Diary 28 Juli 2012 – Wisata Kuliner Bersama Patrick dan Om Wally Jozef

Tugu Peringatan Bom Bali 12 Oktober 2002 - PenulisHidupku.Com - 1Pagi ini (28 Juli 2012) dari pantai Kuta gua kembali menuju ke hotel di jalan Legian karena brother Patrick ternyata sudah sampai di sana. Senang sekali bisa bertemu dengan brother yang satu ini dan rencananya hari ini kita akan mengadakan wisata kuliner… yey ! Kita kemudian berhenti sejenak di tugu peringatan bom Bali yang pertama yang ternyata letaknya hanya 100 meter dari hotel dimana gua menginap. Bro Patrick menjelaskan kepada gua tempat dimana bom meledak yang sekarang ini menjadi lapangan parkir, dan membawa gua melihat nama – nama orang yang tewas di sana. Ternyata mayoritas berasal dari negara Australia. Gua bersyukur bahwa lembaran gelap tersebut telah berlalu, namun kita tidak bisa kehilangan kewaspadaan. Semangat terorisme dan pemecah belah tetap bisa menyusupi bangsa Indonesia.

Nama Nama Koraban Bom Bali 2002 - PenulisHidupku.Com - 1

Gua berdoa agar keluarga korban yang ditinggalkan baik di bom pertama maupun yang kedua sudah mengalami pemulihan sepenuhnya. Biar kasih Yesus menghiburkan dan membalut setiap hati yang terluka. Dari sana kita kemudian makan nasi ayam dan tempatnya cukup unik karena bentuknya lesehan seperti di jawa Tengah dan di bawah kita adalah kolam ikan. Makanannya juga enak banget, dan bener – bener recommended deh. Sambil makan gua ngobrol – ngobrol dengan brother Patrick dan gua mendengarkan ceritanya bagaimana dia kenal dengan istrinya. Gua juga sharing kepada brother Patrick mengenai pergumulan gua dengan “si dia”. Brother Patrick mendengarkan dengan perhatian penuh dan dia bertanya “orangnya tahu kalau mas Handy suka sama dia ?” Gua hanya bisa menggeleng – geleng.

Nasi Ayam - Kuliner Di Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Dengan bijaksana brother Patrick memberikan gua nasehat untuk mencoba mengungkapkan perasaan gua kepada si dia. Walau pun dia sudah memiliki pacar, paling tidak dia tahu perasaan gua, demikian intinya yang brother Patrick sampaikan. Gua sedikit mendesah namun juga gua mencoba menyakinkan diri untuk mengambil tindakan tersebut sekembalinya gua ke Singapura. Dari sana kita kemudian pergi mengunjungi monumen perjuangan rakyat Bali. Di tempat itu ada beberapa turis dari Korea dan bagi gua bangunannya masih lebih bagus daripada monas hehehe.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali - PenulisHidupku.Com - 2

Monumen Perjuangan Rakyat Bali - PenulisHidupku.Com - 3Di dalam monumen itu kita naik sampai ke atas… wuih capek juga karena mesti naik tangga putar. Sampai di atas gua dan Patrick mengambil beberapa foto. Brother Patrick juga kasih tau dimana letak kantor Gubernur, tempat perjuangan rakyat Bali, dan juga gereja Katolik yang memiliki artistektur khas Bali. Kita bercakap – cakap mengenai hari – hari besar di Bali seperti pagar besi, dimana umat Hindu mendoakan barang – barang mereka yang terbuat dari besi. Sungguh hal yang cukup menarik dan dari sana gua baru sadar ternyata anak sekolah di Bali memiliki lebih banyak hari libur daripada propinsi – propinsi lainnya di Indonesia :). Juga terlihat saat ini adalah musim bermain layangan dan banyak layangan besar yang menghiasi angkasa pada siang ini.

Babi Guling - Wisata Kuliner Di Bali - PenulisHidupku.Com - 2Setelah puas foto – foto di sana gua dan brother Patrick kemudian melanjutkan wisata kuliner kita hehehe… mangsa kita berikutnya adalah babi guling khas Bali… hmmm. Dan memang babi guling di sana itu enak banget. Sambil menikmati makanan gua dan Patrick kembali ngobrol – ngobrol. Dia bercerita mengenai pamannya yang begitu ia kasihi dan rindukan yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Sampai hari ini dia masih tetap merasakan kehilangan. Gua kemudian berbagi beberapa kesaksian dan juga menjelaskan sedikit mengenai blog ini (penulishidupku.com).

Babi Guling - Wisata Kuliner Di Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Brother Patrick mengingatkan gua untuk membelikan oleh – oleh buat “si dia” dan gua menurut. Dan setelah itu kita sampai di satu toko yang besar, 2 tingkat dan isinya segala macam barang – barang cindera mata. Sebagian besar adalah barang – barang ukiran dan lukisan sih. Dan gua membeli kalung pergelangan tangan dari kayu dengan nama yang dibakar. Brother Patrick yang nawar dengan tukangnya dan dia memang jago nawar hehehe. Selain buat diri gua, gua beli 6 buah kalung lagi. 3 untuk teman gua lelaki dan 3 untuk teman gua yang perempuan.

Kalung Pergelangan Tangan Dari Kayu - Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Setelah selesai belanja… guess what ? Kita melanjutkan kembali hunting kuliner kita. Kali ini gua akan mencoba sate penyu, yang dijual di pinggiran jalan. Sambil duduk di emperan jalan, gua dan bro Patrick menikmati sate daging dan darah penyu tersebut… wuiihh enak banget. Rasanya manis sesuai banget dengan selera gua, dan amat sangat murah, asalkan tidak risih dengan serangan pasukan udara (lalat) saja. Bersama dengan kita juga ada sepasang suami istri dari Singapura yang makan di sana… hmm well done Singaporean :).

Sate Penyu - Wisata Kuliner di Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Sate Penyu - Wisata Kuliner di Bali - PenulisHidupku.Com - 2

Sate Penyu - Wisata Kuliner di Bali - PenulisHidupku.Com - 3

Sore Di Pantai Kuta - PenulisHidupku.Com - 1Dari sana, brother Patrick kemudian nge-drop gua di pantai Kuta karena gua mau berfoto – foto sebentar. Di sana gua merasa tenang sekali, ada banyak turis dari berbagai macam negara berada di sana untuk menikmati sunset. Gua melihat keluarga – keluarga saling bencengkrama dan juga melihat pasangan – pasangan muda saling berpelukan dan berfoto. Gua cuma bisa bersyukur karena gua bisa menikmati keindahan di pantai pada sore ini.

Penyertaan Tuhan begitu luar biasa, dan seminggu terakhir ini gua merasa amat sangat diberkati sekali. Gua berjanji bahwa gua tidak akan merasa sedih lagi dan akan bersikap positif menghadapi mada depan bersama dengan Dia. Gua percaya Tuhan sudah menyediakan hanya yang terbaik bagi gua dan pada saatNya segala sesuatu akan menjadi indah.

Gang di Kuta Bali - PenulisHidupku.com - 1Gua kemudian kembali ke hotel gua di jalan Legian, tapi kali ini gua mengambil rute yang berbeda dengan melalui gang – gang kecil. Gua melihat banyak turis – turis bule pun kembali ke hotel mereka setelah seharian mereka berjemur di pantai. Sempat juga tersesat berkali – kali hehehe, dan sesampai di Legian berkali – kali didekati oleh orang – orang yang entah kalau tidak menawarkan jasa money changer, ya menawarkan wanita atau pijat.

Gua bersyukur gua gak butuh gituan dan sesampai di hotel, ternyata om Wally sudah menunggu di lobby. Setelah beres – beres sebentar, gua dan om Wally kemudian pergi keluar untuk makan malam.

Warung Made - Bali - PenulisHidupku.Com - 1Kita pergi ke sebuah tempat makan yang bernama Warung Made dan sepertinya 70% dari orang yang makan di sana adalah orang – orang Barat. Suasananya enak dan makanannya juga tidak mahal. Hampir sama dengan harga food court di Singapura deh.  Sambil makan seperti biasa gua berbincang banyak hal dengan om Wally. Dan tidak lupa om Wally bertanya mengenai “si dia”. Gua menjawab apa adanya bahwa gua belum sempat bicara dengan “si dia” karena dianya sibuk selama sebulan terakhir dengan kegiatannya.

Om Wally seperti biasa dengan sabarnya menasihati gua agar jangan menunda – nunda lagi. Gua bersyukur atas perhatiannya yang begitu baik kepada gua. Kita juga saling sharing mengenai pelayanan Full Gospel dan Gideon. Om Wally ternyata akan pergi pelayanan lagi dari awal sampai pertengahan Agustus 2012. Gua benar – benar salut bahwa dia memang pekerja keras bukan hanya dalam bisnis tetapi juga di dalam pelayanan. Mumpung masih diberikan kekuatan fisik dan mampu untuk berpergian, maka digunakan untuk melayani Tuhan demikian tambahnya.

Setelah selesai dinner gua diantar kembali ke hotel. Gua berterima kasih atas pelayanan dan keramahtamahan dari om Wally beserta Patrick yang begitu baik kepada gua selama beberapa hari gua menetap di Bali. Keesokan harinya gua akan kembali ke Singapura dan pasti gua akan balik lagi ke Bali dalam waktu dekat ini.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 9 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *