Mengungkapkan Kasih

Mengungkapkan Kasih

Hari ini saya giliran saya untuk membagikan bahan diskusi dan renungan di kelompok Full Gospel Business Man Fellowship International (FGBMFI) chapter Singapura Lucky Plaza. Dan saya baru mendapatkan bahannya kemarin ketika sedang mandi di rumah saya di Jakarta. Saat itu Roh Kudus mengingatkan saya untuk sharing mengenai topik “MENGUNGKAPKAN KASIH“.

Saya juga rasa ini adalah topik yang tepat untuk dibawakan di pertemuan hari ini karena kita baru saja melewati perayaan Sincia (tahun baru Imlek) dimana kita saling membagikan kasih (baik melalui angpao, kumpul makan bersama, dsb) dengan para anggota keluarga. Juga sebentar lagi kita juga akan merayakan hari Valentine dengan kekasih atau pasangan hidup kita.

Sebagai anak – anak Tuhan, kita sudah sering mendengar kotbah di gereja mengenai Kasih. Dan para hamba – hamba Tuhan juga tidak jemu – jemunya mengulangi topik ini. Sepertinya ini adalah topik yang sangat penting. Namun harus kita akui sering juga kita mengeluh “duh… KASIH lagi KASIH lagi… kapan NERIMA-nya ? :-P”. Saya yakin ada banyak alasan mengapa topik mengenai Kasih itu harus terus – menerus kita ingat dan resapi dalam perjalanan iman kita. Yang bisa saya dapatkan saat ini ada 2, yakni:

1. ALLAH yang kita sembah dan kagumi ADALAH KASIH ITU SENDIRI.
Ayatnya: 1 Yohanes 4:8 – Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

2. YANG TERBESAR ADALAH KASIH. Bisa dibaca sendiri di 1 Korintus 13:1-13. Saya kutip dari 1 Korintus 13:13 – Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Namun pertanyaan berikutnya APAKAH MELAKUKAN KASIH ITU MUDAH ? Menurut saya dan saya yakin banyak di antara kita yang setuju… ya SUSAH SUSAH GAMPANG. Karena itu semua bergantung kepada SIAPA YANG HARUS KITA KASIHI. Seperti yang kita ketahui sekarang bahwa ALLAH ITU ADALAH KASIH. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan… KASIHILAH MUSUHMU. Saya rasa mengasihi musuh kita adalah kasih yang tingkat tinggi… yang jujur saya katakan saya sendiri tidak yakin saya bisa melakukannya. Namun biar hari ini kita menyadari bahwa standard kasih Allah Bapa kita memang tinggi. Dan biar ketika kita melirik kepada kelemahan dan keterbatasan kita dalam mengasihi orang lain… kita justru semakin kagum dan respect dengan kasih Allah Bapa yang besar bagi kita semua.

Megasihi Pacar

Kalau mengasihi musuh adalah sulit maka mari kita coba dengan yang mudah. Saya rasa mengasihi yang paling mudah itu ketika kita mau mengasihi pacar kita (hayo yang sudah menikah coba dikenang – kenang kembali 🙂 ). Betapa indahnya waktu pacaran dahulu bukan ? Walaupun hujan badai datang menerpa, kalau sang kekasih minta dibelikan martabak manis yang khusus hanya dijual di pinggiran jalan A… apa pun tantangannya akan kita kerjakan bukan… bahkan sering tidak disuruh juga kita lakukan ya. Hari ini saya tidak akan bahas mengenai hubungan yang ini karena saya yakin saudara – saudara sekalian juga sudah pada pinter – pinter semua.

Yang ingin saya diskusikan dengan saudara adalah bagaimana kita bisa mengungkapkan kasih kita DALAM LINGKUP KELUARGA. Sebagai pria – pria pengusaha, kita bisa sibuk dengan usaha, mengejar kangtaw, melayani sana sini, tapi kita juga harus terus ingat peran kita sebagai seorang imam yang mengasihi keluarganya. Ada orang non Kristiani pernah bilang ke saya “percuma kamu sukses dan memiliki seluruh isi dunia ini, jika tidak ada keluarga yang kamu kasihi dan mengasihimu”. Saya setuju sekali dengan pendapat beliau ini.

Kasih itu sendiri TIDAK ADA ARTINYA KALAU TIDAK DIUNGKAPKAN. Misalnya saja deh seorang pemuda ganteng (seperti saya hihihi) suka dengan seorang wanita cantik, eh tapi pemuda tersebut tidak mau mengungkapkan isi hatinya. Sungguh malang wanita tersebut malah jatuh cinta dengan sahabat dari pemuda ini dan akhirnya menikah dengannya. Setelah menikah, suatu hari wanita ini bertanya kepada pemuda yang ganteng itu… “”kok kamu masih single terus ?”. Dan barulah dia bilang “habisnya gak nemu orang yang seperti kamu”. Dari situ wanita cantik itu baru tahu baru selama ini sang pemuda tersebut mengasihi dia… namun yah sudah telat… kenapa gak dari dahulu bilang sini suka sama situ gitu :).

Begitu juga dalam hubungan kita di keluarga. Seringkali kita menyakini diri kita “Bagi saya keluarga sangatlah penting”… tapi berapa banyak dari kita merasa gagap, gugup, dan plin plan ketika ditantang “ayo tunjukin dong katanya loe mengasihi keluarga”. Kalau itu adalah saudara… maka tenang… saudara tidak sendirian… yuk karenanya mari kita semua sama – sama belajar bagaimana kita bisa mengungkapkan kasih kita kepada keluarga kita tercinta.

Secara umum, kita bisa mengungkapkan kasih melalui 2 cara:

1. Secara verbal: dengan perkataan (lisan).

Verbal
Perkataan kita itu sangat luar biasa efeknya dalam hidup kita. Dengan perkataan kita bisa menghancurkan maupun membangun orang lain. Seringkali kita merasa malu mengungkapkan perkataan kasih ini entah karena faktor perbedaan generasi, adat istiadat, dan sebagainya. Ini harus kita rubah ! Kita harus kembali berpatokan kepada Tuhan kita. Allah Bapa yang kita sembah di dalam Trinitas agung bukanlah seorang pribadi yang pasif dan malu – malu mengungkapkan KasihNya secara verbal. Buktinya bisa kita baca sendiri di ayat Matius 3:16 -17 – Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Nah kalau Allah Bapa saja tidak malu – malu… mulai sekarang yuk kita biasakan mengutarakan perkataan – perkataan kasih seperti “papa sayang kamu” 🙂

2. Secara non verbal: dengan tingkah laku dan perbuatan / tindakan.

Papa Sayang Anak

Berkata – kata tidaklah cukup… kita sering dengar NATO: No Action Talk Only :). Kita juga harus menunjukan kasih kita dengan perbuatan kita. Allah Bapa di surga itu yang NOMOR SATU soal menunjukan kasihNya yang besar melalui tindakan. Kita bisa temukan di ayat – ayat berikut:

Yohanes 3:16 – Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Roma 5:8 – Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Dalam perumpamaan anak yang hilang kita juga baca di Lukas 15:20 – Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Kadang – kadang tindakan – tindakan kecil sangatlah efektif untuk mengungkapkan kasih kita. Ada banyak sekali yang bisa kita lakukan seperti memberikan pelukan, menuangkan teh, membantu bersih – bersih rumah, memberikan hadiah, dan sebagainya. Yuk mari kita semua juga jangan sampai menelantarkan ungkapan kasih non verbal :).

Sekarang kita sudah mengerti 2 macam ungkapan kasih, yakni verbal maupun non verbal. Tapi itu semua masih belum cukup, karena kita BISA MENGUNGKAPKAN KASIH YANG PALSU. Kita bisa berkata – kata yang manis dan melakukan perbuatan yang baik yang dari luarnya memang menunjukkan kasih, tetapi DENGAN MOTIVASI YANG SALAH. Motivasi itu ada di dalam hati dan HANYA TUHAN DAN DIRI KITA SAJA YANG TAHU. Karenanya penting sekali kita introspeksi diri apakah selama ini Kasih yang kita ungkapkan kepada keluarga kita adalah kasih yang sejati dan murni, Kasih yang timbul dan tumbuh karena Kasih Tuhan yang besar mengalir melalui hidup kita, atau hanya sebuah kasih yang egois dan palsu.

Mari kita buka ayat terakhir di 1 Korintus 13:4-7 – Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Permata Kasih

Itulah rumusan definisi KASIH yang paling LENGKAP sedunia yang tidak akan ditemukan di dalam tulisan – tulisan manapun di seluruh dunia. Rasul Paulus dengan pencerahan Roh Kudus menuliskannya dengan sangat tepat sekali apa itu esensi dari sebuah kasih. Biarlah kita terus – menerus merenungi apakah kita sudah bisa mencapai standard Kasih tersebut. Suatu kasih yang tidak memiliki motivasi yang salah maupun tersembunyi. Jujur saya katakan ketika saya berkaca melalui ayat ini dan mau terang – terangan sama Tuhan… saya merasa saya masih jauh sekali dari definisi kasih yang dituliskan di surat 1 Korintus 13 tersebut. Tetapi bersyukurlah kita semua dalam perjalanan iman kita masing – masing adalah manusia – manusia yang mau belajar dan bersedia untuk terus dibentuk. Biarlah telat daripada tidak sama sekali 🙂

Sebagai kesimpulannya, mari kita MENGASIHI KELUARGA KITA DENGAN KASIH YANG SEJATI, YAKNI KASIH YANG TURUN MENGALIR DARI TUHAN KE DALAM DAN MELALUI HIDUP KITA, YANG BISA KITA UTARAKAN BAIK VERBAL MAUPUN NON VERBAL. Tuhan Yesus memberkati !


Dibagikan oleh: Handy Tirta Saputra – Jan 2012
Dalam pertemuan FGBMFI Lucky Plaza – 28 Jan 2012
Tidak ada hak cipta – silahkan dikopi dan disebarluaskan
Hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *