Sebuah Kesaksian Mengenai Pelayanan Sederhana Namun Dengan Kasih Yang Besar

Bunda Theresa - PenulisHidupku.Com - 1Ibu Theresa pernah berkata bahwa LEBIH PENTING melakukan PEKERJAAN KECIL DENGAN KASIH YANG BESAR, dibandingkan melakukan pekerjaan besar dengan kasih yang kecil. Tadi siang saya menemani om Wally yang baru kembali dari pelayanan di berbagai daerah di Indonesia, dan beliau membagikan kepada saya sebuah kesaksian mengenai pelayanan dari seorang hamba Tuhan yang begitu sederhana namun penuh dengan kasih. Semoga kesaksian ini menjadi berkat bagi kita semua.

Ada seorang ibu yang tinggal di daerah Jawa Barat. Indri adalah namanya dan  dia terpanggil untuk melayani sekelompok orang – orang yang miskin, minim, dan seringkali dipandang hina oleh banyak masyarakat di sekitarnya. Banyak dari mereka belum pernah mendengar maupun mengenal siapa itu Tuhan Yesus. Dan dengan penuh kasih ibu Indri melayani full time dengan tujuan untuk memperkenalkan cinta kasih Allah kepada mereka. Tidak seperti hamba – hamba Tuhan kebanyakan lainnya yang penuh dengan karisma ketika berbicara di atas mimbar, ibu Indri membagikan Firman Tuhan dengan cara yang begitu sederhana dan menggunakan perbendaharaan kata – kata yang begitu polos. Dia pun tidak suka berbicara sambil berdiri di depan. Dia lebih suka berbicara sambil duduk bersama dengan jemaat dan melayani mereka satu persatu dari hati ke hati. Itulah sebabnya jemaat yang dliayani merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dan mereka bisa menangkap Firman Tuhan yang dibagikan. Puji Tuhan sekarang jemaat yang ibu Indri layani berjumlah 60 orang. Dan minggu yang lalu (dari saat tulisan ini dibuat) ada 5 orang yang dibabtis.

Ibu Indri bukanlah orang yang kaya raya. Ia hanya seorang ibu yang sangat sederhana. Namun hatinya penuh dengan belas kasihan, dan kasih yang begitu lugu bagi jiwa – jiwa tersebut. Itu sebabnya seluruh uang pribadi yang ia miliki, dipakainya untuk pelayanan. Namun karena keterbatasan dana, ia tidak bisa mengadakan ibadah setiap minggu. Terkadang satu bulang sekali, dan terkadang 2 minggu sekali. Ibadahnya pun sangat sederhana. Tidak ada alat musik di sana, dan mereka bergiliran pindah dari rumah ke rumah. Karena faktor kemiskinan, sebagian besar dari jemaat di sana tidak mampu membeli Alkitab, namun begitu haus akan Firman Tuhan. Banyak dari mereka memohon kepadanya “tolong ibu… sempatkan minggu ini kita beribadah, kita hanya mau mendengar satu ayat saja dari ibu”. Dan jiwa – jiwa yang haus dan lapar akan kebenaran Firman Tuhan itulah yang terus menerus memacu pelayanan ibu Indri.

Kaum Miskin Di Indonesia - PenulisHidupku.Com - 2Jemaat yang dilayani oleh ibu Indri adalah sebuah komunitas yang sangat kecil dan dari segi finansial terus terang mereka tidak bisa membantu ibu Indri karena banyak dari mereka masih terus – menerus berjuang mempertahankan hidup dari hari ke hari. Walaupun tidak ada dukungan dana dari jemaat, semangat ibu Indri sama sekali tidak mengecil, malahan terus membuatnya semakin semangat untuk melayani Tuhan dan menyelesaikan panggilannya. Puji Tuhan ibu Indri sering dipanggil oleh beberapa gereja untuk membagikan kesaksian hidupnya dan biasanya setelah kebaktian ia mendapatkan persembahan kasih. Namun uang itu tidak ia nikmati sendiri. Sebagian besar ia tabung dengan sabar dan ia gunakan untuk membantu jemaatnya untuk keluar dari garis kemiskinan.

Uang tersebut digunakan olehnya untuk menyicil pembuatan gerobak. Karena terbatasnya dana, satu gerobak bisa memakan waktu sampai 3 bulan untuk selesai. Kadang – kadang ia hanya sanggup membeli roda nya terlebih dahulu, bulan depannya  ia menyicil untuk membeli kayunya, dan seterusnya. Setelah gerobak yang sangat sederhana itu selesai, gerobak itu kemudian diserahkan kepada jemaatnya yang membutuhkan SECARA PERCUMA. Ibu Indri juga melatih mereka untuk membuat dan memasak mie. Dengan cara itu ibu Indri mengajarkan jemaatnya untuk berdagang mie keliling, dengan harapan mereka bisa mendapatkan penghasilan dan kehidupan yang lebih layak.

Gerobak Mie Ayam - PenulisHidupku.Com - 1

Nasi Bungkus - Penulis Hidupku.Com - 1Suatu hari ibu Indri merasakan adanya kerinduan yang besar di hatinya ingin memberkati setiap anggota jemaatnya dengan nasi bungkus seharga 10,000 rupiah/bungkus.  Padahal saat itu ia sama sekali tidak memiliki uang, dan ia hanya bisa terus – menerus berdoa kepada Tuhan. Setelah beberapa waktu dan melalui banyak jerih payah, akhirnya ibu Indri berhasil mengumpulkan uang untuk membelikan mereka nasi bungkus.  Suatu hari setelah selesai kebaktian, ia membagikannya kepada para jemaatnya. Dan mereka menerima dan menikmatinya dengan suka cita. Sebuah makanan yang sederhana. Nasi bungkus seharga 10 ribu rupiah. Namun itu membuat hati ibu Indri begitu puas dan bersuka cita.

Menangis - PenulisHidupku.Com - 1Setelah selesai makan, ada seorang ibu dan anaknya menghampiri ibu Indri dan berkata kepadanya “Terima kasih ibu atas makanannya. Tuhan begitu baik dan memberkati ibu. Sudah 2 hari kami berdua belum makan karena di rumah kami sudah tidak memiliki apa – apa lagi”. Pada hari itu sang ibu dan anak berbagi satu nasi bungkus , dan satunya lagi mereka simpan untuk keesokan harinya. Ibu Indri merasa begitu terharu dan mulai mengerti mengapa Tuhan menaruh kerinduan di dalam hatinya untuk membelikan nasi bungkus bagi jemaat ini. Itulah sebabnya terkadang ibu Indri merasa sedih jika melihat orang menghambur – hamburkan uang mereka, karena ada banyak saudara – saudari yang begitu kekurangan… bahkan untuk makan saja begitu sulit.

Handphone - PenulisHidupku.Com - 1Suatu waktu ada seorang ibu ingin melahirkan dan ia tidak punya uang sama sekali. Ibu Indri bergegas mengantarkan ibu tersebut ke rumah sakit dan tetap bersedia menolong padahal saat itu ia sendiri juga tidak punya uang sama sekali. Sampai di rumah sakit ibu Indri hanya bisa berdoa “Tuhan, aku tidak punya uang sama sekali. Bahkan untuk membayar biaya parkir kendaraan saja saya tidak punya. Sekarang saya rindu ingin menolong ibu ini melahirkan. Tuhan saya relakan handphone saya ini untuk dijual. Tolong Tuhan kirim orang yang bersedia untuk membelinya”. Singkat cerita ibu Indri mengalami mujizat yang luar biasa, tiba – tiba ada orang menelpon dia dan memberikan bantuan untuk membayar biaya rumah sakit. Handphone nya tidak harus dijual. Ketika ia sampai ke lapangan parkir, dia masih tidak memiliki uang parkir. Tiba – tiba ada orang yang Tuhan kirim untuk membayarkan uang parkir bagi ibu Indri. Sampai ke hal yang paling kecil pun, Tuhan mencukupi kebutuhan hambaNya.

Setelah mendengarkan kesaksian tersebut dari om Wally, saya cuma berbisik dalam hati bahwa ternyata masih ada yah orang – orang yang dengan tulus melayani apa adanya dan memberikan segalanya bagi mereka yang dipandang hina maupun diremehkan oleh masyarakat. Saya jadi teringat dengan perkataan pak Felix Lo bahwa hati Tuhan dekat dengan mereka – mereka yang miskin dan tertindas. Itu sebabnya ketika kita melayani mereka, kita juga sedang melayani Tuhan kita di surga.

Matius 25:40 – “Dan Raja (Tuhan) itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Matius 25:45 – “Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang TIDAK kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu TIDAK melakukannya juga untuk Aku.”

Yesus bersama Orang Miskin - PenulisHidupku.Com - 2

Saya merasakan bahwa membantu pelayanan ibu Indri adalah ladang yang subur. Bersama dengan om Wally, saya sedang memulai menabur di sini. Bukan jumlahnya yang penting, dan Tuhan lebih memperhatikan kerinduan hati kita untuk bersedia memberkati. Bagi saudara – saudari yang terbeban ingin membantu juga bisa menghubungi saya, nanti saya mintakan nomor telepon ibu Indri dan saudara / saudari bisa menghubungi beliau secara langsung.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 18 Juli 2012.
Terima kasih kepada om Wally atas sharingnya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

2 thoughts on “Sebuah Kesaksian Mengenai Pelayanan Sederhana Namun Dengan Kasih Yang Besar

  1. Pingback: Diary 25 Juli 2012 – Makan Malam Bersama Dengan Om Wally, Patrick, Dan Teeban | Penulis Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *