Perubahan Status dan Kenyataan

Belenggu Perbudakan - PenulisHidupku.Com - 1Setiap orang yang sudah mengalami pembenaran perlu menyadari adanya perubahan status dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran. Sebelum kita dibenarkan Allah, status kita adalah hamba dosa. Hamba bukan orang bebas. Hamba terikat pada tuannya. Hamba tidak bebas melakukan apa saja yang dia kehendaki, tetapi hamba harus melakukan apa saja yang dikehendaki tuannya. Berdasarkan pengertian di atas, hamba dosa tidak bebas melakukan kebenaran, melainkan terikat untuk terus melakukan dosa. Oleh karena itu, walaupun seorang anak umumnya selalu diajar hal yang baik oleh orang tuanya, anak itu suatu ketika akan melakukan dosa (misalnya berbohong) tanpa perlu diajar.

Seorang yang sudah dibenarkan oleh Allah sudah dilepaskan dari kuasa dosa, sehingga ia bebas untuk melakukan kebenaran. Sayangnya, orang yang sudah dibebaskan dari kuasa dosa seringkali tidak sadar bahwa dirinya benar-benar sudah bebas dari kuasa dosa. Hal yang paling menyulitkan kita untuk meninggalkan dosa adalah karena kita terlalu memperhatikan dosa. Dosa—yang sudah menjadi kebiasaan—terus-menerus kita ulang dengan tanpa berpikir lagi. Seharusnya kita mulai mengalihkan perhatian kita kepada kehidupan baru yang kita peroleh sesudah kita memperoleh pembenaran. Rasul Paulus menganjurkan agar kita bukan hanya menjauhi dosa, melainkan kita harus menganggap diri kita telah mati terhadap dosa. Untuk bisa memandang diri kita sebagai telah mati terhadap dosa, kita harus memperhatikan kebenaran. Kita harus terus-menerus mengisi pikiran kita dengan kebenaran Allah—yang terdapat dalam firman-Nya—agar kita semakin merasa jijik (tidak nyaman) terhadap dosa dan status sebagai hamba kebenaran bisa terwujud dalam kenyataan hidup kita. [P]

Roma 6:11
“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”


Terima kasih kepada Gereja Kristus Yesus atas renungannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *