Diary 26 September 2012 – Hari Kelima Sampai Hari Kedua Belas Menemani Papi

Sudah beberapa hari gua tidak update blog mengenai kondisi papi di Rumah Sakit, karena akses Internet yang kurang memadai selama gua di Rumah Sakit, dan juga kondisi papi yang semakin aktif yang semakin banyak menyedot energi dan waktu. Puji Tuhan semuanya itu adalah baik. Demikian beberapa update singkat mengenai papi yang sampai tulisan ini dibuat (26 September 2012) masih menjalani proses pemulihan di Rumah Sakit Husada Jakarta.

Hari Kelima – Selasa, 18 September 2012

Papi Mau Masuk Ruang CT Scan - Dudy Wijaya Ramli - PenulisHidupku.Com - 1

Pagi ini sekitar pukul 9 pagi, suster masuk ke kamar untuk membawa papi melakukan CT Scan. Gua pun menemani papi sambil para suster sibuk mendorong ranjang dan tabung oksigen papi. Ternyata proses CT scan itu tidak memakan waktu lama. Secara keseluruhan hanya memakan waktu kurang dari 5 menit saja. Sore harinya hasilnya sudah keluar dan dokter Gunawan Kam mengatakan bahwa ukuran pendarahan di otak itu tetap sama (yang adalah bagus karena artinya pendarahan sudah berhenti), namun ada sedikit pembengkakan di otak. Tetap disimpulkan bahwa operasi tidak diperlukan, namun diberikan obat tambahan untuk mengobati pembengkakan yang ada. Kita juga bilang ke suster untuk memanggil dokter Gunawan Sutanto untuk opini kedua, dan rencananya baru besok beliau akan datang mengunjungi kita. Malam ini gua kembali menjaga papi di Rumah Sakit.

Hari Keenam – Rabu, 19 September 2012

Hari ini papi terlihat ceria, dan sudah bisa senyum. Harapan papi untuk bisa sembuh total juga semakin besar karena papi terlihat semakin semangat. Gua update teman – teman dari Full Gospel mengenai perkembangan papi dan saudara – saudara di sana menguatkan gua melalui BBM bahwa Tuhan sanggup memulihkan dan mendatangkan kebaikan bagi keluarga gua.

Sanny Ayunda - Dudy Wijaya Ramli - PenulisHidupku.Com - 1

Pagi itu gua mengirimkan email kepada boss gua di kantor untuk minta ijin memperpanjang cuti seminggu lagi sampai 30 September 2012 dan gua menceritakan segala sesuatu apa adanya. Gua katakan kondisi papi sudah membaik, namun keluarga mengharapkan kalau bisa gua berada di Jakarta sehingga kalau dibutuhkan mengambil keputusan apa – apa juga lebih mudah. Namun gua percaya kepada boss gua dan gua katakan “kalau boss tidak mengijinkan juga tidak apa – apa. Saya akan kembali ke Singapura dan melanjutkan tugas saya dengan suka cita”

Kemudian boss gua di Singapura, Wilson Tan menjawab email gua:

Hi Handy,

Family is important. You have only 1 dad. It is good to be with your family during this difficult period. I will approve your leave extension.

Wow Puji Tuhan, karena biasanya boss gua bukan orang yang mudah untuk memberikan cuti, apalagi saat ini sebenarnya gua memimpin 6 buah proyek yang sebenarnya proyek – proyek tersebut tidak bisa bergerak maju tanpa kehadiran gua di Singapura.

Pada siang harinya papi menjalani terapi akupuntur pertama kalinya. Seorang sinshe wanita datang ke Rumah Sakit Husada dan papi ditusuk bagian kiri tubuhnya dari mulut, tangan, dan kaki menggunakan jarum akupuntur. Terapinya hanya 30 menit dan sinshe memeberikan beberapa tips / pesan bagaimana menjaga dan merawat papi.

Sore harinya dokter Gunawan Sutanto datang mengunjungi kami. Dia terlihat letih karena habis melalukan operasi otak pasien lainnya dan mengatakan bahwa pembengkakan di otak itu adalah normal setelah terjadinya pendarahan. Kondisi papi dikatakan baik, walaupun menurut pengalaman dia untuk bisa pulih total seperti sedia kala mungkin kemungkinannya tidak besar. Walau demikian gua cuma pegang janji Tuhan bahwa papi akan pulih total.

Sempat keluarga terutama cici merasa down mendengar perkataan dokter. Tetapi gua yakin Tuhan lebih tau daripada dokter, dan janji Tuhan pasti akan Ia tepati. Saat itu gua cuma bisa bersyukur atas kebaikan Tuhan… bahwa papi masih boleh hidup dan masih diberikan peluang untuk pulih secara total sehingga ia boleh melayani Tuhan sepenuh hati.

Om Denny dan si Goman datang mengunjungi papi lagi. Dan kita semua makan malam ketiaw bun sapi 78. Malam ini gua kembali menjaga papi di Rumah Sakit karena Juni berhalangan. Ini adalah kesempatan emas untuk melayani orang tua habis – habisan supaya papi mengenal kasih Kristus yang tidak hanya diucapkan tetapi juga diungkapkan melalui tindakan.

Hari Ketujuh – Kamis, 20 September 2012

Hari ini adalah hari pilkada Jakarta. Namun setelah diperjuangkan secara maksimal ternyata papi tidak bisa memberikan suaranya dalam pemilihan kali ini karena pihak RS Husada ternyata tidak ada fasilitas pemungutan suara seperti RS lainnya walaupun beberapa hari sebelumnya sudah diumumkan kepada para pasien bahwa mereka bisa ikutan mencoblos. Papi terlihat kecewa namun kita sekeluarga mencoba menghiburnya. Pada pagi hari cici dan mami sudah mencoblos di rumah.

Ikut Serta Pilkada 2012 - Handy Tirta Saputra - PenulisHidupku.Com - 2

Gua kemudian gantian memberikan sumbangan suara gua di rumah setelah cici dan mami datang ke Rumah Sakit. Pada siang harinya gua pergi ke rumah popo karena mau dikenalin dengan seorang wanita bernama Sela, kenalan ci Melly tukang bakmi di Sinar Budi Jembatan Dua. Sambil berbincang – bincang dengan Sela (anaknya baik dan ramah) di rumah kukunya pada siang hari gua memantau hasil hitungan cepat Jokowi vs Foke, yang pada akhirnya pukul 3 sore diumumkan bahwa Jokowi dinyatakan sebagai pemenangnya. Detailnya bisa dibaca di sini: http://www.penulishidupku.com/?p=3573

Malam ini giliran Juni yang menjaga papi di Rumah Sakit, dan gua beristirahat di rumah. Ini adalah yang ketiga kalinya gua pulang ke rumah dan entah kenapa nafsu makan gua begitu besar sama seperti kejadian waktu di Singapura beberapa waktu yang lalu. Untuk lebih detailnya bisa dibaca di sini: http://www.penulishidupku.com/?p=3567.

Hari Kedelapan – Jumat, 21 September 2012

Pagi ini gua masih di rumah beristirahat sambil melihat Juni dan si Doel (tukang) mulai membangun ramp supaya papi nanti kalau duduk di kursi roda bisa naik ke kamar bawah. Rencananya papi dan mami juga bakalan pindah ke kamar bawah jadinya, dan kamar tersebut perlu direnovasi. Juga sempet ambil foto rak kecil karena ada yang mau beli hari ini. BTW kalau mau beli rak di sini (sekalian promosi hehehe): anekarack.com

Rack - AnekaRack.Com - PenulisHidupku.Com - 1

Pada siang harinya ada 3 orang dari pelayanan Abba Love datang mengunjungi dan mendoakan papi. Selama ini papi belum bisa BAB (buang air besar). Ketika mau didoakan oleh mereka tiba – tiba papi kentut hehehe… puji Tuhan. Mungkin itu adalah kentut yang pertama. Siang harinya gua ke RS bersama dengan Juni dan sesampai di sana gua bertemu sebentar dengan sinse akupuntur. Dia berkata bahwa papi bisa pulih kembali secara sempurna… masih ada harapan asalkan papi bersemangat untuk pulih kembali.

Gua bilang ke papi mengenai Jokowi menang dan papi bilang dia sudah tahu. Sore harinya gua pijitin tangan papi. Suk Anyap, Christine, dan Crystal juga datang mengunjungi papi dan kita semua makan nasi goreng untuk makan malamnya. Sambil sesekali kita bercanda, terutama si mami yang ketawa terbahak – bahak ketika diceritain soal si papi kentut tadi siang pas didoain pendeta hehehe. Si papi yang diketawain berasa kesel juga hehehe. Setelah mami, cici, tin tin dan lainnya pulang, gua bilang ke papi kalau kemarin gua dikenalin dengan seorang wanita oleh popo, dan si papi tersenyum lebar. Puji Tuhan juga pada malam harinya papi bisa buang air besar maupun baru sedikit hehehe.

Malam ini adalah giliran gua menjaga papi dan bakalan panjang karena akhir minggu ini cici bakalan balik lagi ke Jepang dan gua mungkin harus maraton jagain papi sepenuhnya 24 jam sepanjang minggu depan. Malam hari ketika gua tidur, Roh Kudus membangunkan gua… Dia berbisik “ketika engkau lemah kuasaKu sempurna” dan saat itu gua semakin diingatkan untuk tidak bergantung kepada kekuatan gua sendiri. Dia kemudian berkata demikian “Aku tidak akan terburu – buru menyembuhkan papimu. Dia akan pulih kembali tetapi yang terpenting Aku mau berbicara kepadaNya secara pribadi sehingga Ia mengenalKu”. Dan gua nawar sama Roh Kudus “kalau bisa sebelum akhir tahun ini papi sembuh total ya Tuhan”.

Hari Kesembilan – Sabtu, 22 September 2012

Siang ini kita sekeluarga jagain papi di Rumah Sakit. Popo dan ci Melly datang ke RS dan mereka heboh banget menceritakan soal pertemuan gua dengan Sela.

Gua dan Juni pada sore harinya pergi ke Season City untuk membeli mobile modem buat Internet. Dan puji Tuhan bisa dapatin barang – barang yang dibutuhkan (modem, sim card telkomsel, charger batterai HP, dan kabel data). Dari Season City kita kembali lagi ke rumah sebentar untuk kontrol rumah. Kamar bawah sudah dikosongin dan besok rencananya bakalan dimasukin puing (karena bakalan ditinggikan.

Waktu berjalan menuju ke RS, hati gua merasa sedikit sedih karena besok cici bakalan balik lagi ke Jepang, namun juga bersyukur bahwa selama cici berada di sini seminggu banyak hal yang positif boleh terjadi dan cici sangat membantu sekali. Gua percaya bahwa itu semua adalah baik dan yang terutama adalah bergantung kembali kepada Tuhan sebagai sumber dari segalanya.

Malam harinya cici bilang ke papi dia mau balik ke Jepang dan bulan Desember nanti dia bakalan berkunjung lagi kemari. Gua percaya Tuhan akan adakan suatu mujizat… pas cici balik ke Jakarta kita sekeluarga akan memuliakan nama Tuhan. Tuhan akan deal dengan setiap dari kita… dengan keluarga di Jakarta, dengan cici di Jepang, dan gua nantinya di Singapura… because He is a great God.

Ketika gua tidur menemani papi… dia terdengar gelisah karena jam tidurnya mulai bergeser. Dia baru bisa mulai tidur nyenyak sekitar jam 1 malam. Jadi gua harus menemani papi dan ngajak dia bicara. Gua juga setelin beberapa musik kesukaannya melalui YouTube. Papi juga bilang “di… kamu tidur” hehehe… sama seperti biasanya di rumah ketika gua begadang.

Hari Kesepuluh – Minggu, 23 September 2012

Hari ini cici pulang ke Jepang. Pagi ini gua sarapan Laksa Cibinong di kantin Husada. Hmm… biasa aja rasanya hehehe.

Laksa Cibinong - PenulisHidupku.Com - 1

Siang harinya gua ke rumah sebentar bareng – bareng Juni untuk beristirahat sebentar. Gua juga dapat update melalui whatsapp kalau cici sudah sampai ke Hong Kong dan sedang menuju Taiwan. Di rumah Juni bersama para tukang sibuk memasukkan puing – puing ke garasi kemudian ke kamar tidur yang mau direnovasi dan ditinggikan.

Juni Yanto - PenulisHidupku.Com - 1

Gua dan Juni juga sempat ngebakso bakso botak di Kapling Polri dekat rumah hehehe. Dan sore harinya baru gua kembali ke RS Husada untuk jemput mami dan giliran gua jaga malam lagi. Cici juga memberikan update kalau dia sudah sampai di Narita airport dengan selamat. Ko Hiro bersama dengan anak – anak menjemputnya.

Hiroshi Kojima - Yoshika Kojima - Michie Kojima - PenulisHidupku.Com - 1

Malam harinya di RS papi gelisah banget tidurnya… dan dia mulai merengek – rengek seperti anak kecil. Saat gua lagi capek – capek tidurnya, Roh Kudus berbicara “kantung PERHATIAN papi mu sudah habis”, yang artinya gua harus memberikan dia perhatian. Ya itu saja obatnya… PERHATIAN. Papi suka rada aneh… bilang mau minum, terus sudah dikasih minum gak mau.

Bilang sakit kepala… setelah dipanggil suster bilang gak sakit. Dan kalau pun dia bilang sakit disuruh minum obat gak mau… hehehe rasanya berat juga kalau kita sendiri kurang tidurnya. Tapi puji Tuhan tidak sekalipun gua merasa marah maupun jengkel… karena kasih Yesus ada di dalam gua. Malam ini papi baru bisa mulai tidur jam 2 malam (bergeser 1 jam dari hari sebelumnya).

Hari Kesebelas – Senin, 24 September 2012

Hari ini gua kerasa babak belur banget… tidur sangat kurang dan capek. Jam 4 pagi papi sudah harus ganti pampers (padahal baru tidur 2 jam) dan sesudah itu gua baru bisa tidur sekitar jam 6 pagi. Jam 8 pagi kita dibangunin lagi karena hari itu papi mau dijemur supaya kulitnya tidak pucat. Papi gak gitu suka dijemur karena dia tidak tahan panas. Di keluarga papi dikenal sebagai “beruang kutub” hehehe… dia tahan banget dengan suhu dingin cuma kalau panas… dia paling ogah. Kurang dari 15 menit dijemur papi dikembalikan lagi ke kamar dan setelah itu dia tidur pulas mungkin karena malamnya kurang tidur.

Dudy Wijaya Ramli - Di RS Husada - PenulisHidupku.Com - 2

Gua juga memakai waktu yang ada untuk merem sebentar walaupun cuma sebentar (10 menitan). Hari ini papi ganti pampersnya sering banget dan jadi lebih banyak dimandikan juga. Dia terlihat bete terutama ketika dokter Gunawan Kam datang mengunjunginya. Sesekali gua melihat tangan papi bisa digerakkan ketika dia menguap maupun membalikkan badan. Namun ketika dia disuruh berkonsentrasi untuk menggerakkan tangan kirinya dia masih kelihatan kesulitan.

Hari ini papi juga banyak ngelamun dan bete. Para suster yang lucu – lucu juga tidak berhasil membuat papi tersenyum pada hari ini. Gua setelin beberapa musik kesukaan dia dan dia kemudian tidur sebentar. Siang hari ketika papi diganti pampers, gua keluar sebentar untuk istirahat 15 menitan sambil jajanan di luar RS Husada. Emang sih gak sehat… karena makanan pinggiran (gerobakan) dengan banyak garam dan micin… tapi ngebantu banget buat bikin gua rileks.

Bakwan - PenulisHidupku.Com - 1

Sore harinya gua sempet bete juga karena anak buah di Singapura telepon gua untuk minta bantuan gua. Permasalahan yang dia hadapi itu begitu sederhana, yakni permasalah menghitung dan setelah dijelaskan beberapa kali lewat telepon masih gak ngerti juga. Dan waktu dijelaskan beberapa kali dia memotong pembicaraan gua. Terus terang kesabaran gua rasanya mau habis, tapi puji Tuhan tidak meledak. Gua bilang ke dia kalau gak ngerti juga tolong bicara sama boss gua (Wilson Tan) deh dan dia akan jelaskan dengan lebih detail apa yang gua maksud. Karena tanpa papan tulis, mungkin sulit bagi anak buah gua untuk membayangkan maksud gua.

Malam harinya pergumulan gua kembali berlanjut. Karena kebanyakan tidur pada siang harinya, papi tidak bisa tidur setelah mami pulang ke rumah. Sekitar jam 11 papi mengeluh kepalanya sakit. Gua panggilin suster, dan ketika suster tanya papi apakah kepalanya sakit si papi malah menggeleng – geleng kepala. Tak lama setelah itu papi mengeluh lagi, dan gua panggil lagi suster. Suster tanya papi “papa sakit ya kepalanya ?” Terus papi berkata “Iya”. Suster terus bilang “papa makan obat ya”. Terus si papi menggeleng – geleng kepala lagi.

Gua cuma bisa mengelus – elus kepala papi sambil berdoa. Gua percaya bahwa ketika seorang beriman menumpangkan tangan ke atas orang sakit maka orang sakit itu akan sembuh di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tak lama setelah itu papi kembali mengeluh dan puji Tuhan setelah dibujuk mau juga makan obat panadol yang sudah dihaluskan. Jam 11 malam seharusnya adalah masa dimana papi tidur, kalau dia terbangun maka dia akan merasakan sakit kepala karena efek obat sarafnya mulai memudar. Sementara waktu penyuntikan berikutnya adalah jam 12… jadi waktunya nanggung banget. Sebelum tidur si papi menanyakan terus soal si cici. Gua bilangin ke papi: “cici lagi di Jepang dan nanti mau chatting sama papi. Makanya papi mesti cepetan sembuh. Bulan Desember nanti cici juga mau liburan lagi kemari. Kita kan mau foto – foto bareng lagi”.

Malam ini papi baru bisa tertidur pukul 4 pagi… gua juga babak belur capeknya karena semalam sebelumnya juga gua kurang istirahat. Namun puji Tuhan… sungguh terasa bahwa ketika kita lemah, kuasa Tuhan sempurna. Ada sesuatu yang memampukan dan membuat gua bertahan.

Hari Kedua belas – Selasa, 25 September 2012

Semalam gua tidur jam 4 pagi. Terus jam 6 pagi dibangunkan oleh suster yang menyuntikkan papi obat, sekaligus juga orang yang bersih – bersih kamar. Jam 7 pagi Juni datang dan membangunkan gua untuk sarapan pagi. Tak lama kemudian mami menelpon katanya hari ini jam 10 pagi akan datang suster pribadi yang akan menemani papi 24 jam. Juni dan gua terasa lega juga hehehe.

Pagi ini papi gak dijemur karena langitnya mendung. Sekitar jam 10, suster pribadinya datang ke RS. Mami bercakap – cakap dengan agennya dan sepertinya suster ini orangnya baik. Dia masih muda umur sekitar 20-an dan perilakunya lembut. Langsung suster beraksi ngajak papi ngomong, pijatin dia, dan puji Tuhan dia mau habisin makan siangnya.

Di sela – sela waktu gua keluar sebentar untuk jajan dan beli beberapa perlengkapan buat si suster (shampo, minuman, dan lain – lain).

Bakmie Babat - PenulisHidupku.Com - 1

Soto Mie - PenulisHidupku.Com - 1

Siang harinya sinshe akupuntur kembali datang dan memberikan papi terapi. Selam setengah jam kita ngobrol – ngobrol, dan sinshe semakin yakin kalau papi bisa pulih kembali normal. Tangan kirinya mulai bisa digerakkan walaupun masih cuma sedikit.

Dudy Wijaya Ramli - Di RS Husada - Akupuntur - PenulisHidupku.Com - 1

Hari ini papi terlihat kosong, banyak bengongnya. Namun puji Tuhan siang harinya dia tidak terlalu banyak tidur. Dia mau nonton TV, makan, dan seperti biasa lahap banget kalau makan bakpaw. Sore harinya kita dikunjungi oleh suk Anyap, karyawan – karyawan Asterix, dan juga Chandra teman Juni yang papanya dirawat di lantai Jantung (satu lantai dengan papi).

Mendengar ceritanya gua sangat bersimpatik kepada Chandra. Papanya sedang dalam kondisi kritis, dan mengalami kanker paru – paru stadium 4. Sesekali dari nada bicaranya dia terbata – bata. Dia banyak pikiran dan sedang galaw. Gua cuma bisa berdoa dalam hati untuk Chandra dan keluarganya. Semoga mereka diberi kekuatan dan juga biarlah kasih Tuhan Allah sendiri yang menyelimuti mereka.

Malam harinya gua pulang ke rumah untuk beristirahat… sudah beberapa hari ini jagain papi di Rumah Sakit. Terima kasih Tuhan Yesus atas penyertaanMu sampai saat ini.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 26 September 2012.
Terima kasih kepada saudara – saudari yang sudah mendoakan dan memberikan dorongan semangat kepada keluarga kami. 🙂
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *