Kesaksian Gua: I WILL SING… EVEN IN SORROW AND PAIN

Kesedihan - PenulisHidupku.Com - 1

Beberapa lagu memiliki makna khusus setiap kali gua mendengarnya. Sama seperti bau – bauan, alunan melodi menyebabkan memori lama kembali terproyeksi bak sebuah kaset video lama yang diputar. Gambaran mengenai pengalaman – pengalaman tertentu begitu jelas terlihat di dalam pikiran ini dan emosi yang terbenam di dalamnya pun bermunculan kembali ke permukaan. Terkadang gua bisa tertawa sendirian karena pengalaman yang lucu, tetapi terkadang gua hanya bisa meneteskan air mata mengingat penyertaan dan sentuhan Tuhan yang begitu pribadi yang menuntun gua melewati masa – masa sulit.

Doen Moen - I will Sing - PenulisHidupku.Com - 1Hari ini ada satu lagu yang untuk kesekian kalinya mengingatkan gua akan penyertaan Tuhan kita yang begitu baik. Lagu tersebut dinyanyikan oleh Doen Moen, dan berjudul “I WILL SING”.

Sebuah lagu yang begitu menarik… karena dimulai dengan suatu dilema atau pergumulan:

Tuhan Engkau terlihat begitu jauh
Sejuta mil atau lebih rasanya hari ini
Walaupun aku belum kehilangan imanku
Aku harus mengakuinya saat ini
Bahwa sulit bagiku untuk berdoa
Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan
Dan aku tidak tahu dimana harus kumulai…

Dan di dalam reff-nya tertulis sebuah keputusan yang mengagumkan dan membuat hati gua bergetar:

Aku akan bernyanyi… aku akan memuji
Bahkan di dalam saat tergelapku
Melalui kesedihan dan penderitaan…

Sebuah pernyataan yang secara manusiawi terdengar begitu ironis… namun juga penuh dengan iman… bahwa di dalam situasi mana pun… kita yakin bahwa TUHAN MEMEGANG KENDALI dan sebagai Tuhan dari segala yang ada… DIA LAYAK MENERIMA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN KITA. Inilah yang disebut sebagai KORBAN PUJIAN DAN UCAPAN SYUKUR yang harum dan berkenan bagi Allah.

Pengharapan di Tanah Tandus - PenulisHidupku.Com - 1Gua penasaran apa sih sumber inspirasi dari lagu ini dan gua menemukan bahwa di dalam sebuah interview… Don Moen bercerita bahwa lagu ini ditulisnya ketika ia mendengar sebuah tragedi meninggalnya seorang anak kecil dari sepasang suami istri Kristiani. Kemudian ia mengirimkan lagu berjudul “I WILL SING” ini kepada orang tua sang anak sebagai penghiburan.

Di dalam Habakuk 3:17 – 18 ada tertulis: “SEKALIPUN pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku“.

Itulah dasar dari perjalanan pribadi kita bersama dengan Tuhan… bahwa di dalam pergumulan, tragedi, dan bahkan di dalam situasi apa pun juga… kita memiliki keyakinan dan jaminan bahwa… BERSAMA DENGAN DIA SEGALA SESUATU AKAN BAIK – BAIK SAJA.


NTU - PenulisHidupku.Com - 1Nah sekarang kita kembali lagi kepada kesaksian yang ingin gua sampaikan. Kisah gua sehubungan dengan lagu ini dimulai pada awal tahun 2000. Saat itu gua masih duduk di bangku kuliah di Nanyang Technological Universitas (NTU), School of Applied Science Computer Engineering. Gua baru saja menyelesaikan praktek kerja (industrial attachment) selama 6 bulan di Jerman dan sedang memasuki semester baru dimana gua akan sibuk dengan pembuatan skripsi yang akan memakan waktu kurang lebih 10 bulan ke depan, dipenuhi dengan kerja keras dan malam – malam tanpa tidur. Karya skripsi gua berjudul “XML in JAVA platform” dan sebagai aplikasinya gua membuat Alkitab online. Saat itu di Internet belum ada Alkitab online… dan yang gua bikin di atas permukaan itu mirip – mirip seperti Bible Gateway, namun hanya memiliki 2 versi: NIV dan KJV.

Di dalam semester yang penuh dengan kesibukan dengan skripsi tersebut gua menjadi semakin dekat dengan seorang sahabat yang bernama Destinto. Sedikit latar belakang mengenai sohib gua ini:

Dia berusia setahun lebih tua dari gua, berasal dari Riau, dan kita duduk di kelas yang sama. Secara intelektual harus gua akui dia lebih pintar dari gua hehehe. Sekolah di NTU bagian computer engineering itu tidak mudah… bahan pelajaran di sana sangat dalam, namun Destin masih bisa saja aktif dalam berbagai ECA (Extra Curicullar Activities) baik di dalam hall maupun organisasi lainnya di dalam kampus.

Command and Conquer Red Alert - PenulisHidupku.Com - 1Kita juga memiliki hobi yang sama yakni main game komputer seperti Final Fantasy 8, Counter Strike, Age of Empire 2, dan juga Command & Conquer Red Alert (kalau game yang terakhir ini gua selalu dibantai habis sama dia). Selain itu kita juga suka dengan banyak anime Jepang, terutama Saint Seiya dan Rurouni Kenshin :). Dari Destin juga gua dapatkan berbagai macam informasi hot di dalam kampus seperti: mahasiswi mana yang tidur sama mahasiswa mana, pencuri celana dalam wanita di hostel, pasangan gay di NTU yang kena AIDS, mahasiswa mana yang baru meninggal, berbagai cerita hantu di hostel, channel IRC yang hot, dan daftar server di dalam network NTU yang berisi filem bokep (psst… kita bahkan bisa nonton melalui perpustakaan NTU kalau mau hehehe).

Bagi gua Destin adalah seorang sahabat yang baik walaupun ia belum di dalam Tuhan. Dia sempat tidak masuk ke kampus selama satu semester penuh. Kita sebagai teman – temannya mendengar bahwa dia ada penyakit di kepala dan karenanya dia harus menjalani pengobatan selama beberapa bulan. Ada juga desas – desus mengatakan bahwa dia terkena kanker otak… namun gua gak pernah mengecek kebenarannya karena ketika Destin kembali ke kampus dia terlihat begitu normal dan ceria. Lagi pula gua gak mau kaypoh (repot – repot mencampuri urusan orang lain) :).

Semester itu, pada awal tahun 2000, gua dan Destin menggunakan lab komputer yang sama untuk pembuatan program kita. Karena itu pula kita sering ngobrol dan makan malam malam setelah pulang dari lab.

Mempertanyakan Keberadaan Tuhan - PenulisHidupku.Com - 1“Han, loe percaya Tuhan itu ada ?” demikian pertanyaan Destin suatu hari ketika kita sedang makan malam di Canteen 3. Dan gua bilang “of course”. Kemudian gua sedikit bersaksi mengenai kebaikan Tuhan di dalam hidup gua… bagaimana Tuhan memulihkan hidup gua di beberapa area. Destin hanya tersenyum saja penuh dengan respect dan kemudian gua ganti topik pembicaraan. Sejak itu dia sering sekali bertanya mengenai banyak hal sehubungan dengan Kekristenan di sela – sela saat makan siang maupun saat belajar. Dan topik yang paling dia suka adalah mengenai pandangan umat Kristiani terhadap masturbasi hehehe.

Destin mengakui bahwa dia adalah seorang free thinker dan dia pandai sekali berargumentasi. Banyak teman – teman dari beberapa organisasi Kristiani di kampus (Campus Crusade, Christian Fellowship, dll) mencoba mengajaknya ikut bergabung, tetapi tidak hanya ditolak oleh Destin, mereka juga malah diajak berdebat dengannya. Namun… entah kenapa bersama dengan gua dia sama sekali tidak berdebat… mungkin karena dia kasihan kali ngeliat gua hehehe atau mungkin karena gua gak pernah maksa, atau mungkin juga karena gua jujur sama dia bahwa gua bukan orang yang sempurna dan masih juga sesekali bergumul dengan dosa pornografi.

Pengalaman Menjelang Kematian - PenulisHidupku.Com - 1Suatu hari Destin bertanya kepada gua mengenai “kematian”. Saat itu raut wajahnya terlihat sangat berbeda. Gua sharing sedikit mengenai janji Tuhan akan kehidupan kekal saat kita memutuskan untuk menerima Dia sebagai Tuhan dan juru selamat. Terus gua tanya ke dia “loe mau terima Yesus Kristus ?”. Dan sambil tersenyum dia berkata “gua pikir – pikir dulu”.

Sebagai seorang sahabat, Destin juga adalah seseorang yang kompetitif. Dia selalu membanding – bandingkan nilai dia dengan gua. Dan mungkin karena itu juga gua jadi terpacu untuk berusaha mengalahkan dia. Setiap kali nilai gua lebih baik, dengan sinis dia bilang ke gua “gua akan kalahin loe next time”. Jadi dari segi pelajaran kita saling mengejar dan gua bersyukur Tuhan memakai Destin untuk memacu gua di dalam bidang akademis.

Ujian di NTU - PenulisHidupku.Com - 1Seperti biasa, dalam satu semester kita hanya memiliki sekitar 12 minggu (3 bulan) sebelum kita mulai memasuki masa ujian yang penuh stress selama 2 minggu :-P. Dalam semester genap itu pada tahun 2000, dari sekian banyak subyek ada satu subyek yang gua khawatirkan yakni ekonomi. Saking takutnya… semalam sebelumnya gua teguk kopi 5 kaleng untuk terus belajar. Malam itu gua sama sekali tidak tidur dan keesokan harinya gua langsung masuk ke ruang ujian. Waktu ujian gua panik karena soalnya sulit dan kepala gua rada pusing. Lalu gua tiduran sebentar… eh malah kebablasan. Pas bangun ternyata waktu ujian tinggal 30 menit dan gua baru ngejawab 1 dari 4 pertanyaan. Yah akhirnya gua cuma bisa ngecap sana sini… menggunakan teori ekonomi engkong gua hehehe. Pas keluar dari ruang ujian terasa lutut gua lemes karena di otak gua cuma bergema “FAIL FAIL FAIL…”. Dan seperti biasa si Destin yang menjengkelkan menggoda gua “I can sense you will retake the economy class next semester”.

Setelah lewat masa ujian yang penuh stress, tiba saatnya liburan selama hampir 2 bulan. Sambil gua juga menunggu dengan dag dig dug hasil ujian semester terakhir, gua juga tetap kerja keras untuk mengebut skripsi yang sempat tertinggal. Karena itu gua semakin sering menghabiskan waktu di lab komputer bersama dengan Destin.

Final Year Report NTU - PenulisHidupku.com - 1Suatu hari dia duduk di samping gua di lab. Seperti biasa kita bicara soal Tuhan dan sebagainya. Terus setelah selesai sharing, dia bilang ke gua “I have a surprise for you”. Lalu dia tunjukan skripsi dia sudah dalam bentuk laporan final (bukan lagi draft) sudah selesai dan ditandatangani. Jadi dia tinggal demo program di hadapan para penguji. Gua terkejut bukan main. Deadline skripsi kita itu bulan Oktober, namun saat itu di bulan Juni 2000 dia sudah selesai. Dan seperti biasa dengan setengah menggoda dia bilang “I just want to make sure I beat you this time”. Gua cuma bisa tersenyum setengah pahit hehehe. Walaupun skripsi dia sudah beres, dia tetap saja datang ke lab komputer. Dan terkadang bikin gua jengkel banget karena kesannya dia ngeganggu progress gua. Dia tetap bertanya mengenai hal – hal keKristenan. Walaupun gua jengkel, namun tetap saja gua layani dia sebisanya.

Akhirnya saat – saat yang dinantikan tiba. Kita bisa melihat hasil ujian kita melalui student portal kita di Internet. Destin dengan senangnya bilang ke gua dia pass semua subyek dan kasih ke gua nilai – nilainya melalui ICQ. Gua kemudian dengan dag dig dug buka result gua…

  • subyek 1… yes gua kalahin Destin
  • subyek 2… sama nilainya…
  • subyek 3… yes gua menang lagi…
  • subyek 4… gua kalah sama Destin…
  • subyek 5… EKONOMI… hasil gua… FAIL…

Jujur gua serasa lemes banget… dan gua gak bales messagenya Destin di ICQ. Dia kemudian menggoda “Han… jangan – jangan loe fail ekonomi ya”. Setelah itu gua menyendiri selama seminggu… bener – bener sedih karena gua fail di subyek ekonomi [gua gak tahu kalau sebenarnya 1/3 mahasiswa computer engineering juga gagal bersama dengan gua].

ICQ - PenulisHidupku.Com - 1Selama seminggu itu gua gak datang ke lab komputer dan Destin nyari – nyariin gua melalui ICQ. Suatu hari, kalau gak salah hari Kamis sekitar seminggu setelah hasil ujian keluar, gua sedang sendirian di hostel gua di hall 14. Gua iseng – iseng browsing situs – situs porno dan mulai menikmatinya. Saat itu sekitar pukul 2 siang, tiba – tiba muncul message di ICQ dari Destin:

Han … loe ada di sana ?
Han…

Gua sengaja cuekin… gua pikir pasti dia mau godain gua karena gua fail ekonomi dan yang kedua gua lagi asik lihatin gambar – gambar porno. Dan itulah message terakhir yang gua terima dari Destin. Keesokan harinya seorang teman memanggil gua melalui ICQ.

Temen gua: “Han loe ntar datang melayat ?”.
Gua: “hah… siapa yang meninggal ?”
Temen gua: “si Destin Han… emangnya loe gak tahu yah ?”.

Saat itu gua kaget luar biasa… shock… dan teman gua ini menceritakan apa yang terjadi sebanyak yang ia tahu.

Temen gua: “Sepertinya karena penyakitnya Han…”

Saat itu gua buka message ICQ dari Destin yang dikirimkan ke gua sehari sebelumnya dan gua terasa merinding banget. Kalau gua telusuri balik, message yang dia kirim itu 2 jam sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. Seandainya saja gua balas dia, seandainya saja gua gak sibuk menikmati situs porno, seandainya saja gua sempat ajak Destin untuk menerima Tuhan Yesus… perasaan bersalah itu semua muncul di dalam hati gua.

PenyesalanPuji Tuhan… tiba – tiba teman gua, Baba (Hendra Purba) dari Aachen juga online di ICQ. Gua ceritakan ke dia apa yang terjadi. Kebetulan papi Asien, pendeta yang melayani gua selama di Jerman, juga ada di sana bersama dengannya. Gua kemudian konsulasi sama papi Asien. Dia memang hamba Tuhan yang sangat sensitif dan diurapi… terus terang gua gak cerita soal gua nikmati situs – situs porno saat Destin memanggil gua sehari sebelumnya melalui ICQ. Tetapi sepertinya papi Asien tahu apa yang terjadi. Dia bilang… “Han kamu berdoa minta Tuhan mengampuni kelalaian kamu. Saatnya kamu bertobat dari dosa – dosa yang menghalangi pelayananmu. Dan kamu harus move on. Kita juga akan mendoakan kamu nanti di dalam persekutuan kita di sini”. Setelah chatting dengan papi Asien gua menangis sejadi – jadinya di ranjang… gua merasa menyesal sekali.

Kepergian Destin membuat hari – hari gua terasa sepi. Setiap kali gua ke lab komputer sendirian… gua merasa sedih. Namun hari – hari pun berlalu dan sebelum semester baru dimulai gua harus meninggalkan hall 14 untuk tinggal di sebuah flat di Jurong West bersama dengan Philip, DJ, dan Eddo. Setelah pindahan gua tinggal sendirian di dalam flat itu karena ketiga flat mate gua sedang menikmati liburan di Indonesia. Saat – saat itu pula gua setiap hari mendengarkan lagu Don Moen “I WILL SING”. Lagu ini sepertinya mengerti isi hati gua. Saat itu dengan jujur gua akui… gua sangat sulit untuk berdoa… sulit sekali mengungkapkan isi hati gua kepada Tuhan… bahkan mau berdoa bahasa Roh saja gua serasa gak bisa…. hati gua terasa beku.

Suatu hari gua menelpon Andre, room mate-nya Destin yang menyaksikan bagaimana dia meninggal. Gua cuma mau menghibur Andre, jadi saat kita berbincang melalui telepon gua tidak menanyakan bagaimana Destin meninggal… karena gua emangnya gak suka kaypoh. Di dalam benak gua, yang gua tahu Destin wafat karena penyakit kanker otak. Tak lama kemudian di dalam pertemuan anak – anak yang pernah les bareng – bareng di Jakarta, gua bertemu dengan teman kuliah gua Iswandi (Hiap Ho). Dari dia gua mendapatkan apa yang terjadi pada Destin… dan ketika gua gabungkan semua informasi yang ada, inilah yang sebenarnya terjadi:

Otak - PenulisHidupku.Com - 1

Destin tidak meninggal karena penyakitnya. Memang dia memiliki kanker otak… rasa sakitnya begitu hebat dan semua dokter katanya sudah angkat tangan. Dia tidak mau membebankan orang tuanya lagi, dan sebagai seorang anak yang bertanggung jawab dia bereskan semua tugasnya. Itulah sebabnya dia diam – diam mati – matian menyelesaikan skripsi dia lebih awal. Hari itu sekitar pukul 2 siang lebih… sekitar 2 jam sebelum kematiannya… dia memanggil gua melalui ICQ… sepertinya dia sudah merasa putus asa. Namun gua cuekin. Bersama dengan Destin saat itu adalah Andre teman gua, seorang anak Tuhan yang juga sungguh – sungguh. Destin kemudian menuliskan sebuah surat dan kemudian memberikan pesan kepada Andre untuk menyampaikan surat tersebut kepada orang tuanya di Riau. Andre yang kebingungan tidak mengerti apa yang Destin katakan. Kemudian Destin berlari meninggalkan kamar… Andre yang baru sadar kemudian berlari mengejar dia. Tampak oleh Andre Destin memanjat tiang pengaman flat dan terjun ke bawah dari lantai 9… Andre berteriak dengan histeris dan tidak berani melihat ke bawah…Destin tewas seketika itu juga di bawah flat.

Penyesalan - PenulisHidupku.Com - 1Malam itu waktu gua pulang ke rumah setelah bertemu dengan Hiap Ho perasaan bersalah gua begitu menggunung dan diam – diam di kamar mandi gua menangis sambil terduduk menyesali kesalahan gua. Karena keegoisan, kelalaian, dan dosa, gua tidak berada bersama Destin di saat – saat dia begitu membutuhkan gua. Seandainya saja gua tahu… seandainya saja Destin sempat mendengar bahwa di dalam Tuhan ada pengharapan dan mujizat… mungkin dia tidak akan bunuh diri. Setelah gua mengetahui penyebab kematian Destin… gua semakin jauh dari Tuhan… gua tidak menyalahkan Tuhan… gua hanya bisa menyalahkan diri gua sendiri. Gua merasa gak layak…. gua stop berdoa, stop pergi ke gereja, stop melakukan hal – hal yang berbau rohani. Gua lari kembali kepada dosa pornografi dan pokoknya gua mau menyendiri aja. Di flat juga sempet terjadi cek cok dengan room mate gua. Pokoknya gua merasa “I DON’T CARE ANYMORE”.

Festival-of-Praise-City-Harvest-Church-CHC-PenulisHidupku.Com-1.jpg

Pada bulan Agustus 2000, entah bagaimana gua menghadiri Festival of Praise (FOP) yang diorganisir oleh gereja City Harvest Church. Gua gak ingat apa Firman yang dibagikan pada malam itu… tetapi gua merasakan ada dorongan Roh Kudus yang kuat untuk maju ke depan saat altar call. Sesampai di sana, gua didoakan oleh seorang pemuda yang mungkin usianya 2-3 tahun lebih tua dari gua. Setelah selesai didoakan gua dibawa ke balik panggung untuk dikonsultasi secara singkat oleh pemuda ini. Gua cerita apa adanya mengenai rasa bersalah gua….[duh… sekarang saat gua nulis ini mata gua bekaca – kaca lagi :-)]… dan pemuda itu juga kelihatan begitu perihatin dengan gua. Kemudian dia mendoakan gua memohon pengampunan dari Tuhan dan air mata membasahi pipi gua. Saat itu gua serasa mendengar dengan jelas Tuhan Yesus memanggil gua untuk kembali kepadaNya.

Saat itu gua masih belum pulih sepenuhnya. Tapi paling tidak gua sekarang semakin mengenal pribadi Tuhan yang mengerti dan mengampuni gua. Di dalam kesendirian gua… selama berminggu – minggu kemudian… lagu “I WILL SING” dari Don Moen ini yang terus – menerus gua putar. Suatu hari… di dalam ketidak berdayaan gua… entah gimana akhirnya gua mulai menyanyikan lagu ini bersama dengan alunan musik di CD.

Tuhan Engkau terlihat begitu jauh
Sejuta mil atau lebih rasanya hari ini
Walaupun aku belum kehilangan imanku
Aku harus mengakuinya saat ini
Bahwa sulit bagiku untuk berdoa
Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan
Dan aku tidak tahu dimana harus kumulai…

Tetapi karena anugerahMu
Dengan segenap isi hatiku…
Aku akan bernyanyi… aku akan memuji
Bahkan di dalam saat tergelapku
Melalui kesedihan dan penderitaan…
Aku akan bernyanyi

Air mata mengalir membasahi wajah dan menetes hingga ke lantai… gua berlutut dan bisa gua rasakan rangkulan Tuhan. Dari sanalah gua mulai kembali bisa berdoa, memuji Tuhan, dan pergi lagi ke gereja. Memang bukan sebuah perubahan yang instan… tetapi dalam setiap langkah kecil itu… gua menyadari bahwa Tuhan Yesus menyertai. Dia yang memberikan gua kekuatan baru… Dia yang memberikan gua pengharapan… Dia sumber kekuatan gua.

Dan Tuhan bekerja secara luar biasa. Gua bersyukur memiliki para flat mate yang seru dan baik. Mereka tidak tahu pergumulan yang gua hadapi… tetapi mereka dipakai Tuhan untuk memulihkan hidup gua. Kita melakukan banyak sekali aktifitas bersama yang sangat – sangat menyenangkan dan membangun kebersamaan hehehe.

Handy - Andy Djohan - Philip Jonathan - Immanuel Eddo - Ronald Satria - Jurong West - PenulisHidupku.Com - 1

Di dalam sebuah saat teduh… beberapa bulan kemudian… sambil dengan lembut mendengarkan lagu I WILL SING ini, Roh Kudus mengingatkan gua untuk mengampuni diri sendiri. Dan gua memulainya dengan sebuah KEMAUAN. Sejak saat itu gua melalui proses untuk bisa mengampuni yang terlalu panjang kalau mau diceritakan saat ini. Satu hal yang bisa gua sampaikan “Tidak setiap hari matahari terlihat bersinar dengan indahnya dan pelangi muncul untuk memamerkan pesonanya, namun TUHAN ADALAH SEGALANYA BAGI GUA”.

Terima Kasih Tuhan - PenulisHidupku.Com - 2

Bunga Duka - PenulisHidupku.Com - 1Akhirnya setelah hampir setahun gua pun pulih dari rasa bersalah. Suatu hari gua berjalan melewati flat bekas tempat tinggalnya Destin dan Andre. Gua berhenti sejenak dan berdoa di sana. Gua bersyukur atas penyertaan Tuhan yang luar biasa dan juga mendoakan agar keluarga Dustin yang ditinggalkan bisa move on.


Hari ini (26 Mei 2012) gua sungguh bersyukur. Hampir 12 tahun berlalu semenjak kepergian Destin. Ketika gua kembali mendengarkan lagu I WILL SING ini, gua tidak bisa melupakan bagaimana Tuhan begitu luar biasanya menolong dan memulihkan gua. Gua bangga memiliki Tuhan seperti Dia. Terpujilah namaNya !


Kesaksian ini ditulis oleh Handy Tirta Saputra.
Terima kasih kepada Don Moen dan YouTube atas video musiknya.
Terima kasih kepada seorang pemuda (yang gua gak tahu namanya) dari CHC yang mendoakan gua sewaktu di FOP 2000.
Terima kasih kepada para mantan flat mate di Jurong West atas kebersamaannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *