Diary 12 Mei 2012 – Seharian Bersama Om Wally – Mengenai Pasangan Hidup – (Helikopter Terakhir)

Ronald Wally Jozef - PenulisHidupku.Com - 2Setelah beresin urusan om Wally di Lucky Plaza dan ION Orchard, gua dan om makan siang di ION Food Court sambil berbicara banyak hal mengenai bisnis dan berbagai macam proyek yang bisa kita kerjakan bersama. Gua dan om sama – sama merasa excited banget. Semoga Tuhan berkenan dengan apa yang kita kerjakan. Yang penting motivasi kita itu baik, yakni untuk kemuliaan Dia.

Setelah puas ngomongin urusan bisnis dan setuju dengan action plan, seperti biasa mulailah om Wally menanyakan gua mengenai perkembangan gua soal pasangan hidup. Sudah lebih dari setahun om Wally terus mendoakan gua untuk bidang yang satu ini. Dan gua rasa ini adalah saatnya gua jujur dengan pembimbing rohani gua yang satu ini. Singkat cerita gua bilang ke om bahwa sebenarnya gua sudah ada seseorang di hati. Dan juga sudah diteguhkan oleh Tuhan beberapa kali.

Kemudian dengan panjang lebar gua menguraikan serangkaian peristiwa yang terjadi sejak bulan Februari 2011… dan bagaimana peneguhan Tuhan terus – menerus berdatangan. Dengan sabar om Wally mendengarkan dan dia kemudian bertanya “apakah mas Handy pernah mengutarakan isi hati mas ke orangnya ?” dan gua hanya menggeleng kepala. Dan gua jelaskan secara spesifik apa penyebabnya. Om wally kemudian memberikan sebuah ilustrasi.

Ada sebuah perkampungan yang terletak di lembah. Suatu hari ada banjir besar datang melanda, dan orang – orang di kampung tersebut mengungsi. Namun ada seorang kakek yang tidak mau mengungsi walau pun sudah dibujuk oleh para tetangganya. Dia berkata “Tuhan pasti melindungi saya”. Kemudian banjir besar pun mulai melanda… sekelompok regu penyelamat menggedor – gedor rumah sang kakek sambil berteriak “cepat keluar dan mengungsi… banjir besar datang melanda”. Sang kakek hanya menjawab “tidak… saya percaya Tuhan pasti melindungi saya”. Ketika bajir sudah menerjang dan memenuhi lantai pertama rumah sang kakek, tiba – tiba datang tim kedua menggunakan perahu karet sambil berteriak “cepat keluar dan mengungsi bersama kami”. Sang kakek hanya menjawab “tidak… saya percaya Tuhan pasti melindungi saya”. Banjir tersebut bertambah besar dan akhirnya memaksa sang kakek untuk menaiki atap rumah karena seluruh isi rumahnya sudah terbenam air. Tiba – tiba muncul regu penyelamat menggunakan helikopter sambil berteriak “mari mengungsi bersama kami”. Tetapi sekali lagi sang kakek menjawab “tidak… saya percaya Tuhan pasti melindungi saya”. Singkat cerita akhirnya sang kakek meninggal karena banjir. Sesampai di surga dia komplain kepada Tuhan “katanya Engkau adalah pelindungku… kenapa aku harus mati karena banjir ? Dimana perlindunganMu Tuhan ?” Dan Tuhan menjawab “orang – orang yang ingin menyelamatkanmu itulah yang kukirim untuk melindungimu… namun engkau sendiri yang menolak bantuan mereka”.

Om Wally kemudian melanjutkan bahwa tidak ada satu hal pun yang kebetulan.Om Wally bilang ke gua “jangan sampai apa yang om bicarakan sekarang ini adalah helikopter terakhir mas Handy untuk masalah pasangan hidup. Kalau Tuhan sudah tunjukkan siapa orangnya, mas Handy harus mulai ambil langkah”. Kemudian om Wally memberikan beberapa nasehat praktis dan gua berjanji akan mengambil tindakan untuk mulai mengungkapkan ke orangnya. Om Wally kemudian menanyakan siapa nama orangnya dan berkata “orangnya satu gereja dengan kamu ?” Dan gua jawab “Iya”. Om terus bilang “mulai sekarang om akan terus doakan untuk mas Handy”.

Gua bersyukur bahwa Tuhan memberikan pesanNya melalui para hambaNya. Terima kasih Tuhan… Engkau sunnguh sabar dan begitu mengasihiku.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra, pada tanggal 12 Mei 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *