Kerendahan Hati Di Dalam Pelayanan

Tangan Yang Melayani - PenulisHidupku.Com - 1Ini cuma sekedar bahan perenungan saja yang Tuhan letakkan di dalam hati dan pernah saya bagikan kepada grup Full Gospel Business Men Fellowship International (FGBMFI) melalui BBM. Maaf jika kali ini saya tidak memberikan ayat – ayat pendukungnya.

Setiap hamba Tuhan (baik yang pelayanan di dalam maupun luar gereja) pasti pernah mengatakan bahwa mereka hanya sekedar alatNya Tuhan yang dipakai untuk membawa kemuliaan bagi namaNya. Jujur menurut saya ini adalah suatu pernyataan yang sangat berbau rohani, dan pada dasarnya tidak ada yang salah.

Kalung Berlian - PenulisHidupku.Com - 1Namun tahukah saudara bahwa ternyata alatNya Tuhan itu ada berbagai macam jenis dan bentuk, sesuai dengan fungsinya masing – masing. Ini hanya sekedar ilustrasi sederhana saja: ada hamba Tuhan yang menganggap dirinya sebagai bajuNya Tuhan, jam tanganNya Tuhan, pena-Nya Tuhan, ikat pinggangNya Tuhan, dan banyak juga yang mungkin berebut untuk mendapatkan posisi berharga menjadi kalung berlianNya Tuhan yang pada dasarnya tidak bisa terlepas dari sorotan dan kekaguman banyak orang.

Apa pun bentuk dan fungsinya… saya tetap berkeyakinan semua alatNya Tuhan adalah baik adanya. Namun dalam perenungan hari ini saya baru menyadari bahwa ternyata menjadi kalung berlianNya Tuhan tidak gampang loh. Sebagai sebuah kalung berlian membuat kita mungkin harus terus – menerus berperang melawan kesombongan, karena orang lain akan cenderung melihat kita sebagai kalung berlian terlebih dahulu sebelum melihat Tuhan yang menjadi pemilikNya. Kalau kita tidak menjaga hati, bisa saja pujian yang patut dipersembahkan hanya kepada Tuhan malah mulai kita nikmati dan secara perlahan – lahan justru membuat kita terhanyut menjauhi Dia yang seharusnya menjadi fokus dari pelayanan itu sendiri.

Namun secara kontras saya juga menemukan ada banyak hamba Tuhan yang memandang dirinya sebagai alas kaki (sendal)Nya Tuhan. Sebagai sendal:

  • Mereka tidak menuruti keinginan mereka sendiri. Mereka bersedia dibawa (diutus) kemana saja kaki Tuhan bergerak.
  • Orang lain akan memandang Tuhan terlebih dahulu dan terakhir baru memandang mereka (itu pun kalau ada yang perduli).
  • Mereka bersedia melakukan pekerjaan yang dihina/diremehkan banyak orang. Seringkali sebagai sendal mereka harus menginjak kotoran binatang, terbenam kubangan air ataupun jalanan berlumpur ketika Tuhan Yesus melangkahkan kakiNya ke tempat – tempat kumuh untuk menjangkau kaum yang terhilang.

Sendal Kotor - PenulisHidupku.Com - 1

Apa pun peran kita sebagai alatNya Tuhan… walaupun saat ini kita dipakai Tuhan sebagai kalung berlianNya yang memancarkan kemuliaanNya Tuhan dan sangat patut dibanggakan… saya ingin menghimbau biarlah di dalam hati kita TETAP SELALU merasa menjadi alas kakiNya Tuhan… yang berarti KITA HARUS TETAP MEMILIKI KERENDAHAN HATI. Karena pada akhirnya:

  • Segala sesuatu adalah mengenai DIA
  • Segala sesuatu hanya untuk DIA
  • Segala sesuatu hanya demi kemuliaanNya

Itulah yang pada dasarnya adalah makna pelayanan sejati 🙂


Ditulis ulang oleh alas kakiNya Tuhan di Singapura yang sebentar lagi mau makan malam 🙂
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

2 thoughts on “Kerendahan Hati Di Dalam Pelayanan

  1. benar2 menjadi renungan yang luar biasa, terkadang dalam pelayanan kita seringkali justru mau mengambil peran yang penting dalam suatu pelayanan, supaya kita dipandang orang, mekipun judul utamanya adalah PELAYANAN. Tetapi dalam renungan yang baru saya baca ini, terima kasih untuk Roh Kudus yang telah mengingatkan saya kembali untuk tetap menjadi ‘Alas kakiNYA’ sampai Tuhan sendiri yang memberikan kita posisi ‘Kalung berlian’ itu. HALLELUYA, PRAISE THE LORD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *