Garam Dunia – Bagian 5: Bagaimana Menjadi Garam Dunia

MATIUS 5:13  – “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dia diasinkan ? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.

Kita lanjutkan kembali pembahasan mengenai garam dunia. Sejauh ini sudah kita bahas di:
1. Bagian pertama: apa itu garam dunia
2. Bagian kedua: peran garam dunia
3. Bagian ketiga: karakteristik garam dan garam dunia
4. Bagian keempat: Ketika Garam Dunia Tidak Lagi Menjadi Asin

Seperti kita bahas di tulisan sebelumnya. Garam dunia adalah orang – orang pengikut Kristus yang mengasihi Dia dan melakukan Firman-Nya. Dikatakan pelaku Firman, jadi bukan sekedar pendengar Firman. Melakukan Firman Tuhan berarti TAAT melakukan instruksi – instruksiNya dan MENJAUHI larangan-Nya. Memang untuk menjadi taat bukanlah suatu proses yang mudah… apalagi hidup kita telah terbentuk dengan pola pikir dan kebiasaan tertentu yang bertolak belakang dengan kebenaran Firman Tuhan.

Tetapi itulah standard Tuhan kita. Untuk menjadi garam dunia kita harus TAAT MELAKUKAN Firman Tuhan. Sekarang pertanyannya adalah BAGAIMANA KITA BISA MENJADI TAAT ?

1. Saya berkeyakinan ketaatan adalah suatu sifat yang dibentuk berdasarkan KEBIASAAN. Kita memang harus memaksa diri kita untuk taat.

2. Namun kita juga harus ingat bahwa apa pun yang kita lakukan harus berdasarkan KASIH kita kepada Kristus. Segala sesuatu dari hidup kita adalah hanya untuk dan bagi Dia selamanya. Semakin dalam kasih kita kepadaNya maka semakin mudah kita untuk taat.

3. Kita membutuhkan Roh penolong yakni Roh Kudus. Dan kita bisa berkomunikasi dengan roh penolong ini melalui DOA. Tidak ada salahnya dengan jujur terbuka kepada Roh Kudus dengan mengatakan “Allah Roh Kudus… saya masih lemah dalam bidang ini, tapi saya mau belajar taat kepada FirmanMu, tolong saya, mampukan saya untuk bisa taat”. Di Roma 8:26-27 ditulis “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.”


Ditulis oleh: Handy Tirta Saputra – Agustus 2011
Tidak ada hak cipta – silahkan dikopi dan disebarluaskan
Hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *