Apa Itu Kebenaran ?

Apakah itu Kebenaran - PenulisHidupku.Com - 1

Seorang saudara seiman, pembaca penulishidupku.com, bernama Ricky menulis sesuatu yang sangat menarik di dalam komentarnya terhadap sebuah tulisan di sini. Dia mengajukan sebuah pertanyaan kelas berat, yakni “APA ITU KEBENARAN ?“, yang sangat memicu diri saya untuk mencari sebuah jawaban. Saya rasa ini sangat baik sekali untuk dibahas dan direnungkan. Semoga menjadi bahan perenungan bagi kita semua.


“Apa itu kebenaran ?” Hmmm… pertanyaan ini sangat sangat dalam… dan saya gak yakin bisa menjawab ini sepenuhnya hehehe. Walau demikian saya akan mencoba menjawabnya dengan otak saya yang segede bakpaw ini :-).

PENGERTIAN KEBENARAN SECARA UMUM

Dari hasil menelusuri halaman – halaman kamus, saya menemukan definisi dari kebenaran (truth) sebagai berikut: sesuai dengan fakta atau realita atau sesuai dengan keaslian / sebuah standar. Definisi tersebut kemudian diperluas oleh opini – opini yang bermunculan mengenai sifat atau karakteristik dari sebuah kebenaran. Beberapanya adalah sebagai berikut.

Carl Jung - PenulisHidupku.Com - 1

Carl Jung

Carl Jung seorang psikolog ternama berkata “kebenaran itu subyektif”, bahkan dia juga berargumen “realita itu subyektif”. Dia menjelaskan bagi seseorang yang mengalami sakit jiwa, halusinasi mengenai seseorang / sesuatu adalah sebuah persepsi yang nyata (real) khusus bagi individu tersebut. Apa yang benar / nyata bagi orang tersebut berbeda dengan apa yang benar / nyata dengan kita. Itulah opini mengenai kebenaran versi seorang psikolog hebat.

Para ilmuan atheis mengatakan kebenaran itu harus bisa dibuktikan, diukur, dan bisa diulang – ulang (terus menerus menghasilkan hasil yang sama). Karenanya mereka menganggap hanya matematika lah yang menjadi sebuah kebenaran universal… 1 + 1 harus menghasilkan 2. Itu adalah logika universal.  Kebenaran harus bisa dijelaskan menggunakan logika. Dan itulah opini  mengenai kebenaran versi dari pada ilmuan atheis.

KEBENARAN DAN TOLAK UKUR

Secara umum, lawannya dari kebenaran adalah kesalahan / kebohongan. Pada dasarnya benar atau salah, itu hampir sama dengan kata sifat lainnya “tinggi atau rendah, kaya atau miskin, kurus atau gemuk”. Semua membutuhkan tolak ukur (perbandingan). Kapan seseorang dikatakan tinggi (dibandingkan dengan apa / siapa), kapan seseorang dikatakan gemuk (dibandingkan dengan apa / siapa)… itulah sebabnya diciptakan ukuran standard internasional (kilogram itu seberapa, 1 cm itu seberapa, 1 detik itu seberapa, dsb), dan tolak ukur khusus untuk bidang – bidang tertentu (contoh: BMI (body mass index) untuk menentukan seseorang itu overweight atau underweight atau normal, patokan tensi  darah normal: 120-80, dan sebagainya).

Walau pun adanya tolak ukur, tidak menjamin sesuatu yang diyakini sebagai kebenaran bisa menjadi sesuatu yang universal. Misalnya orang dengan tinggi badan 170 cm adalah tergolong tinggi untuk masyarakat biasa di Indonesia, namun tinggi badan itu bisa saja dianggap pendek untuk ukuran para model – model catwalk di Eropa. Beda tempat… beda situasi… beda tolak ukur. Ada ungkapan yang lebih ekstrim mengatakan “In the kingdom of the blind, a one eyed man is the king (dalam kerajaan orang buta, orang yang bermata satu adalah rajanya)”.

KEBENARAN DARI BERBAGAI DISIPLIN ILMU DAN KEBENARAN UNIVERSAL

Nah kembali lagi soal kebenaran, sekarang kita berbicara mengenai benar dan salah… orang itu dikatakan “benar” ketika dibandingan dengan apa ? (tolak ukur apa ?) …. susah kan jawabnya hehehe. Kalau kita pakai ilmu hukum… seseorang yang menggunakan ganja (mariyuana) di Amsterdam itu tidak salah, tapi orang yang sama melakukannya di Singapura itu jadi salah. Kok bisa ? karena beda negara beda hukum… beda prinsip, beda ketetapan, beda tolak ukur…. dan dalam contoh ini kita menggunakan kacamata hukum negara sebagai tolak ukur kebenaran.

Setiap ilmu yang bermunculan dari peradaban manusia (filosofi, politik, hukum, ekonomi, dsb) memiliki pengertian masing – masing mengenai kebenaran. Dan karena ada banyak versi kebenaran… maka kita tidak perlu mencari kebenaran. Yang perlu kita cari adalah KEBENARAN YANG SEJATI… yang universal yang benar – benar bisa diaplikasikan kepada seluruh manusia, mahluk hidup lainnya, dan juga kepada semua benda – benda tidak hidup lainnya di dalam seluruh isi alam semesta ini.

Mencari Kebenaran - PenulisHidupku.Com - 1

KEBENARAN TERTINGGI (ULTIMATE TRUTH)

Kebenaran sejati yang universal akan mampu menjelaskan SEGALA SESUATU YANG ADA baik yang bisa kita rasakan melalui panca indera kita maupun yang tidak. Termasuk di dalamnya hal – hal sehubungan dengan ASAL USUL kita sebagai manusia (HUMAN ORIGIN), SIAPA KITA, dan TUJUAN KITA ADA (eksistensi). Dan inilah kelemahan dari kebenaran – kebenaran versi ilmu – ilmu pemikiran manusia lainnya (ekonomi, sosial, politik, sains, dsb) tidak bisa menjawab ketiga hal esensial ini sepenuhnya. Orang Atheis mungkin tidak percaya akan adanya pencipta, tetapi mereka tidak memungkiri bahwa segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini… termasuk bakteri terkecil… bahkan sebutir debu pun… MEMILIKI FUNGSI / PERAN / TUJUAN. Dan manusia juga pasti memiliki fungsi / peran / tujuannya juga.

Segala sesuatu yang manusia ciptakan (mobil, komputer, pakaian, rumah, dsb) memiliki tujuan untuk hidup manusia. Tanpa adanya tujuan, benda – benda tersebut tidak akan diciptakan. Konsep yang sama bisa kita gunakan untuk manusia juga. Pemikiran secara lugu saya paparkan sebagai berikut:

  • Semua memiliki tujuan. Tanpa tujuan tidak ada sesuatu yang ada (exist).
  • Manusia ada (exist), karenanya manusia memiliki tujuan.
  • Tujuan dari sesuatu yang ada, hanya bisa ditentukan oleh yang membuat (menciptakan) nya. Contoh: mobil, microwave, dsb.
  • Karena manusia memiliki tujuan, maka manusia adalah hasil ciptaan dari seorang pencipta. Kita menyebutnya “Tuhan”.

Adam dan Hawa - PenulisHidupku.Com - 1

HASRAT DALAM DIRI KITA DITANAM OLEH SANG PENCIPTA

Kita mundur sedikit dan perkenankan saya menggunakan referensi dari Alkitab. (Bagi para pembaca yang tidak percaya adanya pencipta, coba untuk sesaat beranggapan seandainya Tuhan itu ada sehingga saudara bisa mengerti apa yang ingin saya sampaikan). Pada proses penciptaan, Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama di muka bumi ini. Dikatakan mereka diciptakan serupa dengan gambar Allah sendiri. Ketika Adam dan Hawa memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, mereka menyadari suatu hal… mereka sekarang menyadari apa itu benar dan salah. Mengetahui apa yang salah, membuat manusia bisa menggunakan kehendak bebasnya untuk berbuat salah, untuk berbuat jahat. Ini membuat manusia lebih sulit untuk hidup kudus dan intim dengan Allah.

Itu sebabnya Allah Bapa tidak bisa lagi dengan intim berhubungan dengan Adam dan Hawa dengan muka tatap muka di taman Eden setelah itu. Keturunan Adam dan Hawa di luar garis Set… para raja – raja pendiri kerajaan – kerajaan besar di muka bumi menciptakan kebudayaan mereka masing – masing. Mereka tidak mengerti mengapa ada kekosongan di dalam diri mereka, mereka tidak mengerti bahwa manusia diciptakan untuk berhubungan intim dengan penciptaNya… tetapi hasrat / dorongan untuk berhubungan dengan suatu pribadi yang lebih tinggi dari mereka itu begitu kuat karena HASRAT TERSEBUT ITU DITANAMKAN OLEH ALLAH ketika manusia dibentuk dari debu dan dihembuskan nafas kehidupan.

Itulah sebabnya bangsa – bangsa di luar garis Set, Nuh, Abraham dan Israel menciptakan Tuhan – Tuhan mereka dengan tuangan logam dan pahatan. Hasrat yang sama masih bisa kita ditemukan di daerah – daerah pedalaman yang jauh dari peradaban modern seperti di Papua, Afrika, dan Amerika Selatan. Suku – suku yang masih kita anggap primitif tersebut percaya kepada roh – roh (animisme dan dinamisme)… percaya kepada sesuatu pribadi yang lebih tinggi dari mereka untuk memuaskan hasrat terdalam dari diri mereka.

Planet Bumi - PenulisHidupku.Com - 1Sebagai ciptaan Allah yang serupa dan segambar denganNya, manusia (tak pandang siapa mereka) dengan akal budinya memiliki potensi untuk bisa menjelajahi bulan, planet – planet, dan bintang – bintang di alam semesta ini… namun bagi mereka yang tidak mengenal sang pencipta, walaupun mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru… saat mereka memandang kepada kedalaman dan luasnya alam semesta ini… mereka tetap tidak bisa menjelaskan mengenai kekosongan di dalam diri mereka sendiri. Mereka tidak mengerti mengapa tidak ada ketenangan di dalam jiwa mereka, mengapa mereka mengejar sesuatu yang seakan – akan terus – menerus menjauh bukannya semakin mendekat. Mengapa mereka tidak menemukan sebuah tujuan akhir (FINAL DESTINATION).

KUNCI KEBENARAN SEJATI

Daud Sang Gembala - PenulisHidupku.Com - 1Peperangan menghadapi hasrat manusia ini telah disadari oleh seseorang yang sangat sederhana lebih dari 2000 tahun yang lalu. Ia bukanlah seorang ilmuan dengan otak yang brilian, melainkan hanyalah seorang gembala domba. Ya, saudara tidak salah membacanya… beliau hanya seorang gembala domba. Daud adalah namanya, dan dia dikatakan sebagai orang yang mengejar hatiNya Tuhan. Daud menuliskan ini:

Mazmur 62:1 – “HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU TENANG, dari pada-Nyalah keselamatanku”.

Jiwa manusia tidak dapat terpuaskan… dan hasrat yang tidak bisa terbendung ini memacu manusia untuk mencari sesuatu yang bisa memberikan kepuasan. Berbagai macam kebenaran dari berbagai ilmu ciptaan manusia pun tidak bisa memberikan jawaban dan makna. Daud menemukan jawabannya… dia menemukan semuanya… dan mengatakan dengan kata lain “aku menemukan segalanya di dalam diri penciptaku. BersamaNya aku cukup, bersamaNya aku puas, bersamaNya aku tenang”. INILAH KEBENARAN SEJATI… yang bisa diaplikasikan kepada semua ciptaan… bahwa ALLAH ADALAH PENCIPTA SEGALA YANG ADA. Tujuan hidup ini BERPUSAT KEPADANYA. Hidup manusia bukan berpusat kepada manusia itu sendiri. Manusia tidak hidup untuk diri mereka sendiri… mereka hidup untuk DIA (Sang Pencipta).

Wahyu 4:11 – “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa;sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Versi KJV-nya lebih keren: Thou art worthy, O Lord, to receive glory and honour and power: for thou hast created all things, and FOR THY PLEASURE they are and were created.

Segala sesuatu diciptakan untuk KESENANGAN ALLAH.

Tuhan Yesus Adalah Gembala Yang Baik - PenulisHidupku.Com - 1

Yesus datang ke dunia ini untuk membawa kebenaran yang sejati kepada seluruh umat manusia… yakni untuk KEMBALI KEPADA BAPA… KEMBALI KEPADA SANG PENCIPTA.

Yohanes 14:6 – “Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan DAN KEBENARAN DAN HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku'”.

KEBENARAN YANG SEJATI TIDAK TAKUT DIUJI

Di dalam Alkitab kita melihat Yesus diuji (dicobai) oleh iblis, dan berkali – kali Tuhan Yesus maupun para rasul berbicara di hadapan pemikir – pemikir hebat pada jaman itu (ahli Taurat, orang Farisi, Saduki, dan dewan rakyat). Kebenaran yang sejati harus diuji dan akan terus – menerus diuji. Tuhan Yesus, sang Allah Putra rela naik ke atas kayu salib, menumpahkan darah, dan mati bagi kita semua untuk membawa manusia kepada Bapa. Allah Bapa sendiri rela diriNya diuji dengan mengorbankan bagian dari diriNya yang terdekat untuk memaparkan kebenaran ini (pemulihan hubungan manusia dan Allah) kepada seluruh ciptaanNya. Hal yang sama juga membakar semangat dari kurang lebih 50,000 martir yang meninggal (sejak Tuhan Yesus terangkat tersurga , diawali oleh Stefanus sampai sekarang) rela berkorban demi menyebarkan kabar baik soal kebenaran sejati ini.  Kebenaran sejati tidak takut diuji oleh apa pun termasuk penyiksaan, dan ancaman kematian. It is all worth it for the sake of this ultimate truth.

KEBENARAN SEJATI BERPUSAT KEPADA ALLAH PENCIPTA.

IT IS ALL ABOUT HIM (SEGALA SESUATUNYA ADALAH MENGENAI DIA). Dengan mengetahui kebenaran ini, kita jadi tahu SIAPA KITA, dan TUJUAN KITA. Menjalani hidup dengan pandangan terpaku kepada DIA SEBAGAI TUJUAN AKHIR, membuat jiwa kita tenang dan merdeka sebab hasrat terdalam kita yang adalah bagian esensi dari seorang pribadi manusia akhirnya terpuaskan.

Yohanes 8:31-32 – “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan KEBENARAN ITU AKAN MEMERDEKAKAN KAMU.”

Kebebasan dan Kemerdekaan - PenulisHidupku.Com - 1

KESIMPULAN SAYA PRIBADI

Bagi saya (terserah deh anda mau bilang ini subyektif hehehe), kebenaran sejati itu ditemukan di dalam pribadi sang Pencipta, yang tertuang di dalam Firman-Nya. Itulah tolak ukur dan referensi saya. Yesus yang adalah Firman Allah, dan juga bagian dari Allah Tritunggal mengatakan Dia adalah jalan dan kebenaran. Dan tidak hanya itu… Dia juga mengatakan kebenaran DAN HIDUP. Kebenaran yang sejati erat sekali hubungannya dengan HIDUP (eksistensi / keberadaan saya). Saya puas dengan penjelasan ini karena saya sadar mengapa saya ada. Dan Yesus melanjutkan… tidak satu orang pun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Yesus dengan singkat dan sederhana memaparkan sebuah FINAL DESTINATION (TUJUAN AKHIR)… yakni kembali kepada BAPA. Menurut saya inilah KEBENARAN SEJATI…menyadari bahwa saya adalah ciptaan DIA, dan kita kembali berhubungan intim (sesuai dengan rencanaNya yang mula – mula).

Kebenaran Sejati (bagi saya pribadi) = SEMUA YANG ADA BERPUSAT KEPADA ALLAH PENCIPTA, DAN DIA MENIKMATI SEMUA CIPTAANNYA (termasuk bergaul intim dengan manusia).

BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN KEBENARAN SEJATI ?

Yohanes 8:31-32 – “JIKALAU KAMU TETAP DALAM FIRMAN-KU, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Sesuai dengan ayat di atas, kebenaran sejati hanya bisa kita temukan bila kita tetap berpegang teguh kepada Firman yang Tuhan Yesus sampaikan sampai ke akhir keberadaan (eksistensi) kita di dunia ini. Kebenaran ini akan memerdekakan kita dan membuat hidup kita bermakna.


Terima kasih kepada brother Ricky atas pertanyaannya mengenai “apa itu kebenaran”.
Terima kasih kepada Simon atas gambar Tuhan Yesusnya.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 21 November 2012.
Tulisan ini tidak ada hak ciptanya. Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Biar hanya nama Tuhan Yesus yang ditinggikan.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *