Diary 15 Mei 2012 – Ikut Berdoa Dengan WPA (World Prayer Assembly) 2012

WPA - World Prayer Assembly 2012 - Jakarta - PenulisHidupku.Com - 1

Di Jakarta sedang terjadi suatu peristiwa penting, yakni berkumpulnya para pendoa syafaat seluruh dunia untuk suatu kebangunan rohani dunia dan juga khususnya bangsa Indonesia. Pertemuan ini dimulai kemarin (14 Mei 2012) dan akan terus berlangsung hingga tanggal 15 Mei 2012, yang kebetulan adalah hari kenaikan Isa Almasih dan juga hari ulang tahun gua. Jujur gua kepengen banget bisa menghadiri acara ini. Brother Tanuwidjaya dari Abba Love ministry bisa kasih gua seat untuk acara tanggal 17 Mei 2012 malam harinya di Sentul. Namun bokap nyokap gua akan datang ke Singapura besok (16 Mei 2012) dan bagi gua keluarga lebih penting dari pekerjaan maupun pelayanan. Jadi hal yang terbaik gua bisa lakukan saat ini adalah dengan ikut terlibat dalam doa. Tuhan kita kan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Walaupun gua berada di Singapura, gua bisa tetap connect dengan Tuhan dan saudara – saudara seiman lainnya di dalam dimensi roh.

Puji Tuhan keponakan gua Shandy ikut terlibat di dalam WPA sebagai usher. Dan dia memberikan topik doa harian sehingga gua bisa sehati dan sepikiran dengan mereka semua di Jakarta. Gua yakin bangsa Indonesia akan dilawat Tuhan. Gua yakin bangsa Indonesia menjadi berkat bagi banyak bangsa lainnya. Gua yakin Tuhan melawat dunia ini. Semoga cinta kasih dan kedamaian memenuhi bumi ini.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 12 Mei 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

4 thoughts on “Diary 15 Mei 2012 – Ikut Berdoa Dengan WPA (World Prayer Assembly) 2012

  1. mau berbagi kesaksian saja:saya salah satu peserta tamborine and memegang bendera merah putih. diacara WPA saya mendapat banyak pelajaran dr semenjak latihan sampai acara berlangsung.
    pada saat sesi membawa bendera saya melihat orang begitu banyakkknya yg mau bergabung diacara WPA untuk berdoa bagi indonesia, acara berlangsung lancar dan hadirat Tuhan begitu nyata…kami para penari tak merasakan lelah tetapi kami semua sangat bersukacita salah satu teman tamborine kami adalak amak yg berusia sekitar 70 or 80 thn. masih bisa berlari dilapangan GBK yg begitu luas dan saya liat dr wajahnya tak ada rasa lelah karna semangatnya unt menari buat Tuhan mengalahkan rasa lelahnya.
    GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *