Obat Yang Manjur – Oleh Bpk Daniel Alexander (Ko Den)

Daniel Alexander - PenulisHidupku.Com - 1Ribuan tahun yang lalu Firman Tuhan sudah menyatakan bahwa satu-satunya obat yang manjur ialah hati yang gembira, yaitu dalam Amsal 17:22 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Tapi baru akhir-akhir ini dunia kedokteran menemukan Kebenarannya yaitu ketika mereka menemukan bahwa marah, benci, dendam, irihati, kuatir, kecewa, takut, jengkel, putus-asa itu sangat berpengaruh jelek untuk kesehatan. Karena hal-hal itu menjadi ‘makanan’ yg lezat buat sel-sel jahat dalam tubuh kita. Sel-sel jahat tersebut diberi makan maka mereka hidup berkembang biak dan menggerogoti sel-sel sehat sehingga kita menjadi sakit.

Dalam 1 Korintus 6:7 dikatakan oleh Rasul Paulus: “Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu, mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidak adilan, mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan?” Itu artinya jangan marah, kecewa, dendam, dll. Bila yang jelek, yang tidak enak, bahkan walaupun dirugikan, terjadi dalam hidup ini tetaplah bergembira. Secara radikal kita bisa berkata bahwa sebenarnya kalau semua manusia bisa dengan mudah menerima semua yang jelek, yang terjadi dalam hidupnya tanpa menyalahkan siapa pun juga maka manusia tidak perlu obat dan dokter. Ketika kita bisa menerimanya dengan penuh ucapan syukur, pasti hidup kita selalu Sehat.

Sekarang kita renungkan Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Artinya kehidupan itu bersumber dari hati yang bersih. Jadi jikalau kita tidak bisa menjaga hati terhadap semua kebencian, kemarahan, kemarahan, kejengkelan, kekecewaan maka dari hati kita terpancar kematian. Inilah sumber penyakit itu.

Mulailah hidup sehat dengan selalu menjaga hati dari semua ‘sampah’ dunia ini sehingga hati kita selalu bergembira, maka pasti kita sehat. Bergembiralah senantiasa dengan cara selalu mengampuni.


Terima kasih kepada Ko Den atas artikelnya.
Artikel ini juga dimuat di dalam tabloid SOS (Sahabat Orang Sakit) edisi 2. Tabloid tersebut bisa didownload secara percuma DI SINI
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *