Diary 28 Juni 2012 – Melayani… Melayani… Melayani… Lebih Sungguh

Pelayanan Cinta Kasih - Perduli - PenulisHidupku.Com - 1

Tadi siang sekitar pukul 3, gua tiba – tiba kepikiran mengenai Susan (bukan nama aslinya), seorang wanita yang selama beberapa minggu terakhir ini gua layani dalam caring ministry. Susan sedang menghadapi masalah pernikahan dengan suaminya Sam (juga bukan nama aslinya). Dan tiba – tiba tadi siang di kantor gua timbul perasaan kasihan yang mendalam kepada Susan. Sampe rasa tersebut terasa secara fisik di hati (jantung) gua loh. Setelah gua selesaikan pekerjaan gua hari ini pada pukul 5 sore, gua menerima telpon dari Susan. Sambil menangis dia menceritakan beberapa hal. Gua kemudian bergegas menuju lokasi dimana dia berada.

Sesampai gua di sana, gua melihat Susan sedang menyeka air matanya dengan tissue. Gua bertanya sama Tuhan mengenai apa yang harus gua lakukan. Dan Roh Kudus cuma bilang “temani saja mereka”. Cuma sekedar menemani… jadi gua gak perlu ceramah ini itu soal Firman Tuhan hehehe. Dan tak lama gua bertemu juga dengan Sam, suaminya Susan, yang sedang panas. Susan dan Sam sedang dalam proses pindah rumah… jadi saat itu barang – barang di rumah begitu berantakan. Gua pun mulai ikut membantu mereka berdua mengepak barang dan membuang barang – barang yang tidak terpakai. Sesekali Sam dan Susan curhat kepada gua secara terpisah. Dan gua cuma bisa mendengarkan keluh kesah mereka.

Ternyata malam sebelumnnya Susan dan Sam sudah dikonseling oleh seorang pendeta bersama dengan istrinya. Bahkan mereka sudah saling membasuh kaki sama lain. Namun entah kenapa masih saja ada jurang pemisah di antara Sam dan Susan. Mereka sudah saling memaafkan, namun Susan tidak suka kalau ada kontak fisik (sentuhan, pelukan, dsb) dengan Sam. Beberapa kali Sam juga terlihat tersinggung, marah, dan bertanya ke Susan dia maunya apa. Saat – saat itu gua cuma bisa menjadi penengah, meminta Sam agar dengan sabarnya memberikan Susan sedikit ruang gerak. Dan puji Tuhan baik Sam maupun Susan mendengarkan saran yang gua berikan.

Tiba – tiba Susan mulai berubah… sambil membereskan barang dia mulai berkomunikasi dengan Sam secara normal. Setelah kita semua hampir selesai pindahin barang dari loteng ke lantai dasar, Sam kemudian menunjukkan kepada Susan bahwa dia sudah berhasil mendapatkan work permit di Singapura. Susan kemudian memberikan ucapan selamat dan mencium tangan Sam… wow :). Dan tadinya Susan mau pindah ke rumah tantenya sendirian naik taksi sementara Sam bersama dengan banyak barang – barang lainnya akan pindah ke rumahnya sendiri. Tetapi puji Tuhan… Susan dan Sam kemudian setuju untuk nganterin barang mereka bareng – bareng. Jadi kita mengantar Susan dahulu ke rumah tantenya di Toa Payoh.

Di dalam perjalanan semua begitu normal. Seakan – akan tidak ada masalah apa pun di antara mereka. Setelah drop barang di Toa Payoh, kita bertiga kemudian jalan lagi menuju Boon Keng MRT station. Di sana Susan turun untuk naik MRT karena dia mau bertemu dengan saudaranya di Sentosa. Gua dan Sam kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Balestier. Sampai di sana kita turunkan kulkas yang berat itu, dan Sam kemudian harus berangkat lagi untuk menjemput karyawan dia dan mengambil sisa barang – barang lainnya dari Kovan. Selama satu jam gua menunggu, gua terus berbicara sama Tuhan… gua tanya Tuhan mengenai bahan sharing yang akan gua bagikan di gereja Kingdom of Christ hari Minggu ini. Puji Tuhan… gua mendapatkan beberapa masukan dariNya mengenai apa yang mau Ia sampaikan.

Setelah Sam kembali, gua pun mulai membantu dia memasukan barang ke tempat tinggal dia yang baru. Rasanya capek dan gerah banget, namun gua tahu ini semua adalah bagian dari pelayanan. Sambil gua mengangkat barang tiba – tiba gua bertemu dengan pastor Tan Ye Peng dari City Harvest dan Abraham dari Taiwan. Gua gak tau mesti bicara apa… gua hanya bisa memandang mereka… setelah beberapa detik berlalu gua baru sadar bahwa seharusnya gua menyapa mereka dan mengatakan bahwa gua akan terus mendukung dan mendoakan pastor Tan dan gereja City Harvest. Tetapi saat itu Tuhan berbicara di dalam diri gua “bagianmu adalah mendoakan mereka saat ini”. Dan gua langsung berdoa buat pastor Tan di dalam hati. Setelah beberapa kali naik turun puji Tuhan akhirnya semua barang Sam selesai juga diangkat. Namun sayangnya kamarnya Sam terkunci, jadi seluruh barang harus ditaruh di luar. Karena itu juga Sam malam ini tidak memiliki tempat untuk tidur. Karenanya sekarang dia menginap di rumah gua.

Gua sadar bahwa pelayanan itu tidak hanya hal – hal yang berbau rohani. Segala sesuatu itu bisa menjadi pelayanan asalkan motivasi kita di dalam hati benar. Dari pengalaman gua hari ini… Tuhan suruh gua hanya sekedar MENEMANI dan itu saja sudah menjadi suatu pelayanan. Sekarang gua semakin termotivasi untuk melayani… melayani… melayani… lebih sungguh :). Selamat malam. Tuhan Yesus memberkati 🙂


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 29 Juni 2012, 1:29 AM.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *