Kesaksian Gua: Kepada Siapa Kita Memberi ?

Memberikan Bantuan - PenulisHidupku.Com - 1

Semalam sehabis makan malam dengan keluarga ko Hartono, keluarga ci Esther, keluarga ci Elke, dan David, gua berjalan kaki pulang dari Cineleasure menuju Sophia Road. Di depan Plaza Singapura ada seorang kakek tua duduk di atas tikar kecil sambil menunduk ketiduran. Dia tampak kecapekan dan gua lihat dia menjual tissue di sana. Di depan dia terdapat sebuah gelas plastik kecil berisi uang hasil penjualan tissue yang secara keseluruhan kurang lebih ada 10 dollar. Sambil gua melewati kakek tua tersebut, tiba – tiba Roh Kudus berbicara di dalam hati gua “berikanlah dia uang”. Karena sudah kelewatan beberapa meter, dengan sejujur – jujurnya gua katakan sebenarnya gua merasa sangat malas untuk menghampiri kakek tua itu dan memberikannya uang. Tetapi seperti biasa gua menurut saja. Gua kemudian berbalik arah dan meletakkan uang gua di dalam gelas plastiknya. Sang kakek itu pun masih tertidur dan dia tidak mengetahui pemberian gua.

Memberi - PenulisHidupku.Com - 2Sambil gua melanjutkan perjalanan pulang, Roh Kudus mulai berbicara kembali di dalam hati gua. Dia bertanya dengan sangat sederhana “Kepada Siapa Kamu Memberi ?”. Dan gua jawab dalam hati “kepada si orang tua itu lah”. Dan Roh Kudus kemudian bertanya “Apa yang kamu rasakan ketika kamu memberi ?”. Gua jawab “ah biasa saja… tidak ada rasa yang istimewa. 2 dollar bagi saya adalah jumlah yang kecil.” Dan setelah itu Roh Kudus diam. Tetapi tiba – tiba di otak ini langsung bergema ayat – ayat di Alkitab dari:

Matius 25:39“…. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

1 Korintus 10:31“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.

Matius 6:13“…Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya”

Wajah Tuhan Yesus - PenulisHidupku.Com - 1Roh Kudus dengan lembut mengkoreksi gua. Dia berkata “motivasi kamu untuk memberi masih kurang benar. Kamu harus ingat bahwa segala sesuatu yang kamu lakukan adalah untuk Tuhan dan kemuliaannya. Lain kali jika kamu akan memberkati / membantu orang lain… lakukanlah itu semua untuk Tuhan“. Gua cuma bisa menjawab dengan enteng “ok… gimana caranya ?”. Roh Kudus dengan luar biasanya berkata begini “setiap kali kamu akan membantu orang lain, termasuk mereka yang paling hina… coba kamu bayangkan wajah mereka menjadi wajah Yesus. Ketika kamu melayani orang – orang yang terbuang atau tertolak… coba bayangkan mereka adalah Aku ,Yesus yang kamu kasihi dan engkau sedang melayaniKu. Aku tidak keberatan disamakan dengan mereka.” Gua cuma bisa terdiam dan kagum mendengar Roh Kudus berbicara seperti itu.

Sambil mendekati rumah, gua bayangkan seandainya gua bertemu dengan pengemis di jalanan dan wajah pengemis itu menjadi wajah Yesus… mungkin gak hanya 2 dollar yang gua berikan… mungkin gua ajak bicara… mungkin gua ajak makan malam…  mungkin gua lakukan lebih banyak hal lain lagi. Puji Tuhan, memang pengenalan pribadi akan Tuhan dan pendalaman akan FirmanNya melebihi pengetahuan belaka. Gua bersyukur Tuhan terus – menerus mengkoreksi gua dalam banyak hal. Dan kali ini berhubungan dengan panggilan hidup gua sebagai seorang pemberi. Memang Dia adalah Tuhan yang mampu menyelidiki hati kita sampai yang bagian yang paling dalam. Mari kita terus – menerus berhubungan denganNya setiap waktu. Terpujilah namaNya !


Tulisan ini ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 22 Juni 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *