Kesaksian Gua: Mereka Adalah Milik-Ku

Bapa Abraham - PenulisHidupku.Com - 1Sore ini dalam perjalanan pulang dari kantor gua berkomunikasi dengan Tuhan di dalam hati. Dan “suara yang lembut” itu pun mulai kembali berbisik. Dia memberikan pencerahan – pencerahan akan firmanNya mengenai hidup Abraham, Yusuf, Musa, Daniel, Daud, dan Elia. Kemudian mempertegas kepada gua mengenai panggilan hidup gua secara pribadi. Dia sekali lagi meneguhkan maksudNya untuk memakai gua sebagai saluran berkat untuk mengimpartasikan keintiman dan pergaulan pribadi bersama Dia.

KFC - PenulisHidupku.Com - 1

Sore ini sewaktu gua membuka pintu masuk KFC dekat Parklane Shopping Centre untuk makan malam… di saat yang bersamaan dengan itu dengan sangat jelas gua mendengar suaraNya “Aku mempercayakan kepadamu jiwa – jiwa yang terbuang, yang tertolak, dan yang hina menurut pandangan manusia”. Dia kemudian menunjukkan bahwa segala kesalahan, penderitaan, dan pembentukkan yang gua lalui sampai hari ini itu semua ingin Dia gunakan untuk membawa kebaikan tidak hanya bagi gua, tetapi bagi begitu banyak orang. Apa yang jelek dari diri gua saja bisa dijadikan baik di dalam tanganNya.

Sentuhan Tuhan Kepada Manusia Karya Michael Angelo - PenulisHidupku.Com - 1Gua terkejut, dan suara itu terus berbicara… dari gua order makanan, ambil makanan, dan akhirnya duduk untuk makan. Sore ini gua makan dengan mata yang berkaca – kaca karena terus – menerus mendengar suaraNya berbicara mengenai jiwa – jiwa. Dia mengingatkan bahwa gua memulai tahun 2012 ini sebagai “the year for Jesus”, dimana gua akan berfokus kepada pelayanan… bukan untuk pelayanan itu sendiri… melainkan untuk pengenalan pribadi yang semakin intim dan dalam denganNya. Sekarang sudah hampir setengah tahun… dan gua melihat betapa tidak produktifnya gua dalam pelayanan. Seringkali gua malas – malasan, bersungut – sungut, dan bahkan masih bergumul dengan dosa – dosa yang sama. Gua kemudian minta maaf, membuat tekad yang baru, dan ada rasa damai sejahtera masuk ke dalam hati gua yang begitu nyata.

Gua semakin yakin bahwa cara Tuhan mengoreksi gua adalah dengan cara yang sangat luar biasa lembut. Mungkin caraNya berbeda untuk setiap individu. Tetapi untuk gua yang termasuk sebagai orang yang sensitif dan terkadang emosinya gak stabil ini… Dia benar – benar mengerti siapa diri gua. Selain Dia… tidak ada yang bisa menjamah dan membuat gua mau berubah… Dia paling efektif… Dia tahu caranya.

Pelayanan Kasih - PenulisHidupku.Com - 1Selesai makan gua pun berjalan pulang ke apartemen. Dia mengingatkan gua akan doa gua di sebuah taman di daerah Boon Keng hampir setahun yang lalu, di suatu subuh pukul 4 pagi. Saat itu Dia menunjukkan kepada gua mengenai “caring ministry DI LUAR GEREJA”. Tahun kemarin gua gak mengerti sama sekali, tapi sore ini Tuhan mengingatkan bahwa Dia telah mengirimkan banyak orang – orang untuk gua layani terutama di area hubungan (relationship). Gua baru sadar… dan mulai menghitung jumlahnya… sebisa yang gua ingat. Jumlahnya ternyata tidak sedikit. Sore ini gua baru menyadari adanya sebuah pattern. Sambil menunggu lift, gua berbisik kepada Dia “tapi Tuhan… dari sekian banyak yang aku layani… tidak ada satu pun yang berhasil”. Ada yang didoakan dan dilayani… eh sekarang bukannya makin baik malah mau cerai. Bukannya cuma satu pasangan, tetapi ada beberapa. Di dalam lift gua cuma bisa merasa sedikit down… dan gua bilang ke Dia “Tuhan… kalau selama setahun ini pelayananku ada raport-nya… nilaiku ini merah semua Tuhan”.

Sesampai di rumah, dan gua masuk kamar untuk ganti baju. Terus setelah menyiram tanaman, gua duduk di depan komputer. Sambil menyetel lagu “How great is our God”… gua mulai berdoa lagi. Tiba – tiba gua rasakan ada suatu suara yang mengatakan “Jangan kerjakan apa – apa… sekarang saatnya Aku ingin beracara dengan engkau”. Gua kemudian stop semua aktifitas, dan sambil media player memainkan lagu The Potters Hand dari Hillsong… ada suatu hadirat Tuhan yang kuat. PribadiNya begitu nyata… dan gua merasakan hadiratNya. Dan DIA BERBICARA dengan jelasNya. Dia mengatakan gua letih… dan Dia ingin memberikan gua kesegaran. Air mata gua menetes dan gua menikmati ada suatu perasaan damai dan aman karena ada seseorang yang begitu menerima gua apa adanya.

Bercakap Dengan Tuhan - PenulisHidupku.Com - 1Kemudian Tuhan menunjukkan ada suatu ganjalan di hati gua… yang gua sendiri selama ini saja tidak tahu mengenai keberadaannya. Dan Tuhan berkata “Aku ingin membereskan perasaan itu yang engkau pendam. Ayo ceritakan kepadaKu”. Akhirnya gua mengerti apa yang Dia maksudkan dan gua mulai bercakap – cakap denganNya.

  • Gua: “Tuhan, aku melihat banyak orang Kristen tidak tulus. Di dalam gereja mereka terlihat begitu baik. Tetapi di luar gereja mereka sama saja dengan kebanyakan orang lainnya yang tidak mengenal Engkau. Mereka tetap egois, mengutamakan uang dan kekuasaan di atas segalanya. Apakah aku salah mengatakan itu ?
  • suaraNya: “Tidak, kamu tidak salah
  • Gua: “Perasaan ini aku pendam sudah cukup lama. Namun seringkali aku cuekin. Aku tidak mau mencampuri urusan orang lain, dan seringkali aku katakan dalam hati bahwa itu adalah urusan masing – masing mereka dengan Engkau. Aku tidak mau mempertanyakan Engkau, maupun komplain kepadaMu mengenai kenyataan ini.”
  • suaraNya: “Kamu tahu bahwa kamu bisa terbuka mengenai apa pun kepadaKu. Aku tidak akan pernah marah dengan kejujuranmu.”
  • Gua: “Sekarang aku jujur katakan bahwa aku mungkin sering kecewa dengan banyak anak – anakMu Tuhan, terutama mengenai ketidak tulusan mereka, dan ini semua aku pendam dalam hati.
  • suaraNya: “Aku mengerti apa yang kamu rasakan. Mereka mungkin tidak sempurna di matamu… TETAPI MEREKA ADALAH MILIK-KU. Aku mati bagi mereka dan bagi engkau. Sama seperti Aku begitu mengasihimu, begitu pula Aku mengasihi mereka

Saat itu gua menyadari kesalahan gua dan hanya bisa terdiam. Gua pun minta maaf kepadaNya dan minta dimampukan untuk berubah. Sekali lagi ada rasa beban yang hilang di dalam hati gua. Tuhan memulihkan gua dari sebuah perasaan yang terpendam. Gua percaya sekarang gua bisa melayani lebih baik, dan lebih tulus tanpa memandang ketulusan orang yang gua layani. Dari sini gua belajar… bahwa gua bukan orang sempurna, dan begitu juga banyak orang di luar sana baik yang seiman maupun tidak. NAMUN TUHAN MENGASIHI KITA SEMUA, dan DIA MEMILIKI KAPASITAS KESABARAN YANG LUAR BIASA… DIA SABAR MENUNGGU KITA UNTUK BERUBAH. Sekarang gua semakin mengerti maksud ayat ini:

1 Kor 13:4-8 – “KASIH ITU SABAR; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.”

Setelah itu, Dia kemudian berkata “tuliskan ini dalam blogmu”. Dan itulah sebabnya gua nulis ini sekarang.

Terpujilah Dia Tuhan yang mengerti isi hati kita, dan kepadaNya kita bisa terus – terang apa adanya. Dia mau memulihkan kita asalkan kita mau terbuka kepadaNya. Terpujilah namaNya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 5 Juni 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *