Diary 19 Agustus 2012 – Berburu Foto Saat Sholat Idul Fitri

Museum Bahari - PenulisHidupku.Com - 1Hari ini (19 Agustus 2012) adalah hari yang begitu istimewa bagi seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Ini adalah hari “kemenangan” bagi saudara – saudari kita yang sudah menunaikan ibadah puasa selama sebulan. Dan seperti event – event lainnya, kita mencium “peluang mendapatkan obyek foto yang indah” di udara.

Pagi – pagi pukul 4 subuh, gua sudah kembali dari dunia mimpi dan badan terasa segar sekali. Bersama dengan bokap, cici, dan grup foto grafi GPA kita semua akan berburu foto bersama. Gua, bokap, dan cici sebenarnya sudah sampai di lokasi pertemuan (Museum bahari) sejak pukul 5, tetapi gua ketinggalan alat pembidik di rumah sehingga mau gak mau harus balik lagi deh ke rumah. Setelah ambil kamera yang tadinya tertinggal, kita sempat kesulitan menemukan jalan keluar dari kompleks perumahan sekitar karena banyak jalan ditutup untuk sholat idul fitri.

VOC Galangan - PenulisHidupku.Com - 1

Akhirnya pada pukul 5.30 kita sampai kembali di Museum Bahari dan bersama dengan para sesepuh dunia fotografi di grup GPA kita semua pun mulai beraksi. Pemandangan khas Jakarta yang penuh ironis seperti tumpukan sampah, jalan – jalan setengah becek, dan kali mampet karena limbah plastik, mewarnai pemandangan yang ada. Sesekali terlintas di pikiran dan hati, sebuah harapan akan “jakarta yang baru” sesuai dengan slogan pasangan calon gubernur DKI pasangan Jokowi dan Ahok.

Perkampungan dekat Pelabuhan Sunda Kelapa - PenulisHidupku.Com - 1Kita kemudian melangkahkan kaki kita memasuki perkampungan melalui gang – gang yang kecil. Di sana terlihat banyak aktifitas pagi. Anak – anak kecil berlarian dengan senang dan banyak dari mereka sedang berpakaian rapi untuk menghadiri suatu ibadah penting, yakni sholat Idul Fitri di pelabuhan Sunda Kelapa.

Setelah beberapa menit melalui jalan – jalan sempit, dan menghirup aroma ikan asin yang dikeringkan, kita pun tiba di pinggir sebuah kali yang menjadi tempat berlabuh beberapa perahu dayung, yang juga adalah sarana transportasi umum masyarakat sekitar. Untuk menaiki perahu tersebut para penumpang cukup membayar uang yang relatif murah.

Seluruh grup GPA kemudian beraksi. Ada banyak human interest di sana yang membuat gua bergairah. Namun kita harus berhati – hati melangkahkan kaki kita karena tempat pijakan kita cukup sempit dan beberapa terbuat dari kayu yang sepertinya tidak begitu kuat menahan beban kita semua :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:).

Jembatan Di Dekat Pelabuhan Sunda Kelapa - PenulisHidupku.Com - 1

Kali di dekat PSK - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku.Com - 1

Semula hanya beberapa orang saja yang lewat dan menaiki perahu – perahu yang ada. Namun lama – kelamaan arus pengunjung meningkat. Para saudara – saudari muslimin terlihat begitu cantik dan ganteng dengan pakaian mereka yang penuh warna – warni :). Mereka terlihat begitu tenang dan senang. Dan seperti biasa gua tertarik banget sama anak – anak kecil dan orang – orang yang sudah tua sebagai obyek foto. Setelah beberapa lama mengambil foto – foto di sana, kita pun menggati lokasi ke tempat sholat idul fitri akan dilaksanakan, yakni Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pengemudi Angkutan Umum - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku.Com - 1

Berjalan Menuju Mesjid - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku.Com - 1bDalam perjalanan kaki menuju PSK, kita kembali melewati pasar dan bisa kita saksikan banyak orang berjalan kaki menuju tempat tujuan yang sama. Gua hanya bisa berdecak kagum atas banyaknya human interest yang bisa kita ambil di sana. Sungguh orang Indonesia lebih ramah dan bersedia difoto dibandingkan dengan orang Singapura :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:).

Sesampai di PSK, terdapat 2 kelompok besar yakni kelompok lelaki berada di depan, dan kelompok wanita berada di belakang. Mereka dipisahkan oleh pembatas jalan. Dalam suasana terbuka seperti itulah kita dari grup GPA berdiri di tengah – tengah di pembatas jalan untuk mengabadikan momen – momen yang indah.

Sembahyang - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku.Com - 1bSama seperti agama Kristen, mereka memiliki doa dan khotbah, yang dipimpin oleh 2 orang lelaki yang berbeda. Doa mereka naikan dengan begitu khusuk. Terpancar dari wajah mereka rasa hormat yang besar terhadap Allah yang mereka sembah dan hampir tidak terdengar suara apa pun. Selama beberapa menit hanya keheningan yang mengisi pelabuhan, dan sesekali terdengar siulan burung – burung kecil di udara. Sinar matahari yang menghujani cat – cat kapal yang setengah terkelupas memberikan nuansa pemandangan klasik yang jarang sekali bisa kita temui di negara – negara maju. Itulah sebabnya nampak pula beberapa fotografer dari negara asing yang dengan penuh antusias membidikkan lensa mereka ke para jemaah yang ada.

Sholat Idul Fitri - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku.Com - 1b

Bagi fotografer yang bertubuh pendek seperti ibu presiden GPA kita, ci Lina, ia harus mencari tempat pijakan tambahan seperti tong kosong atau pun batu agar bisa mendapatkan sudut pandang yang lebih indah. Sambil tersenyum, gua hanya bisa terdiam sejenak melihat umat Muslim beribadah secara langsung. Itu adalah pengalaman gua yang pertama kalinya :). Setelah doa, kemudian ada khotbah singkat selama 20 menit. Pembicara tersebut berbicara mengenai “perubahan diri” yang “harus terjadi” setelah berpuasa, dan mengajak para jemaah untuk semakin perduli dengan keluarga dan sesama. Menurut gua pesan – pesan tersebut positif dan baik. Namun pesan – pesan dari pembicara yang berikutnya membuat dahi gua berkerut karena berbau SARA, menyudutkan iman kepercayaan yang lain, dan seruan terwujudnya dominasi Islam dalam politik dan kenegaraan. Sempat pula dibumbui bahwa calon gubernur DKI dan wakilnya haruslah Islam. Gua cuma bisa berharap para pendengar yang kebanyakan adalah orang – orang di pelabuhan tidak terperdaya oleh ajakan tersebut.

2 Anak Bermain di PSK - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku.Com - 1b

Setelah jemaah bubar, kita pun hang out sebentar dengan para anggota GPA lainnya sambil ngobrol – ngobrol. Ada ci Lina, om Birin, Prem, om Tokki, om Rudi, om Suny, dan yang lainnya. Total ada sekitar 20-an anggota GPA. Selain grup kita, ada juga grup – grup foto lainnya. Setelah foto baru terasa perut keroncongan :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Kita semua kemudian sepakat untuk makan di Pluit, sebuah rumah makan tempat hang out grup GPA setelah selesai acara berburu foto. Sesampai di sana grup GPA memenuhi tempat makan yang berukuran tidak besar tersebut. Om Rudi merekomendasikan “bihun bebek” dan gua kemudian memesannya bersama dengan “liang teh” sebagai pendampingnya. Ternyata enak juga tuh bihunnya. Good recommendation :).

Bihun Bebek Pluit - PenulisHidupku.Com - 1

Foto Grup GPA - PenulisHidupku

Setelah selesai makan dan ngobrol – ngobrol kita pun berfoto – foto sebentar. Sayangnya bedah foto ditunda ke pertemuan berikutnya. Gua berharap gua bisa ikut sesi bedah foto berikutnya dan mendapatkan pelajaran berharga dari para senior fotografi. Dalam perjalanan pulang ke rumah gua hanya bisa bersyukur atas pagi yang indah dan juga keluarga yang begitu baik. Terima kasih Tuhan Yesus !


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 24 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *