Fenomena Pekerjaan Caddy – Oleh Bony Sukamto

Caddy Yang Cantik - PenulisHidupku.Com - 1

Saudara-saudara seiman yang terkasih,

Saya ingin membagikan sedikit cerita mengenai fenomena mengenai pekerjaan Caddy. Saya tertarik dengan thema tersebut saat saya melakukan liburan Idul Fitri di daerah perumahan elit di Rancamaya Ciawi Bogor. Saya memperhatikan disuatu rumah mewah dengan golf view dan bagaimana orang asyik berolahraga golf yang merupakan olahraga mewah yang digandrungi pengusaha-pengusaha yang notabene belum mengenal Tuhan. Dan saya heran apakah yang sebenarnya disebut olahraga yang mereka gandrungi dan saya perhatikan karena mereka hampir tidak jalan banyak dan hanya sebentar pukul dan kemudian naik buggy lagi untuk diantar ke hole berikutnya sebenarnya saya bukan ingin menganggap negative olahraga ini hanya saya memperhatikan bahwa waktu dan biaya yang mereka keluarkan tidak sepadan tetapi mereka menggangap itu olahraga elit dan banyak menghasilkan didunia bisnis dalam bentuk lobbying. Cerita ini bukan untuk pegolf secara keseluruhan dan hanya di Indonesia khususnya. Dan ternyata Indonesia paling banyak menyediakan lapangan golf tetapi paling sedikit dan hampir tidak menghasilkan Pegolf Professional dan hanya dijadikan sarana lobbying proyek dan termasuk hal-hal negative yang akan saya ceritakan disini.

Sebenarnya lapangan golf hanya diciptakan untuk menjadi daya tarik bagi Developer yang bisa menimbulkan image bagi pembeli sehingga harga jualnya pun bisa tinggi. Dan olahraga golf telah dijadikan sarana ivestasi yang cukup menguntungkan dengan membership yang naik terus, disini saya tidak membahasnya dan saya hanya sedkit membuka bahwa olahraga yang konon sangat mahal ini ternyata telah berdampak sisi negative. Dan kini saya melihat daya tarik itu mulai memudar karena banyak tanah yang dibiarkan kosong dan hanya sekedar investasi artinya tidak dibangun. Saya melihat sendiri olahraga golf yang digandrungi pengusahan kelas kakap kerena tempat golf memungkinkan untuk melobby karena pertemuan yang sangat santai dimana mereka bisa menghabiskan waktu 5~6 jam dan banyak yang bisa dibicarakan termasuk hal-hal yang menjurus negative ke perselingkuhan. Saya perhatikan olahraga golf banyak didampingi wanita cantik yang berusia belia dan sebenarnya jauh dari fungsi utama dari arti Caddy yakni adalah orang yang bekerja membawakan tas berisi peralatan pemain golf, sekaligus memberi saran tentang permainan serta dukungan moral untuk pemain yang dilayaninya. Caddy yang pandai harus menguasai peraturan permainan golf, seluk-beluk padang golf dann strategi bermain yang sesuai. Selain itu, kedi dituntut memiliki pengetahuan tentang jarak antarlubang dan pemilihan tomngkat golf yang sesuai. Pemain golf amatir maupun profesional tidak jarang memulai profesinya sebagai kedi.

Istilah kedi (caddy) berasal dari bahasa Skotandia, caddie yang kemungkinan diambil dari bahasa Perancis le cadet (anak lelaki, atau anak paling kecil dalam keluarga). Di Skotlandia, kata caddie awalnya berarti anak lelaki yang menjadi pesuruh Tugas utama kedi adalah membawa tas pemain dan memungut bola pemain. Selain itu, kedi juga bertanggung jawab membersihkan tongkat dan memperbaiki bekas pukulan pada bola golf, membersihkan halangan di perangkap pasir, mengangkat bendera penunjuk lubang, dan memberi pujian kepada pemain. Kedi berpengalaman dituntut bisa membaca situasi lapangan, keadaan cuaca dan arah angin, serta membantu pemilihan tongkat golf. Sewaktu bekerja, kedi harus terus awas dan berhati-hati. Penalti akibat kesalahan kedi dibebankan ke skor pegolf. Kedi harus paham benar peraturan permainan golf, dan jumlah maksimum tongkat golf yang boleh dibawa di dalam kejuaraan. Kenyataannya di Indonesia profesi Ceddy selalu diisi oleh wanita cantik yang menjadi pendamping setiap pemain dan sangat rawan perselingkuhan. Bayaran yang diterima mereka termasuk lumayan tinggi diatas 500rb hingga 1 juta sekali main. Bayangkan setiap lapangan golf setiap hari harus disediakan minimum 100 tenaga Caddy. Dan mereka biasanya sudah dibooking oleh pemain sehari sebelumnya. Jadi kalau seorang caddy cantik bisa menjadi rebutan tergantung yang berani membayar.

Kita masih ingat cerita Caddy Rani Juliani, wanita yang menyebabkan Antasari harus berebut cinta dengan Nasrudin Zulkarnaen dikenal sebagai caddy di Padang Golf Modernland, Tangerang. Rani di kalangan teman-teman sesama caddy di tempat kerjanya dikenal sebagai caddy cantik dan sering dibooking orang penting yang main golf di Padang Golf Modernland termasuk Antasari dan Zulkarnaen. Sekali booking tarifnya antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Inilah Padang Golf Modernland dikawasan perumahan elit Modernland Kota Tangerang. Lokasi ini merupakan tempat kerja Rani Juliani saat Nasrudin Zulkarnaen menjadi member golf di Padang Golf ini. Rani menjadi caddy golf di Padang Golf tidak lama hanya sekitar 3 bulan. Kendati demikian, karena kecantikannya, Rani menjadi caddy primadona dan bertarif mahal. Tidak heran banyak pejabat yang membookingnya sebagai caddy, termasuk Nasrudin Zulkarnaen dan Ketua KPK, Antasari Azhar. Selain mendampingi para pejabat, Rani bisa mendapatkan tip 500 hingga 1 juta rupiah. Semenjak Nasrudin Zulkarnaen kenal dengan Rani Juliani, Caddy golf cantik ini tidak lagi aktif bekerja. Dia dikabarkan kuliah di STMIK Raharja. Rani kemudian memilih sebagai freelance. Sekitar tahun 2007 an, Rani dikabarkan dinikahi Nasrudin Zulkarnaen dan tidak lagi bekerja di Padang Golf Modernland Tangerang.

Jadi masalah Caddy ini telah menjadi fenomena khusus bagi setiap lapangan golf dengan menyediakan wanita-wanita cantik lulusan SMA dengan harapan banyak yang tertarik untuk main dilapangan golf mereka. Sehingga bajak membajak menjadi persaingan yang tidak sehat. Yang kasihan adalah ibu rumah tangga yang setiap hari harus ditinggal sang suami dan terutama di hari dimana acara keluarga masih digunakan untuk olahraga seharian lagi dan kapan ada waktu lagi untuk keluarga lagi. Sehingga saya melihat keharmonisan keluarga dikalangan atas telah menjadi masalah dan tidak heran saya melihat banyak keluarga menjadi cerai berai. Sang bapa mencari hiburan di lapangan golf dan menemukan kasih semu di dunia golf. Disini saya tidak usah menceritakan secara lebih detail dan hanya ingin menyapaikan bahwa semakin jauh kita dari Tuhan maka Iblis akan mengintai sehingga jebakan dosa semakin lebar sehingga menebar dosa.

Kalau ini sampai terjadi berarti keluarga yang termasuk elit ini dimana mereka yang akan dipakai Tuhan untuk memberkati bangsa telah dihancurkan oleh iblis. Saya juga banyak melihat banyak bapa-bapa yang telah bertobat dan lebih memilih berkumpul bersama keluarga dan memperhatikan pertumbuhan anak-anak dan memberi waktu lebih banyak dalam perlayanan dengan ikut dalam pertemuan-pertemuan seperti di FGBMFI yang mewadahi kebangunan rohani kelaurga, karena dengan dekat dengan keluarga dan melayani Tuhan maka kesejahteraan keluarga dan bisnisnya akan semakin bertambah baik dan bukan seperti yang saya cerita diatas yang memberikan kontribusi negative seperti dalam pola pikir lama dan kini pengusaha kakap yang daya pikirnya lebih baik brilyan malah bisa memperhatikan bahwa usaha nya semakin maju dan justru dengan membangun usaha yang alkitabiah dan bukan dengan penyogokan dan menghindar dari petugas pajak dengan atau melobby petugas dll. Atau dengan segala cara contra productive. Tetapi saya perhatikan pengusaha Kristen semakin sadad terutama dalam wadah FGBMFI selalu ditekan bagaimana menjadi pengusha yang bersih. Tanpa terkontaminasi dengan pola pikir yang tidak alkitabiah ‘bayarlah apa yang harus kamu bayar’.

Saya tinggal di satu rumah yang sangat baik dan sangat strategis letaknya yang telah dibangun sejak 13 tahun yang lalu dengan tataan yang sangat mewah dan waktu saya berbicara dengan pembantu yang merawat rumahnya bahwa pemilik rumah hanya datang kadang-kadang seminggu dan hanya beberapa menit dan anehnya rumah yang sangat dicintainya tersebut selama ini tidak pernah ditinggalinya dan termasuk istri dan anak-anaknya yang tinggal di luarnegeri dan saya bayangkan bagimana hal ini bisa terjadi karena saya hanya disuruh oleh Tuhan untuk menikmatinya dan saya dan keluarga tinggal selama 4 hari dan memang saya merasakan saya harus menulis sesuatu bahwa sesungguhnya harta dunia tidak bisa membahagiakan kita karena kita seharusnya lebih focus pada jiwa dan perlayanan yang jauh memberikan dampak positive dalam hidup kita. Amin.

Salam
Bony


Terima kasih kepada ko Bony Sukamto atas tulisannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *