Memulai Hari Dengan Pujian

 Menyembah Tuhan - PenulisHidupku.Com - 1

“Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.” Mazmur 145:1

Apa yang Saudara pikirkan saat bangun tidur di pagi hari? Banyak orang mengawalinya dengan memikirkan masalah dan kemustahilan sehingga pikiran mereka selalu diliputi kegelisahan, ketakutan, kemarahan atau emosi. Berbeda dengan Daud selalu memulai harinya dengan berdoa dan mempersembahkan puji-pujian bagi Tuhan. Bahkan “Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau,” (Mazmur 119:164). Tidak sedikit orang Kristen lupa melakukan hal ini. Mereka berpikir memuji Tuhan itu cukup dilakukan saat beribadah di gereja atau persekutuan saja. Itu salah besar! Memuji Tuhan tidak mengenal waktu, tempat dan keadaan. Kapan pun, di mana pun bagaimana pun keadaan kita, puji-pujian bagi Tuhan harus kita naikkan.

Memuji Tuhan adalah tindakan yang wajar dan normal bagi orang percaya. Kita tidak perlu menjadi worship leader atau kursus vokal terlebih dahulu agar bersuara bagus dan barulah kita bernyanyi bagi Tuhan. Memuji Tuhan adalah ekspresi yang keluar dari hati terdalam seseorang yang mengagumi Tuhan sebagai respons atau kebaikanNya. Tanpa kekaguman, memuji Tuhan hanya akan menjadi suatu kewajiban atau rutinitas yang dipaksakan. Sedangkan rasa kagum pasti lahir dari kerendahan hati, dan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hidup kita. Itulah sebabnya memuji Tuhan di tengah pencobaan dan penderitaan seringkali terasa sulit kita lakukan. Namun jika kita terus melatih diri untuk selalu memuji Tuhan, kita akan beroleh kekuatan untuk memuji Dia apa pun keadaan kita seperti Daud yang memuji Tuhan bukan hanya sekali, tapi tujuh kali dalam sehari. Ketahuilah bahwa memuji Tuhan adalah pelayanan langsung yang kita tujukan kepada Tuhan. Maka dari itu tanpa kerendahan dan kemurnian hati, pujian kita tidak mungkin berkenan kepada Tuhan.

Saudara pernah merasakan pertolongan Tuhan? Setiap kita pasti mengalami dan merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup ini. Apakah bibir kita kelu untuk memuji Tuhan?

Bagi orang Kristen yang sungguh-sungguh, tiada hari tanpa memuji-muji Tuhan!


Terima kasih kepada buku renungan air hidup atas renungannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *