Diary 16 Januari 2012 – Makan Siang Bersama Pak Jendy

 

Kasih Bapa - PenulisHidupku.Com - 1

Siang ini gua janjian bertemu dengan pak Jendy Gozali (papanya Jason) di Vivo City. Sesampai di sana kita ketemuan dan makan siang di Soup Restaurant lantai 2. Bersama dengan pak Jendy ada seorang bapak yang juga dari Batam dan akan berangkat ke Bangkok pada sore ini untuk urusan bisnis yang berhubungan dengan gas. Sambil makan siang kita membahas beberapa hal sehubungan dengan pelayanan memberikan sponsor uang sekolah untuk anak – anak yang tidak mampu.

Pak Jendy cerita beberapa hari yang lalu dia bertemu dengan seorang pendeta di Jakarta bersama dengan anaknya. Pak Jendy tanya kok anaknya gak sekolah. Terus sang pendeta tersebut berkata “lagi tidak ada dana”. Pak Jendy mengatakan kebetulan kelompok Full Gospel Singapura sedang berniat untuk mensponnsori uang sekolah anak – anak. Mendengar cerita ini gua jadi tambah semangat, karena artinya kita bisa juga membantu keluarga hamba – hamba Tuhan… wow ini sangat luar biasa sekali.

Tak lama temannya pak Jendy kemudian pamit karena harus buru – buru pergi ke airport. Gua dan pak Jendy kemudian mulai memasuki pembicaraan yang lebih mendalam. Kita banyak bicara mengenai pelayanan di ladang Tuhan baik di gereja maupun di marketplace. Pak Jendy dan gua memang memiliki panggilan yang sama yakni di pelayanan marketplace. Mengenai alasan pribadi gua mengapa demikian, lain kali akan gua jelaskan di dalam tulisan berikutnya. Pak Jendy juga beberapa kali mengatakan bahwa tidak ada gereja yang sempurna. Pasti saja ada kekurangan dan kita gak boleh memandang manusia (termasuk pendeta) karena kita dijamin pasti kecewa.

Kemudian kita berbincang – bincang mengenai masalah bisnis dan prinsip – prinsip ilahi. Gua sudah pernah dengar ini sebelumnya dari kotbah – kotbah para hamba Tuhan baik di dalam gereja maupun di Full Gospel Business Men Fellowship International (FGBMFI). Tapi hari ini gua benar – benar kembali diingatkan.

  • Pak Jendy berkata “saya tidak memilih bisnis yang paling menguntungkan (profitable), tetapi saya memilih bisnis yang bisa memberkati orang banyak“. Karena ketika kita mengerjakan pekerjaan Tuhan, pastilah Tuhan yang akan memelihara dan mengembangkannya sehingga namaNya sendiri semakin dipermuliakan. Karena umur kita di dunia ini terbatas. Rata – rata manusia hanya hidup 70 – 80 tahun. Dan harta itu tidak bisa kita bawa mati… suka gak suka harus kita tinggalkan. Karenanya banyak orang menjalankan hidup penuh kesia – siaan… hidup senang – senang selama sisa hidupnya 20 – 30 tahun kemudian mati dan masuk ke dalam penghukuman. Lebih baik menggunakan sisa hidup kita  dan harta kita untuk melayani dan memberkati banyak orang. Kalau pun 20 – 30 tahun itu penuh penderitaan… nanti pas mati kita bisa masuk ke dalam kekekalan bersama dengan Tuhan Yesus.
  • Dalam menjalankan bisnis motivasi kita juga harus benar dan Tuhan melihat itu semua. Tuhan kita adalah Bapa yang baik, dia juga tau kemampuan kita sampai dimana. Dia tidak akan memberikan sesuatu yang melebihi kemampuan kita baik itu pencobaan maupun berkat. Karena sesuatu yang kelihatannya adalah berkat bisa menjadi suatu kutuk ketika kita tidak siap, dan biasanya ini adalah umpan iblis untuk menjerat manusia. Sementara Tuhan itu berbeda, Dia tau diri kita sepenuhnya dan bila kita tidak siap menerima berkat yang besar maka Dia tidak akan menyodorkan itu kepada kita supaya kita tidak merusak diri.
  • Dalam pekerjaan maupun melayani Tuhan, kita harus mulai dari apa yang kita punya. Tidak perlu muluk – muluk melakukan pekerjaan yang besar (lagipula sering kali yang muluk – muluk itu adalah untuk memuaskan ego kita saja dan bukan untuk menyenangkan Tuhan), melainkan dari yang kecil dan apa yang kita punya kita mulai melangkah. Nanti Tuhan yang akan tambahkan dan kembangkan. Namun memang seringkali dalam pelayanan awal – awalnya memang sulit dan kelihatannya kita “tekor”. Padahal ketika kelihatannya “tekor menabur” sebenarnya kita sedang melakukan “investasi”. Siapa yang menabur ia pasti akan menuai.

Setelah itu pak Jendy memberikan beberapa kesaksian mengenai hidupnya ketika dia masih muda dan jauh dari Tuhan sampai akhirnya dia bertobat lalu menerima Yesus juru selamat. Gua melihat matanya memerah ketika bersaksi dan memperkatakan Firman Tuhan. Puji Tuhan :-). Dia berkata bahwa “uang bukanlah segalanya“. Banyak orang punya duit banyak tetap saja kecewa, tetap saja mengalami masalah. Pada dasarnya setiap orang itu punya masalah, cuma bagaimana kita menghadapinya saja, yakni bersama dengan Tuhan atau tanpa Dia. Orang yang gak punya uang masalahnya yah soal uang. Yang ada uang, masalahnya di bidang lain mungkin suami / istri, anaknya, mantunya, kesehatannya, atau yang lainnya.

Dalam perjalanan hidup kita akan jatuh bangun, ya termasuk berbuat dosa kembali… sesuatu yang sudah kita janji tidak akan melakukannya lagi. Namun itulah kebesaran Tuhan kita… 1000 kali kita jatuh, 1000 kali juga Dia bersedia mengampuni dan mengangkat kita. Kita memiliki pemikiran manusia yang terbatas yakni Tuhan tidak mungkin mau menolong kita terus – menerus… tapi itulah KASIH KARUNIA Tuhan. Kita mau berbuat apa pun… pada dasarnya emang kita gak layak dan gak bisa beli… tapi Tuhan kasih kepada kita. Kalau kita jadi anaknya Liem Sioe Liong atau pak Soeharto dan kita bangkrut habis – habisan… terus papa kita (om Lim atau pak Harto) bilang “jangan kuatir… papa yang bantu”… pasti kita akan percaya kan ? Kenapa kita gak mau percaya sama Bapa kita di sorga pemilik alama semesta ini ? Kalau kita gak percaya sama janji Tuhan, itu artinya kita gak percaya Tuhan. Bahkan kuatir itu sudah dosa dan melanggar perintahNya.

Gua bersyukur bahwa hari ini Roh Kudus bekerja di dalam pertemuan makan siang kita hari ini. Yang pasti gua banyak belajar dan diingatkan kembali oleh Tuhan.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 16 Januari 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

 

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *