Diary 13 September 2012 – Pulang Mendadak Ke Jakarta

Rumah Sakit - PenulisHidupku.Com - 1.jpg

Tadi pagi, gua mendengar berita papi mengalami stroke. Gua kemudian mengirimkan sms dan pesan melalui BBM kepada teman – teman seiman. Banyak SMS mulai mengalir dan semuanya berisi pesan – pesan yang memberikan kekuatan. Gua memutuskan untuk kerja hari ini karena ada proyek yang harus gua pimpin. Siang hari gua memutuskan untuk kembali ke Jakarta malam itu juga. Dan puji Tuhan gua berhasil mendapatkan pengganti gua yang bisa memimpin proyek gua untuk hari – hari berikutnya.

Hari ini gua tetap selesaikan proyek sampai selesai, dan puji Tuhan selesainya juga lebih cepat dari yang direncanakan. Customer begitu puas, dan anak buah bekerja dengan semangat. Sore harinya setelah debriefing, gua melalukan handover, dan memberikan update kepada customer. Gua bilang gua harus pulang ke Indonesia malam ini karena kondisi papi. Itulah yang pertama kalinya anak buah dan customer tau bahwa papi lagi sakit, dan mereka sangat perihatin. Mereka juga berterima kasih karena gua masih berkomitmen untuk menyelesaikan proyek pada hari itu.

Ci Lily Chua juga menelpon gua dan memberikan pesan pengharapan yang luar biasa bahwa papi akan baik – baik saja. Sore dari kantor gua langsung pulang ke rumah, ambil barang seadanya dan langsung berangkat ke airport. Di dekat boarding room, gua bertemu dengan pak Felix Lo, pembimbing rohani gua, yang akan mengadakan pelayanan di Menado. Beliau memberikan gua injeksi Firman dan kesaksian pribadi mengenai papa dan mamanya. Itu semua semakin menguatkan gua dan membuat gua bertambah yakin kepada Tuhan.

Penerbangan terasa lebih lama kali ini, mungkin karena banyak yang dipikirkan dan direnungkan. Sempat terpikir bahwa gua serasa berada di dalam lembah lagi, dan terasa menjauh dari segala janji – janji yang telah Tuhan nyatakan.  Gua lalu membaca Alkitab melalui iPhone di sepanjang perjalanan, dan Tuhan berkali – kali mengingatkan gua mengenai janji – janjiNya kepada gua. Sesampai di Jakarta gua dijemput oleh adik gua, dan dibawa ke rumahnya. Dari sana gua diantar oleh saudara gua, Juni ke rumah sebentar untuk ganti baju dan kemudian langsung ke RS Husada. Ketika bertemu dengan papi, papi terlihat begitu senang dan mengeluarkan air mata. Gua pegang tangan papi dan mengatakan kepadanya bahwa segala sesuatunya akan baik – baik saja.

Badan gua terasa hangat, dan mengalami gejala – gejala masuk angin. Namun gua diingatkan dari kesaksian Dr. Nasir bahwa ada perbedaan antara gejala dan penyakit. Dan gua gak mau keluar kata – kata dari mulut gua bahwa gua sakit. Di dalam hati gua berdoa kepada Tuhan bahwa kuasa Yesus sanggup menghilangkan gejala – gejala sakit itu. Hanya dalam selang 10 menit sesudah itu gua merasa baikan. Puji Tuhan !

Tak lama kemudian adik ipar gua, Afung, juga datang untuk menjenguk. Kita ngobrol – ngobrol sebentar dan setelah Afung pulang gua kemudian doa sebentar dan tidur. Gua bersyukur atas segala kebaikan dan penyertaan dari Tuhan. Apapun yang terjadi gua imani bahwa segala sesuatunya adalah baik dan sempurna karena gua mengasihi Tuhan.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *