Diary 2 Feb 2013 – Mengenang Suk Anyap

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 7Hari ini gua masih di Jakarta untuk bersama dengan keluarga. Entah kenapa di dalam diri gua masih tidak percaya bahwa suk Anyap sudah tidak ada. Dan sepanjang hari ini gua banyak sekali merenung sambil mengenang beliau. Terkadang membuat gua sedikit senyum – senyum sendiri. Gua rasa itulah bagian yang terpenting yang ditinggalkan ketika seseorang meninggal dunia… yakni sejuta kenangan dan warisan nilai – nilai kehidupan. Kedua ini lebih berharga daripada harta benda yang masih bisa kita beli atau raih.

Sejak gua kecil… asuk gua yang satu ini memang dikenal sangat baik, dan selalu membuat gua tersenyum. Gaya bicaranya yang ceplas – ceplos membuat gua merasa nyaman setiap kali gua datang berkunjung ke rumahnya. Penampilannya sederhana, dan dalam pergaulan dia selalu tampil apa adanya. Itu sebabnya asuk memiliki banyak teman dan dihormati oleh para tetangga sekitarnya di daerah Kampung Angus. Suatu hari gua harus membayar sesuatu di sekolah ketika SMA dan hari itu gua gak bawa duit yang cukup. Kebetulan sekolah gua (Katolik RICCI) gak jauh dengan rumah suk  Anyap. Gua kemudian pergi ke sana untuk pinjam duit dulu. Gua tau gua punya asuk yang bisa diandalkan.

Setiap kali papi sakit dan sudah beberapa kali dirawat di RS, suk Anyaplah dari pihak keluarga papi yang paling sering berkunjung dan memberikan semangat. Setiap kali ada suk Anyap, gua selalu ajak dia ngobrol dan seperti biasa dengan gayanya yang khas dia suka godain gua hehehe. Sekarang gua mengenang balik… memang suk Anyap ini sangat baik hatinya dan sangat care sama keluarga. Mami dan Juni cerita bahwa terakhir kali suk Anyap main ke rumah, dia pernah bilang kalau dia meninggal dia mau dikremasi saja supaya tidak membuat susah anak – anaknya.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 2

Papi juga terlihat ling lung… dia merasa sedih cuma dia gak bisa mengungkapkannya. Gua sendiri bukan tipe orang yang suka menutup – nutupi perasaan. Jujur gua merasa sedih dan kehilangan… karenanya sebisa mungkin gua mau ikut membantu sukme Afong sekeluarga di rumah duka. Hari ini gua mondar – mandir antara rumah dan rumah duka sampai 4 kali. Gua melihat anak – anak suk Anyap terutama Dede dan Lala masih sangat sedih. Sambil gua melipat – lipat kertas uang perak, gua mendengar banyak cerita mengenai kebaikan suk Anyap semasa dia hidup.

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 3

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 4

Rudy Widjaja Ramli - PenulisHidupku.Com - 6Gua bersyukur bahwa suk Anyap sudah berhasil membesarkan anak – anaknya sehingga mereka bisa menjadi orang – orang yang berhasil. Gua juga bersyukur suk Anyap sudah menggendong 2 orang cucu. Sekarang doa gua adalah supaya sukme, dan anak – anaknya mendapatkan ketabahan maupun kekuatan sehingga mereka bisa terus hidup dengan penuh kedamaian serta pengharapan. Sementara gua akan terus – menerus mengenang suk Anyap sampai akhir hidup gua… karena dia adalah orang yang baik dan yang terpenting lagi… dia adalah keluarga gua.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 2 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *