Diary 6 Juni 2012 – Konseling Bersama Dengan Timothy

Konseling - PenulisHidupku.Com - 1Tadi siang seorang hamba Tuhan menelpon gua untuk membantu konseling dan melayani seorang saudara seiman. Anggap saja namanya Timothy (bukan nama aslinya). Dia terlibat affair dengan seseorang yang sudah menikah. Gua setuju untuk memberikan bantuan gua dan pada malam hari tadi pukul 20.30 waktu Singapura, kita bertemu untuk makan malam dan sambil curhat. Kita tidak langsung cerita ke topik utama, melainkan ke hal – hal yang biasa dahulu seperti pekerjaan, teman – teman, dan sebagainya.

Timothy terlihat begitu lesu dan sepertinya putus pengharapan. Kemudian dia mulai bercerita mengenai apa yang ia lalui. “Saya tidak tahu mengapa itu terjadi… saya hanya bisa menyalahkan diri saya sendiri sekarang ini.” Gua pun mulai menjelaskan mengenai dosa, konsekuensinya, dan juga pengampunan Tuhan. Jujur buat gua konselingin Timothy tadi itu tidak mudah. Entah kenapa ada begitu banyak penghalang rasanya Timothy tidak bisa menangkap sepenuhnya apa yang gua katakan. Sambil gua mendengarkan dia bicara, dalam hati gua juga terus tanya sama Tuhan mengenai apa yang harus gua perbuat.

Affair - PenulisHidupku.Com - 1Gua kemudian mulai sharing mengenai pengalaman gua bersama dengan Tuhan dan bagaimana Dia bekerja memulihkan hidup ini. Gua bisa rasakan bahwa setelah melalui sharing (kesaksian) inilah, penghalang tersebut mulai menghilang. Timothy bisa lebih menangkap apa yang maksud gua katakan. Dan kemudian dia mulai terbuka dan bercerita. Roh Kudus di dalam berkata dengan jelas kepada gua “jangan interupsi, biarkan dia bicara” saat itu. Dari sana terlihat bahwa Timothy memiliki rasa bersalah yang besar terutama terhadap Tuhan. Walaupun dia sudah meminta ampun berkali – kali rasanya terus – menerus masih tertuduh.

Dia juga merasa sangat bersalah kepada pasangan suami istri yang terlibat di dalam kasus ini. Dari sana dia juga bercerita bahwa selama ini dia juga belum bisa melepaskan dosa seksual dan ternyata kebiasaan untuk melakukan hubungan seks pra nikah sudah melekat dengan dirinya. Gua bilang ke Timothy bahwa kita belum menemukan root cause (akar permasalahan) yang sesungguhnya… mengapa dia ada kecenderungan untuk jatuh di area tersebut, namun kita berdua berdoa agar Tuhan sendiri yang menyingkapkannya. Timothy mau berkomitmen untuk mengenal Tuhan lebih lagi secara pribadi dan setuju untuk berdoa puasa bersama dengan gua.

Puasa - PenulisHidupku.Com - 1

Kita akan berpuasa meminta Tuhan hanya 1 hal, yakni semakin dalamnya hubungan pribadi Timothy dengan Dia. Dan kemudian kita berdua pun berdoa meminta kekuatan dari Tuhan. Setelah itu kita berjalan pulang bareng dan saling bercerita banyak hal – hal lainnya. Gua menyadari penghalang yang tadi gua rasakan sekarang sudah sirna. Dan gua merasakan bahwa gua harus bertemu dengan brother Timothy ini lagi untuk follow up. Bahkan sesering mungkin kalau bisa. Dahulu waktu gua sedang mengalami kesulitan, ada beberapa saudara seiman yang begitu mengasihi gua bahkan ada yang rela datang ketemuin gua jam 3 pagi. Gua merasa kali ini adalah kesempatan gua untuk membalas perbuatan mereka kepada orang lain, supaya nama Tuhan saja yang dipermuliakan.

Market Place - PenulisHidupku.Com - 1Gua bersyukur… boleh melayani bersama dengan Tuhan. Sebelum pulang gua berdoa dalam hati untuk menutup pelayanan ini. Gua minta maaf kepada Tuhan kalau ada yang kurang, dan tujuannya hanya untuk kemuliaan Dia. Dari sini gua berasa semakin dekat lagi dengan Tuhan. Memang Dia adalah Allah yang hidup yang mengerti segala pergumulan hidup kita. Pelayanan di luar gereja, dan di marketplace… rasanya ini tempat yang cocok buat gua.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 6 Juni 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

One thought on “Diary 6 Juni 2012 – Konseling Bersama Dengan Timothy

  1. Pingback: Kesaksian Saya: CINTA UNTUK RUMAHMU MENGHANGUSKANKU | Penulis Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *