Hukum Truk Sampah

Truk Sampah - PenulisHidupku.Com - 1Suatu hari saya naik sebuah taksi menuju ke bandara. Kami melaju pada jalur yang benar, ketika tiba – tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taksi menhijak pedal rem dalam – dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki – maki ke arah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai kepada orang tersebut. Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat. Saya bertanya “mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit”

Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampah“. Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti trus sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui di tempat kerja, di rumah, atau dalam perjalanan. Intinya orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari – hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini jangan diisi dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak. Hidup itu 10% mengenai apa yang kamu buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menyikapinya.

You choose to be happy or grumpy !

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tetapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan. Jangan pernah menghakimi orang lain. Biarlah kita menjadi pribadi bijak dan mencoba belajar mengerti orang lain.


Terima kasih kepada teman – teman di FGBMFI Susimata atas renungannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *