Diary 15 Desember 2012 – Belajar Dari Oma Lily

Hadiah Natal - PenulisHidupku.Com - 2

Hari ini perkumpulan Full Gospel Businesmen Fellowship International (FGBMFI) chapter Lucky Plaza Singapura mengadakan kunjungan Rumah Sakit di Mount Elizabeth Hospital. Jam 10 lewat kita semua sudah tiba di Resto Surabaya untuk membungkus kado – kado. Dan setelah makan siang kita pun berangkat ke Mount E. Bersama dengan gua adalah Ferry, Firmansyah, Frado, Ci Yetti, ko Hendra, ci Mulya, dan ci Esther. Setiba di mount E kita pergi ke lantai 9, dan pasien yang kita kunjungi pertama kali adalah seorang wanita tua bernama oma Lily.

Oma Lily berusia 85 tahun dan dia menderita penyakit Parkinson. Kata keponakannya yang menjaga di sana, oma Lily tidak bisa mengenali orang – orang yang mengunjungi dia. Secara sepintas oma Lily tidak beda dengan kebanyakan pasien lainnya, terbaring di atas ranjang dan hidungnya dimasuki dengan selang. Namun ketika wanita yang menjagai oma Lily mulai bercerita… baru terbukalah siapa pribadi oma Lily sesungguhnya dan membuat gua belajar sesuatu dari beliau.

Oma Lily sudah menikah selama 60 tahun dengan suaminya. Dalam foto yang diambil kurang dari setahun, terlihat sang suami masih segar bugar walaupun sudah berusia 86 tahun. Dengan mesra dia mencium Oma Lily yang saat itu sudah duduk di kursi roda. Walaupun sudah 60 tahun menikah mereka masih terlihat begitu mesra dan saling mengasihi. Bahkan sebelum oma Lily sakit, setiap hari oma Lily tidak akan makan malam tanpa suaminya. Dan setiap hari dia melayani dengan memilih dan mengambilkan makanan untuk suaminya.

Sekarang ini begitu banyak teman – teman gua baik di kantor maupun di luar kantor yang sudah cerai, padahal mereka menikah belum sampai 7 tahun. Untuk bisa mendapatkan pasangan hidup yang bisa setia seperti yang dialami oma Lily dan suaminya ternyata tidaklah mudah untuk konteks sekarang ini. Walau demikian gua berdoa dan terinspirasi untuk menjalani pernikahan dengan pasangan hidup gua sama seperti oma Lily, yakni saling melayani dan mengasihi karena suami / istri kita adalah bagian diri kita sendiri yang telah dipersatukan oleh Tuhan.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 15 Desember 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *