Diary 30 November 2012 – Menghadapi Kesepian Dan Godaan

Godaan Iblis - PenulisHidupku.Com - 1

Kerjaan di kantor lumayan sibuk cuma tidak terlalu menantang… bahkan boleh dibilang gampang sekali buat gua kerjakan. Karena beberapa minggu yang lalu gua sudah membuat prosedur – prosedur baru maka sekarang gua menikmati buahnya, yakni meningkatnya produktifitas dan kerjaan yang biasanya memakan waktu 2 jam bisa diselesaikan dalam waktu 30 menit dengan hasil yang sama. Dan karena selama beberapa bulan ini gua ajarin anak buah di kantor secara intensif sekarang ini mereka sudah pada pintar – pintar hehehe jadi gak perlu bantuan gua lagi, paling cuma butuh briefing mingguan saja.

Walau demikian akhir – akhir ini sebenernya gua merasa kesepian banget. Memang waktu – waktu yang ada gua habiskan di rumah untuk menulis blog, menonton TV, maenin game hay day, dsb, tetapi sebagai lelaki jujur gua merasa ada satu yang kurang. Kemarin malam lagi asik – asiknya nonton film, tiba – tiba gua mendapatkan SMS dari seorang “teman lama”. Sedikit info mengenai dia.

Dia adalah seorang socialite di Singapura, anggap saja namanya Ivy yang juga memiliki bisnis jadi agen model (modeling agency) yang membawa wanita – wanita muda dari Eropa maupun Asia untuk menjadi model majalah atau model iklan di Singapura. Sebagian besar dari model – model tersebut masih berumur di bawah 20 tahun, belum terkenal, dan mereka datang kemari sekedar untuk audisi dan menambah portfolio mereka. Selain di Singapura, mereka juga bisa lanjut ke Hong Kong, Shanghai, maupun Tokyo.

Dulu gua cukup dekat dengan sister Ivy, dan kita sering pergi keluar bareng. Melalui dia juga gua sering dapetin tiket – tiket gratis untuk konser, private function, dsb-nya karena dia juga punya bisnis EO (Event Organiser). Setiap kali kita pergi keluar maka dia akan bawa pasukan model – modelnya, dan gua berbaur dengan mereka. Kalau dia melihat gua ada chemistry dengan salah satu model dia akan berbisik ke gua “if you like her you can take her out, but take a good care of her and return to me tomorrow”.

Setelah gua pacaran dengan mantan pacar yang pertama, gua gak terlalu banyak hubungan dengan sister Ivy. Kadang – kadang dia SMS gua untuk mengajak gua ikutin seminar dia secara gratis. Dia memberikan seminar soal finansial dan menurut gua dia tergolong sukses karena di Singapura dia memiliki 16 condominium yang semuanya dia sewakan untuk memberikan passive income. Namun gua selalu menolak tawaran dia dengan halus karena gua takut kembali lagi ke hidup yang lama. Setelah gua putus dengan mantan pacar yang kedua, berita bahwa gua sudah jomblo kembali dengan cepatnya mengalir ke telinga sister Ivy.

Setelah lebih dari 2 tahun sister Ivy tidak berjumpa, dia kembali menemui gua untuk menghibur gua yang depresi, dan menemani gua saat gua merusak diri dengan mabuk – mabukan. Dia kemudian mulai memperkenalkan ke gua beberapa model Eropa lagi. Sempat gua hampir mau jatuh waktu itu dengan seorang model berusia 19 tahun, dengan tinggi badan 183 cm dari Yunani. Setelah ketemuan dinner, keesokannya sore hari dia SMS gua untuk ketemuin dia di sebuah hotel. Dengan terang – terangan dia menulis soal ML (making love). Jujur gua kemudian pergi menuju ke sana… dan di dalam perjalanan tiba – tiba gua menerima telepon dari seorang pendeta di Singapura, dan tidak sampai 1 menit kemudian dilanjutin dengan message dari mama gua di Jakarta melalui Yahoo Messenger… puji Tuhan itu semua membatalkan niat gua untuk jatuh ke dalam dosa dan gua kasih alasan ke wanita muda itu “gua gak bisa karena tiba – tiba gua sakit perut dan berak – berak”… what a lame excuse dan sejak itu dia gak pernah hubungi gua lagi hehehe. Jadi akhirnya bersama dengan model – model Eropa yang ini nothing really happen… kita kenalan, dinner bareng ramai – ramai (gak pernah berduaan), dan gua jauh dari alkohol maupun dosa seksual.

Sister Ivy beberapa kali bilang ke gua untuk cepat – cepat menemukan wanita yang baik dan segera menikah. Akhirnya sister Ivy tau gua punya banyak teman orang Korea, jadi dia berpikir gua suka dengan wanita Korea. Dia kemudian mulai memperkenalkan gua dengan para model / calon model dari Korea. Dari segi kuantitas, jumlah model Korea yang datang ke Singapura jauh lebih sedikit dibandingkan dengan model – model lainnya dari China, dan Eropa. Setiap kali ada model Korea yang datang, maka sister Ivy akan mengatur gua ketemuan dengan mereka dengan harapan gua menemukan wanita yang cocok dan who knows… bisa jadi pacar. Sejauh ini baru 7 kali gua bertemu dengan para model Korea secara terpisah. Biasanya gua jemput mereka di condo sister Ivy dan ajak mereka ke Clarke Quay. Tidak terjadi sesuatu yang “berbahaya” dengan mereka karena entah kenapa kebanyakan dari mereka tidaklah seiman. Ada satu yang seiman tapi sudah punya cowok hehehe (kasihan deh gua).

Nah lanjut lagi… semalam sister Ivy SMS lagi ke gua, DI SAAT GUA LAGI SEPI – SEPINYA:

Sister Ivy - PenulisHidupku.Com - 1

Intinya ada 2 model Korea lagi datang lagi ke Singapura dan dia ingin kirim mereka ke gua untuk kenalan. Kemarin gua lagi ngerasa sepi banget, namun di dalam keadaan seperti itu tiba – tiba gua teringat akan “si dia”… (mungkin Tuhan yang ingetin), dan gua menolak dengan halus tawaran dari sister Ivy. Jujur ada pikiran gua mengatakan ke diri gua “goblok banget sih loe”. Gua kemudian keluar kamar untuk cool down dan setelah 10 menit gua dah gak mikirin lagi mengenai hal tersebut. Gua bersyukur masih ada Tuhan yang memberikan gua pengharapan dan mengingatkan gua.

Walaupun “si dia” begitu jauh dari gua, dan mungkin secara akal manusia tidak bisa gua raih, sudah beberapa kali Tuhan memakai dia untuk mengingatkan gua. Salah satunya yang masuk di blog ini ada di sini.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 30 November 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *