Sakitnya Ketika Putus Cinta Saat Pacaran. Gimana Sih Cara Pulihnya ?

Putus Cinta - PenulisHidupku.Com - 1

Saya membaca tulisan seorang pria dari sebuah forum, dan sedikit menggugah hati. Mungkin ada baiknya ditulis dan dibahas sehingga bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Demikian adalah tulisan dari beliau.

Aku memilkimu selama 2 tahun. Tidak pernah aku mengerti mengapa kita putus. Tidak pernah aku mengetahui alasan MENGAPA, atau mungkin aku tidak dapat mengerti mengapa kamu harus putus denganku hanya karena sesuatu yang jarang kita bicarakan selama 2 tahun ini, sebuah hal yang kita telah setujui sebelumnya tidak akan membuat kita putus seandainya itu terjadi. Dan selama beberapa minggu ini aku tidak bisa menerima kenyataan bagaimana kamu berhasil membuang hubungan kita ini, bagaimana dengan mudahnya kamu melupakan masa – masa kita bersama, bagaimana hubungan yang indah ini berubah menjadi pahit dalam waktu semalam. Kamu hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk berubah…. berubah menjadi seseorang yang tidak aku kenal sama sekali. Tiba – tiba kamu memutuskan bahwa hubungan ini bukan yang kamu mau lagi, tiba – tiba kamu menginginkan sebuah hidup baru tanpa diriku.

Apakah kamu pernah berpikir apa yang tertinggal bagiku ? Aku menyerahkan banyak hal, berkorban banyak untuk kamu, tapi sekarang yang tertinggal adalah seorang pribadi wanita yang sama sekali tidak perduli terhadapku. Mengapa kamu harus berbohong ? Mengapa kamu harus melukai hatiku begitu dalam kembali ? Aku memiliki begitu banyak harapan di dalam hubungan kita, dan sekarang engkau mengambil semuanya dariku. Kenapa kamu harus menyerang titik terlemahku ? Mengapa kamu tidak mengerti perasaanku ? Kamu tahu dengan pasti apa yang kamu lakukan, dan apa akibatnya bagiku. Kalau kita bertukar tempat, kamu tahu kamu juga akan hancur sepertiku sekarang. Jadi mengapa kamu melakukannya ? Mengapa kamu membuang masa depan yang kita rindukan selama 2 tahun ini ? Mengapa kamu harus melakukan ini semua kepada diriku ?

Setiap hari aku berdoa untuk sebuah jawaban, entah daripadamu atau orang lain… aku tidak perduli. Tidak ada satu hari pun berlalu tanpa aku tidak memikirkan dirimu, hanya berharap bahwa suatu saat aku mampu berdiri kuat sebagai seorang pria di hadapanmu.

Komentar Saya:
Saya sendiri pun pernah mengalami seperti apa yang pria tersebut rasakan ketika putus dengan mantan pacar. Walaupun hubungan saya dengan mantan pacar tidak sampai 2 tahun, namun saya membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun untuk bisa pulih. Bahkan sampai tulisan ini dibuat pun (23 Oktober 2012) saya masih tetap jomblo hehehe. Saya rasa inilah reaksi yang manusiawi dari seseorang ketika harapan dan cintanya kandas… kecewa… marah… putus asa… sulit sekali menerima kenyataan bahwa kok ada hal – hal jelek yang terjadi di luar kendali kita… padahal mungkin sudah kita rencanakan dan jalani dengan hati – hati.

Dari tulisan di atas, saya melihat bahwa sang pria memiliki sifat “memiliki” yang kuat (posesif)… sama seperti diri saya sebelumnya hehehe. Sesungguhnya perlu kita sadari bahwa tidak ada istilah yang namanya “pacarku adalah milikku” atau “istriku / suamiku adalah milikku”, bahkan “anak – anakku adalah milikku”. Karena segala sesuatunya adalah MILIK TUHAN, sang pencipta kehidupan kita ini. Hal ini harus terus – menerus kita sadari… bahwa kita tidak memiliki mereka walaupun seringkali kita bisa berkuasa atas mereka. Karena itu, kita harus biarkan orang – orang untuk datang dan pergi dari kehidupan kita… semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang Tuhan rancang bagi kita semua. Seseorang pernah mengajarkan kepada saya bahwa setiap dari kita memiliki garis kehidupan masing – masing… dan di saat – saat tertentu garis itu bertemu dengan milik orang lain. Kadang – kadang pertemuan itu sesaat… terkadang berlangsung lama… namun pada akhirnya kita harus sadari bahwa selama kita masih hidup di dunia ini… setiap perjumpaan harus diakhiri dengan perpisahan. Karena ini adalah bagian dari hukum kehidupan… mengapa kita harus begitu kecewa untuk berpisah sekarang dengan pacar ?

Ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan… secara manusiawi kita bisa kecewa. Namun perlu kita ingat bahwa manusia boleh berencana namun pada akhirnya Tuhan yang menentukan. Semakin sulit kita menerima kebenaran ini… semakin berlarut – larut pula kita terbenam dalam kesedihan dan sakit hati. Saya pun mengalami hal yang sama… sampai saya akhirnya memutuskan untuk BERSERAH dan PERCAYA bahwa RENCANA TUHAN ITU SEMPURNA bagi saya. Apa pun yang kita hadapi pada akhirnya, itu semua adalah yang terbaik bagi kita bila kita mengasihi Tuhan. Itu sebabnya penting bagi kita berada di dalam naungan ilahi Tuhan dan menjalin cinta kasih denganNya. Seandainya saya bisa memutar balik waktu… maka saya akan sungguh – sungguh dengan Tuhan dan tidak mau menyia – nyiakan kehidupan saya… sehingga Dia terus memantau dan menjaga saya di dalam relNya. Seringkali Tuhan harus mengandaskan harapan dan impian pribadi kita karena Ia sedang menyelamatkan kita dari masa depan yang buruk… kita tidak akan pernah mengerti hal ini sepenuhnya saat ini… namun suatu saat entah itu dalam hidup ini atau di dalam kekekalan… kita akan melihat betapa baikNya Tuhan yang mengijinkan hubungan ini gagal.

Dari pengalaman saya pribadi… sebuah masalah biasanya tidak meledak begitu saja tanpa adanya pemicu, dan seringkali itu juga adalah hasil dari masalah – masalah kecil lainnya yang saling bertumpuk. Tidak ada kebakaran jika tidak ada api… begitu pula kita harus introspeksi diri kita sendiri apa yang menjadi penyebabnya. Jujur saya katakan dalam waktu setahun pertama setelah saya putus dengan mantan pacar saya masih merasa bahwa saya yang benar. Namun sekarang saya sadari bahwa saya sendiri pun punya andil yang besar sehingga akhirnya kita harus putus dan membawa luka yang dalam bagi diri saya dan mantan pacar… seringkali kita tidak sesempurna yang kita pikirkan atau pun harapkan. Walau demikian seandainya kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki… marilah kita perbaiki sebelum terlambat. Bertobatlah dan berbaliklah dari jalan yang salah… Tuhan pasti akan turut bekerja untuk memulihkan dan membenarkan. Seandainya pun sudah final (tamat) hubungan ini… biarlah kita perbaiki hidup kita sehingga di dalam hubungan yang berikutnya kita sudah berkembang menjadi pribadi yang lebih matang, bertanggung jawab, dan dewasa rohani.

Cinta yang sejati adalah cinta yang memberi tanpa mengharapkan balasan apa pun. Saat kita bisa memberikan cinta yang seperti ini… Tuhan senang karena kita mencoba mengikuti pribadiNya. Namun dalam kenyataannya kita jauh sekali dari cinta seperti ini… kita lebih cenderung berkata “gua udah buat ini itu buat loe… kenapa sekarang loe begini”. Seharusnya cinta yang sejati merasa puas karena sudah memberi. Kalau yang dicintai memutuskan untuk pergi karena suatu hal… biarkanlah dia pergi. Kalau kita memiliki cinta yang sejati… maka kita akan selalu siap menerimanya kembali dalam kondisi dan situasi apa pun… tak perduli seburuk apa pun perbuatan yang pernah ia lakukan (coba lihat Hosea). Karenanya ini juga menjadi bagian introspeksi mengenai kedalaman cinta kasih kita. Kita harus percaya bahwa cinta kasih kita akan terus kita bawa kepada kekekalan… bukan hubungan kita dengan seseorang loh… tetapi kapasitas kita untuk mengasihi itu akan terus menerus dikembangkan dan menempel bersama dengan kita. Karenanya apakah kita memiliki kasih yang sejati ? Seberapa dalam dan lebarnya kasih kita ? Maukah kita belajar memiliki kasih seperti kasih Tuhan ? Ingat bahwa pada akhirnya di dalam pernikahan… tuntutan kasih suami kepada istri adalah kasih tidak bersyarat seperti kasih Tuhan terhadap jemaatNya… sebuah standard yang sangat tinggi loh.

Di Alkitab sebenarnya tidak mengenal konsep pacaran… itu semua hanyalah hasil kebudayaan manusia belaka saja. Mengapa butuh pacaran ? Karena manusia takut gagal dalam pernikahan… jadi butuh proses penjajakan. Jadi pacaran itu berfungsi sebagai bagian dari proses seleksi akhir… jadi wajarlah kalau pacaran bisa gagal… karena memang demikian fungsinya. Sama saja dengan quality control dari sebuah pabrik makanan… sebuah produk makanan yang kotor harus digagalkan dan tidak diperbolehkan lolos karena akan menimbulkan bahaya besar bagi konsumen. Kalau pacaran harus gagal… yah lebih baik begitu lah daripada lanjut ke pernikahan dan menimbulkan derita atau penyesalan yang lebih panjang dan berlarut – larut. Pernikahan adalah proses menemukan pasangan hidup (kembali lagi kepada kisah Adam Hawa)… lebih baik kalau kita melibatkan Tuhan untuk menemukan jodoh kita. Gak apa – apa deh kalau gagal kali ini sama pacar yang ini… selanjutnya tanya Tuhan untuk kasih tau siapa jodoh kita yang sudah Tuhan tetapkan… we have to move on.

Saran saya bagi saudara – saudari yang mengalami situasi seperti ini… berhenti berkata “MENGAPA”, melainkan belajar untuk mengucapkan SYUKUR. Memang sakit sekali… ada bagian dari ego kita yang tergores maupun terluka. Namun puji Tuhan… bahwa ada satu pribadi yang masih perduli dengan kita sepenuhnya, dan mari kita bawa kepadaNya segala rasa kecewa dan sakit hati. Dia begitu lembut dan setia… Dia tidak akan memandang hina kondisi hati kita. Roh Kudus dengan setia memberikan penghiburan, kekuatan, dan pengharapan. Kita tidak akan pernah mengerti bagaimana Tuhan akan membawa kita ke dalam kehidupan yang begitu luar biasa… hal – hal yang begitu baik yang tidak pernah timbul dalam hati dan pikiran kita… itu semua Dia berikan kepada kita setelah kita menjadikan Dia nahkoda atas kehidupan ini. Terus – menerus bersyukur… walau pun sulit… itu semua melatih roh dan jiwa kita. Berkumpul lah juga dengan teman – teman yang baik, yang dewasa rohani dan mampu menunjukkan kita kebenaran terang Firman Tuhan.

Jadi kunci pemulihan dari sakit hati ketika putus cinta adalah kembali lagi kepada sumber cinta (kasih) yang sejati… yakni kasih AGAPE Tuhan yang tidak bersyarat… sebuah kasih yang sempurna tanpa cacat. Biarlah kuasa kasihNya memulihkan memar – memar emosi di hati kita, dan mencelikkan mata rohani kita sehingga bisa melihat rencanaNya yang mulia atas hidup ini.


Terima kasih kepada brother Pete atas suratnya.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 23 Oktober 2012.
Silahkan disebarluaskan, tidak ada hak ciptanya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *