Kesaksian Saya: “The Dream Catcher (Penangkap Impian)”

Dream Catcher - Penangkap Mimpi - PenulisHidupku.Com - 1

Hari itu hari Jumat, 4 Januari 2012, pukul sembilan lewat waktu Singapura. Saya baru saja mendarat di bandara Changi, dan seperti biasa di otak saya sudah terbentuk rencana – rencana mengenai apa yang harus saya kerjakan selanjutnya. Secara sederhana saya harus bergegas pulang ke rumah pada malam hari itu, dan kemudian bertemu dengan salah satu pembimbing rohani saya, ko Hendra Gunawan (papanya Jessica Tabitha) untuk membahas beberapa urusan bisnis.

Malam itu saya keluar dari salah satu gate C, di Terminal 1. Ketika saya berjalan di travelator, tiba – tiba Roh Kudus berbicara “pergi ke Terminal 2”. Saya kemudian menjawab “malas ah, aku juga lagi buru – buru mau ketemu ko Hendra nih Tuhan”. Tapi Roh Kudus kemudian mengulang perkataan yang sama. Saya pun dengan merasa terpaksa menurut juga. Masalahnya Terminal 2 itu jauh dari posisi saya berada, butuh sekitar 15 menit lebih untuk jalan kaki menuju kesana.

Peta Changi Airport Transit Terminal - PenulisHidupku.Com - 1

Sambil berjalan saya pun mulai bercakap – cakap dengan Roh Kudus. Saya tanya sama Tuhan apa sih maunya Dia. Ketika melewati imigrasi check point Terminal 1, Roh Kudus berkata dengan sangat jelas “Kamu akan bertemu dengan seseorang dan melalui dia, Aku akan berbicara kepadamu. Cukup dengan melihatnya saja kamu akan mengerti apa maksudnya”. Saya kemudian terdiam dan merasa khawatir… saya khawatir kalau saya gak mendapatkan sesuai dengan apa yang Ia katakan dan saya akan kecewa jadinya.

Roh Kudus kemudian berkata “kamu akan bertemu dengan seorang anak lelaki mengenakan baju berwarna merah dan kulitnya berwarna coklat. Melalui dia Aku akan berbicara secara khusus kepadamu”. Saya kemudian bertanya “Tuhan… apakah perlu aku bicara dengan anak ini ? Apakah ada pesan yang Engkau ingin aku sampaikan ?” Dan Dia menjawab “tidak perlu. Engkau hanya perlu memperhatikan saja… Aku yang ingin berbicara kepadamu”.

Sambil berjalan saya pun bicara sama Tuhan. “Tuhan… kalau mau bicara dengan saya… sekarang ini saja… ngapain tunggu – tunggu nanti”. Dan luar biasanya… Tuhan tidak marah loh dengan perkataan saya seperti itu. Kemudian saya katakan dalam hati “Tuhan aku ini kan bukan orang yang baik – baik amat… masih banyak salah… masih banyak dosa…”. Dia kemudian berbisik “masuk ke toilet kedua dari sini”. Saya pun menurut dan berkata kepadaNya dalam hati “tahu aja aku butuh pipis”. Di dalam toilet ketika saya pipis saya memejamkan mata (karena lega…).

Eh tiba – tiba saya melihat suatu tempat dan ada seorang anak lelaki remaja berada di sana. Tempat itu sepertinya ada di airport Changi. Saat itu saya gak mengerti dan saya pikir ah cuma bayangan biasa aja. Setelah dari toilet saya merasa sangat gak pantas banget bisa berbicara langsung sama Tuhan. Sambil duduk di deretan gate E, saya bilang “Tuhan ampuni dosaku… aku bukan orang yang pantas dan baik”. Setelah itu saya berjalan di travelator dan Tuhan bicara dengan sangat luar biasa.

Dia berbicara seperti seorang teman dengan gaya bicara bukan seperti orang yang agung. Dari sana saya menyadari bahwa Dia sangat sangat penuh kasih dan sangat – sangat luar biasa. Dia berbicara dengan leluasa dan wah keren banget deh. Dia bilang “seandainya saja yah semua orang mendengarkan perkataanKu, maka seisi dunia ini akan damai”. Kemudian dia berkata “Segala sesuatu ditentukan olehKu. Pada waktuKu segala sesuatu akan digenapi”.

Setelah itu saya sampai di terminal 2. Saya berhenti sejenak dan tanya Tuhan… “ini tempat begini besar… gimana saya bisa menemukan itu anak ?” Kemudian Tuhan berbisik “kacamata”… dan saya kemudian berjalan lurus dan menemukan dua toko kacamata. Kemudian Tuhan bilang tadi di toilet saya melihat suatu tempat di Changi Airport… dan saya disuruh mencari tempat tersebut. Saya merasa begitu excited dan kemudian setelah beberapa menit saya menemukan tempat yang tadi saya lihat di dalam toilet.

Tempat itu adalah tangga escalator menuju imigrasi arrival Terminal 2. Ketika saya berada di tempat tersebut saya kemudian melihat ke sekeliling saya apakah ada anak lelaki berkulit coklat dan memakai baju merah. Saya kemudian melihat ada seorang anak India pakai baju merah dan saya menghampiri dia. Ketika saya berjalan menuju ke sana saya tanya sama Tuhan “ini dia anaknya Tuhan ?” Dan ketika saya sudah dekat, Tuhan bilang “bukan dia”. Saya kemudian mulai mencari – cari lagi. Tiba – tiba mata saya menangkap sebuah obyek merah.

Seorang anak lelaki kecil sedang lari – larian dan dia mengenakan baju merah. Saya tanya sama Tuhan “ini dia orangnya ?” Namun Tuhan tidak menjawab… saya pun mengejar anak tersebut. Dia lari – larian dan dia menaiki travelator menuju deretan gate F.. dia semakin menjauh dari saya. Saya terpaksa setengah berlari dan sambil berjalan mendekati dia saya bertanya banyak pertanyaan sama Tuhan… tapi tak satu pun dijawab. Anak itu berada 20 meter di depan saya. Sambil saya berjalan mendekat… semakin saya bertanya “Tuhan Engkau bilang sekali aku melihat dia aku akan langsung mengerti… tapi saat ini aku gak ngerti apa – apa”.

Kemudian saya perhatikan di belakang baju dia sepertinya ada tanda salib kuning. Saya kemudian mendekati dia sambil penasaran… kemudian ketika semakin dekat… ternyata bukanlah salib… melainkan gambar sebuah pesawat. Dan pesawat itu pesawat yang sangat unik… dan saat itu juga saya mengerti… hanya Tuhan saja yang bisa melakukan itu. Ketika saya masih TKK, setiap kali saya masuk ke kelas kita harus memindahkan gambar yang dicetak di atas potongan kayu. Gambar itu kemudian digantung sebagai tanda absensi. Dari sana para guru tau siapa yang masuk dan yang tidak, dari gantungan kayu bergambar.

Pesawat Cessna - PenulisHidupku.Com - 1

Nah kayu saya bergambar pesawat terbang berwarna merah dan putih. Bagi saya pesawat memiliki makna yang sangat khusus. Ketika kecil saya bilang sama teman – teman saya mau terbang ke angkasa ketika saya memainkan kayu bergambar saya. Di rumah papi juga pernah menggambar sebuah pesawat Boeing 747 dan sewaktu saya mendengarkan penjelasan papi, saya berangan – angan ingin terbang. Karenanya bagi saya pesawat itu selalu diasosiasikan dengan sebuah IMPIAN. Ketika saya remaja… saya juga memiliki sebuah mimpi menjadi seorang pengusaha sukses, kaya raya, dan saya akan sering traveling business trip menggunakan pesawat. Ketika saya kuliah banyak jam juga saya habiskan di viewing mall di bandara… entah kenapa saya suka duduk – duduk di sana… merenungkan impian saya.

Pada malam itu, ketika saya melihat gambar pesawat di baju si anak.. saya langsung mengerti… walaupun saat itu Tuhan tidak berbicara apa – apa. Tuhan mengerti akan IMPIAN saya. Dia tahu dan Dia sudah MENANGKAP IMiPIAN saya. Kemudian Dia berkata… “jangan takut, jangan lelah, jangan cemas… Aku sedang mengusahakan impianmu. Pada waktuKu setiap dari impianmu akan menjadi kenyataan”. Saya merasa begitu terharu dan kagum… sAampai mata mulai berair.

Dan saya bilang “Ampuni aku Tuhan… Aku selalu mengecewakanMu”. Tetapi dengan luar biasa dan sampai hari ini saya tidak bisa habis pikir, Tuhan berkata “Engkau tidak pernah mengecewakanKu, karena engkau selalu kembali kepadaKu”. Wow… saya begitu kagum denganNya. Dia kemudian berkata “jadilah orang yang baik… dan jangan pernah berhenti memberkati orang lain”. Itu adalah akhir dari percakapan pada malam hari itu… suatu perjumpaan dengan Tuhan penulis hidup saya dan Dia berkata “DIA MENGERTI DAN DIA PERDULI kepada diri kita dan segala impian kita“.

Tuhan yang sama juga mengerti dan perduli kepada anda. Terpujilah namaNya selalu dan selama – lamanya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 8 Januari 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *