai umat beragama akan pudar ketika kita menggunakan BAHASA KASIH. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa kasih yang sesungguhnya adalah bukan kasih yang sekedar diucapkan, melainkan juga kasih yang diungkapkan melalui tindakan. Kembali lagi ke masalah gereja sebagai bagian tubuh Kristus di dalam pelayanan kasih… gua yakin ada banyak gereja yang masih menghayati makna kasih yang kental di dalam pelayanannya. Namun juga ada gereja yang mulai beralih haluan. Belajar dari kesaksian brother Michelle dan juga merenungkan kisah orang Samaria, marilah kita sebagai individu mulai lagi berfokus kepada MOTIVASI KASIH. Segala sesuatu yang kita kerjakan adalah pelayanan… dan motivasinya adalah kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Marilah kita renungkan masing – masing apakah pelayanan kita masih berfokus kepada KASIH tersebut.


Terima kasih kepada saudara Tanuwidjaya dan Michelle atas sharingnya.
Terima kasih kepada cartoonchurch.com atas ilustrasinya.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 30 April 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *