Diary 13 Mei 2012 – Ajarku Mendengar SuaraMu

Paper Bag - Tas Kertas - PenulisHidupku.Com - 1Tadi sore setelah selesai kebaktian kedua di NDFI, gua makan malam dengan om Wally di Resto Surabaya sambil membereskan beberapa urusan bisnis. Setelah berpisah dengan om Wally dan sambil gua berjalan pulang gua merasakan ada sesuatu yang aneh… kok rasanya tangan gua free banget… barulah gua ingat akan tas yang gua ambil dari hotel Park Regis tadi pagi.

Itu adalah barang titipan buat gua dari nyokap. Langsung logika gua mulai bekerja dan bergegas gua kembali ke Resto Surabaya. Namun sampe di Lucky Plaza resto sudah keburu tutup.

Saat itu barulah gua berseru sama Tuhan “Tuhan gimana ya ?” Dan tiba – tiba gua dengar suara di dalam hati gua “kamu pulang saja. Tas kamu sudah ditemukan”. Terus terang gua merasakan damai sejahtera saat mendengar suara itu. Namun gua tetap skeptis… soalnya kan bisa saja itu suara dari dalam hati gua sendiri. Lalu gua berdoa sama Tuhan “terus terang Tuhan aku gak yakin bahwa itu adalah suaraMu… perkenankan aku mengujinya. Ijinkan aku pergi ke hotel Mandarin untuk cek apakah tasku ada di sana”

Mendengar Tuhan - PenulisHidupku.Com - 1Sambil berjalan ke hotel Mandarin gua berkata dalam hati “kalau misalnya tas gua ketemu di hotel, itu artinya suara yang tadi gua dengar adalah suara gua sendiri”. Sampai di hotel Mandarin lantai 8, ruang kebaktian sudah kosong dan dibersihkan. Gua bicara kepada pelayan dan housekeeping service di sana, namun mereka bilang tidak menemukan tas gua. Kemudian gua pulang ke rumah sambil percaya bahwa tas gua sudah ditemukan. Dan tiba – tiba ada suara lagi di dalam hati gua “to the one who found your bag, you must do a favor”.

Sampai di rumah gua kirim bb message ke ko Hendra dan pak Stefanus tanya apakah mereka menemukan tas gua. Tak lama pak Stefanus menjawab dan bilang bahwa tas gua ada sama dia. Gua gak tau favor macam apa yang harus gua lakukan buat pak Stef. Gua yakin Tuhan akan bukakan nanti. Dari sini gua belajar beberapa hal:

  1. Lain kali kalau gua ngadapin apa pun, pertama – tama gua akan berseru kepada Tuhan daripada mengandalkan logika gua.
  2. Gua mau belajar semakin peka mendengar suaraNya. Sepertinya semakin gua mendalami dan melakukan FirmanNya suara Tuhan semakin jelas gua dengar di dalam hati.

Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 13 Mei 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *