Diary 3 Agustus 2012 – Pelayanan Membangun Rumah Di Batam Bersama Dengan Habitat Dan Fuji Xerox Singapore

Habitat Indonesia - PenulisHidupku.Com - 1

Pagi ini gua bersyukur bisa bangun tepat waktu padahal cuma istirahat sekitar 2 jam. Gua kemudian naik taksi untuk mampir terlebih dahulu ke kantor untuk mengambil kaos seragam Habitat dan setelah itu menuju ke Harbourfront. Total ada 10 orang yang akan berangkat ke Batam pada pagi hari itu. Ini adalah pilot project dari perusahaan kami dalam kolaborasi bersama dengan Habitat sebagai bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility). Dan kalau perjalanan ini berhasil maka manajemen perusahaan kami akan mengijinkan pemberian bantuan dalam skala yang lebih besar dan melibatkan banyak orang. Jadi intinya kita bersepuluh ini menjadi semacam kelinci percobaan :).

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 4

Pagi itu kami pun menempuh perjalanan sekitar 30 – 45 menit dari Harbourfrount menuju pelabuhan Sekupang. Sesampai di sana kita bertemu dengan 2 orang dari perwakilan Habitat Indonesia dan tak lama kemudian mobil dari hotel Harris datang untuk membawa kami ke site tempat kami membangun rumah. Sebelumnya profil keluarga yang akan kami bantu sudah dikirimkan beserta dengan foto – foto mereka sehingga kami tahu dengan pasti siapa mereka. Setelah setengah jam perjalanan menggunakan mobil kami pun sampai ke sebuah perkampungan yang bernama kavling Kamboja. Itu adalah sebuah perkampungan yang sangat sederhana dan begitu banyak ayam yang berkeliaran.

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 3

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 1Kami pun mulai diperkenalkan kepada keluarga yang akan kami bantu dan juga diberikan beberapa briefing mengenai keamanan. Sebelum pukul 9 pagi waktu Batam, kami memulai pekerjaan untuk membangun rumah. Yang paling awal kami lakukan adalah mengangkut bata – bata dan kami melakukannya dengan saling mengoper. Setelah itu kami pun mulai menyusun bata – bata yang ada. Cukup mudah sih, sama seperti bermain lego, cuma bedanya bata – bata tersebut cukup berat. Hari ini di Batam begitu panas… kami orang – orang kantoran yang terbiasa bekerja di ruangan AC berkali – kali harus mengambil istirahat kecil dan minum air. Beberapa orang di sana yang membantu kami adalah umat Muslim dan mereka menjalankan puasa… betapa hebatnya mereka bisa kuat seperti itu.

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 2Setelah selesai menyusun bata, di lapisan ke delapan kami menggunakan bata yang sedikit berbeda. Kemudian kami menuangkan semen ke atasnya. Setelah itu hari sudah siang dan saatnya kami istirahat makan siang sambil menunggu semen kering. Karena hari ini adalah hari Jumat, maka kami juga harus menunggu beberapa pengawas untuk menyelesaikan sholat mereka, jadi jam istirahat kami lebih panjang… wuiiih… puji Tuhan. Waktu yang ada selama makan siang gua pakai untuk berfellowship dengan pemilik rumah dan tetangga – tetangganya. Mereka begitu ramah dan terbuka. Pemilik rumah bercerita bahwa istrinya yang sekarang adalah istri yang kedua, setelah yang pertama itu bercerai.

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 5Dan mereka juga bercerita kepada gua bahwa pada bulan Maret 2012 yang lalu mereka kehilangan anak sulung mereka, seorang perempuan berusia 7 tahun yang meninggal di rumah sakit karena muntah – muntah darah. Mereka berharap dengan adanya rumah yang baru ini mereka juga bisa memulai lembaran kehidupan yang baru.

Sekarang ini mereka hanya memiliki seorang anak perempuan kecil berusia 3 tahun bernama Ganaya, yang terus – menerus masih menanyakan soal kepergian kakak perempuannya. Dalam hati gua sangat bersyukur atas apa yang gua miliki karena kondisi kehidupan gua lebih diberkati dibandingkan dengan mereka.

Saat makan siang gua makan bersama dengan tetangganya yang beragama Katolik karena kita menghormati pemilik rumah yang sedang menjalankan puasa. Ibu di rumah tersebut berasal dari Medan dan ia memiliki 4 orang anak. Gua senang sekali mengambil foto anak – anaknya karena mereka begitu polos dan suka bergaya hehehe. Sambil makan gua melihat mereka hanya makan nasi dan sedikit sayur hijau. Gua kemudian membagikan kerupuk dan ayam kecap yang gua miliki. Beberapa teman juga memberikan buah – buahan kepada mereka. Anak – anak begitu sopan, mereka mengucapkan terima kasih atas pemberian kita.

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 6

Kemudian gua berjalan – jalan untuk melihat keadaan di kampung. Tempat itu terasa begitu sepi dan ada banyak bangunan yang setengah jadi. Tanah di Batam begitu keras, tandus, dan mengandung banyak kapur. Siang yang terik itu dengan mudah bisa membuat orang dehidrasi dan pingsan demikian pikir gua sambil menelusuri kampung. Setelah beristirahat, kita kemudian melanjutkan pekerjaan kita membangun rumah. Kali ini kita membangun septic tank, dan kita harus menggali tanah sedalam 1.5 meter. Itu bukanlah hal yang mudah karena tanah di sana begitu keras, namun perlahan – lahan kami akhirnya mampu menyelesaikan juga.

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 7

Setelah pukul 3 siang akhirnya kami menyelesaikan tugas kami. Rasanya capek sekali dengan kulit yang terbakar sengatan sinar matahari. Namun ada kepuasan tersendiri di dalam hati. Kami pun berfoto – foto sebentar dan pemilik rumah kemudian menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada kami semua. Dalam satu hari itu kami berhasil menyelesaikan septic tank, dan tembok sebesar 30%. Kata pengurus dari Habitat itu adalah kemajuan yang sangat cepat apalagi dengan orang hanya berjumlah 10 orang dalam waktu kurang dari sehari. Kami pun mengucapkan salam perpisahan dengan keluarga dan tetangga – tetangganya.

Fuji Xerox Singapore CSR - Habitat - Batam - PenulisHidupku.Com - 8

Pulang ke Singapura, di atas ferry hampir dari kami semua ketiduran karena capeknya. Dengan kondisi kami yang sudah sebaik ini di Singapura seringkali kami lupa bersyukur. Sekarang setelah melihat apa yang saudara – saudari kami lalui di Batam, kami jadi sadar betapa baiknya Tuhan yang telah memberkati kami sedemikian banyak dan membangun kerinduan dalam diri kami untuk terus menjadi berkat bagi banyak orang.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 9 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

One thought on “Diary 3 Agustus 2012 – Pelayanan Membangun Rumah Di Batam Bersama Dengan Habitat Dan Fuji Xerox Singapore

  1. Saya, Agnes Dhamayanti, reporter majalah online Batam Pos, ingin membuat liputan tentang kiprah Habitat di bidang sosial. Saya membutuhkan contact person ketua Habitat di Batam. Bagaimana saya bisa mendapatkannya. Jika ada bisa menghubungi saya di 081270089343 atau membalas ke email saya agnes_dhamayanti@yahoo.com. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *