Diary 26 Agustus 2012 – Akhir Dari Liburan Gua Di Jakarta Bersama Dengan Keluarga Tercinta

My Family - Dudy Wijaya Ramli - Siauw Jenny Margaretha - Handy Tirta Saputra - Sanny Ayunda - Christine Ayunda - PenulisHidupku.Com - 1

Akhirnya setelah lebih dari seminggu, berakhir pula masa liburan gua di Jakarta bersama dengan keluarga. Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang gua alami, banyak hal yang diingatkan, dan juga banyak yang bisa gua bawa balik ke Singapura (selain kulit yang makin hitam dan perut yang makin buncit) :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:).

Secara keseluruhan Tuhan mengajar dan mengingatkan gua mengenai makna keluarga, dimana sesungguhnya kekeluargaan itu berarti “saling menerima apa adanya”. Dan itulah yang sungguh – sungguh gua rasakan dari keluarga gua. Di sini gua bisa jadi diri gua apa adanya, bisa terbuka, bisa dikoreksi, dan dikasihi dengan tulus.

Secara singkat berikut adalah yang gua dapatkan:

1. Melalui nasihat dari bokap, Tuhan mengingatkan gua untuk “setia dalam perkara – perkara yang kecil”. Bokap beberapa kali bilang ke gua “tidak usah berpikiran yang muluk – muluk dahulu, tekuni dulu saja apa yang ada di tangan”. Seringkali gua meremehkan pekerjaan di kantor karena terlalu gampang. Sekarang gua mau berubah. Gua harus setia sama semua pekerjaan, bahkan pekerjaan yang paling sederhana pun. Gua mau bereskan semua pekerjaan dengan kualitas yang terbaik gua bisa beri.

2. Nyokap menasehati gua soal “integritas dan memegang janji”. Memang gua terlalu gampang memberikan janji dan akhirnya kewalahan sendiri memenuhinya. Dan selama beberapa hari terakhir ini di Jakarta gua berhati – hati dalam membuat janji. Gua berniat akan membereskan janji – janji yang sudah gua buat di Singapura. Ada banyak hutang janji dalam bentuk pelayanan. Biarlah gua bereskan dahulu dan di kemudian hari gua akan lebih bijak dalam menerima permintaan pelayanan. Di sisi lain gua juga butuh merawat dan menjaga diri sendiri… dan tidak hanya berfokus kepada orang lain.

3. Gua perhatikan bokap dan nyokap gua adalah pasangan yang super ideal (walaupun mungkin mereka tidak setuju sepenuhnya). Beberapa kali gua amati bokap nyokap itu pintar menjaga emosi pasangannya. Kalau bokap ngoceh, nyokap diam saja dan biarkan ego lelaki bokap dipuaskan hehehe. Kalau nyokap ngoceh, bokap ngedukung dia sambil nimbrungin ocehannya dan nyokap ngerasa ada yang mendukung :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Belum tentu gua dan pasangan hidup gua bisa seperti mereka. Walau demikian ini adalah salah satu pelajaran yang akan gua bawa ke dalam pernikahan. Pernikahan bukan berarti tidak ada cek cok, tetapi bagaimana bisa menerima satu sama lain.

4. Dari cici gua belajar menjadi lebih sabar. Tidak mudah punya 2 anak yang kadang – kadang akur dan juga suka berantem. Gua mungkin gak bisa bertindak adil seperti cici gua. She really has done a great job with the kids, dan berkorban banyak demi keluarga. Bener – bener hebat deh. Walaupun kali ini gua gak menghabiskan waktu dengan adik gua Christine. Namun gua tahu dia semakin dewasa. Sekarang sudah jadi mami dari 2 orang anak, dia punya jiwa keibuan semakin besar. Dari cici dan adik, gua diingatkan bahwa sebagai keluarga kita mesti akur dan kompak.

5. Dari Juni gua belajar untuk selalu semangat dan berani bekerja keras. Saudara dan sohib gua yang satu ini emang rajin sekali… bangunnya pagi dan langsung sibuk bantu – bantu mami. Segala macam urusan renovasi dan perbaikan rumah (pertukangan, dsb-nya) dia tangani dengan begitu baiknya.

Gua sangat yakin sekarang bahwa segala macam pekerjaan Tuhan di bumi ini dimulai dari keluarga. Ini benar – benar mencelikkan mata gua, bahwa ternyata kita tidak perlu gerabak – gerubuk (super sibuk) melayani dan memenangkan jutaan jiwa untuk menyenangkan Dia. Cukup “dimulai” dengan “fokus” kepada keluarga saja dan mengasihi mereka dengan tulus sebagaimana Kristus mengasihi kita semua.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 26 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *