Diary 21 Feb 2013 – Menemani Tuul – Hari Pertama

Tuul - PenulisHidupku.Com - 1

Sejak pertengahan bulan Januari 2013 hingga Februari 2013, gua cukup sibuk menemani teman – teman yang datang berkunjung ke Singapura. Sekitar 2 minggu yang lalu, seorang teman wanita  dari Mongolia bernamaa Tuul telah membooking waktu gua dari tanggal 21 – 23 Februari 2013 untuk menemani dia jalan – jalan. Bagi gua ini adalah teman terakhir yang akan gua temani dalam season ini (Jan – Feb 2013) dan gua sangat berharap sekali agar kehidupan gua bisa balik normal untuk mengurus diri sendiri dan kewajiban – kewajiban lainnya. Entah gimana, beberapa hari sebelumnya gua merasakan bahwa gua akan belajar sesuatu dari waktu – waktu yang gua akan habiskan bersama dengan Tuul. Seakan – akan ada sebuah kekuatan yang memberikan gua sebuah petunjuk mengenai apa yang akan terjadi.

Siang tadi sekitar jam 4 gua menerima telepon dari sebuah nomor HP yang tidak dikenal, dan ternyata yang menelpon adalah si Tuul. Dia berasal dari Ulan Baatar (Mongolia) sama seperti dede (mantan pacar gua yang kedua). Bahkan dede dan Tuul saling kenal dan juga adalah sahabat baik sudah cukup lama. Melalui HP Tuul bilang ke gua “I bring gift for you from Mongolia. You will like it. Please come meet me and bring me out for dinner tonight”. Gua pun menyetujui permintaan dia, dan janjian ketemuan jam 7.30 malam. Itu sebabnya hari ini sengaja gua pulang dari kantor pagian. Dan sekitar jam 6 gua sudah sampai ke rumah. Gua kemudian mandi dan beres – beres sebentar. Sekitar jam 6:45 gua berangkat dari rumah dan meskipun sore ini hujan rintik – rintik, itu semua tidak memadamkan semangat gua untuk bertemu dengan Tuul hehehe.

Si Tuul menginap di hotel Novotel yang berlokasi di dekat Clarke Quay (arena tempat bermain gua hehehe). Sesampai di Novotel sekitar pukul 7:30 dan gua langsung naik menuju ke kamar Tuul. Setelah ding dong ding dong bel berkali – kali (lama juga… ada sekitar semenit). Tuul membuka pintu kamar dan menyambut gua. Waduh… ini cewek gile juga… ternyata dia cuma pakai handuk doang, dan masih memberikan gua “friendly hug” lagi. “Sorry my hair is still wet… I was in the shower room”. “No worries, please continue your shower. I will watch TV and wait for you” jawab gua. “Ok… only 3 minutes” kata Tuul. Setelah dia berpakaian di kamar mandi, dan sambil mengeringkan rambut menggunakan blower, kita saling mengobrol dengan seru.

Sudah cukup lama juga kita gak ketemuan dan ada banyak sekali yang perlu diceritakan. Sesekali salah satu dari kita berkata dengan terkejutnya “oh really ? tell me more” ketika kita saling bertukar laporan hehehe.  Waktu dandan, Tuul minta gua untuk memilih warna lipstik dan eye shadownya. Gua bilang ke dia “this pink lipstik, very soft pink blush, but no eye shadow, and no maskara… ok ?”. Dan sambil tersenyum dia bilang “hahaha, ok boss”. Kemudian ketika dia memilih dress, dia jugatanya ke gua bagusan hitam atau biru. Gua bilang ke dia “you like black right ?”. Dan dia dengan terkejutnya berkata “how do you know ?”. “well… I can read your mind” jawab gua. (Sebenarnya gua cuma menebak, karena sepatu Tuul warna hitam, tas-nya warna hitam, notebook-nya warna hitam, dompet-nya warna hitam, dan cat kuku kakinya warna hitam… there is no trick, six sense, or whatever… just a bit of keen eye in observing… hehehe). Dia kemudian memilih dress warna hitam, dan karena dia mau ganti baju… gua pergi ke toilet bentar (ini orang tau diri namanya hehehe).

Tuul - PenulisHidupku.Com - 1Sedikit informasi mengenai Tuul. Dia lahir di Moscow, Rusia, namun adalah seorang warga negara Mongolia. Dibesarkan oleh keluarga yang cukup berada di Mongolia, yang memiliki bisnis ekspor impor, dan sekarang juga terlibat di dalam politik sebagai anggota parlemen (semacam DPR di Indonesia). Anggota keluarganya yang lain seperti sepupu, dab paman juga menjadi anggota konsulat / kedutaan di berbagai negara… dan Singapura adalah salah satunya. Secara fisik Tuul berkulit putih mulus, berambut panjang, tinggi badan 170 cm lebih dikit, memiliki 4 tahi lalat (dua di pipi kiri, satu di bawah mulut, dan satu lagi di hidung), dan untuk ukuran orang Mongolia… dia cukup cantik dan modis. Bahasa Inggrisnya bagus… juga Tuul adalah seorang yang sangat pintar, lucu, dan ramah. Yang membuat dia menarik adalah saat dia berbicara dalam bahasa Mongolia dengan luwesnya dan bibirnya rada monyong – monyong hehehe (sungguhan). Dia berusia 24 tahun (saat tulisan ini ditulis) dan dia sudah selesai Master Degree, yang diperolehnya dari sebuah universitas di Jerman, tempat dia belajar selama 1 tahun 8 bulan. Tuul sendiri sudah pergi ke berbagai macam negara (Amerika, hampir seluruh Eropa, Turki, Uzbekistan, Australia, Russia, China, Jepang, dan Korea). Salah satu sepupu dari pihak mamanya adalah seorang pemilik travel agency… karenanya dia sering diberikan tiket gratis, dan kalau mau last minute ganti waktu penerbangan itu gampang sekali. Orangtuanya sedang mempersiapkan Tuul untuk ikut masuk karir di politik, namun saat ini tidak bisa karena untuk bisa duduk di parlemen Mongolia dia harus berusia minimum 32 tahun. Itu sebabnya sekarang dia lebih banyak terlibat di dalam bisnis ekspor impor. Dalam hubungan asmara, Tuul sudah bertunangan dengan seorang pria Mongolia yang bekerja juga untuk pemerintah di bagian intelijen (semacam CIA Mongolia) dan rencananya tahun depan (2014) mereka akan menikah. Secara sepintas kehidupan Tuul begitu baik… semua sepertinya berjalan mulus dan dia memiliki masa depan yang cerah.

Vodka Dari Teman - PenulisHidupku.Com - 1Sama seperti dede, Tuul memanggil gua dengan menggunakan nama Mongolia gua (yup… gua punya nama Mongolia loh, yang dikasih oleh dede). Nama Mongolia gua adalah Huslen (yang berarti “wanted” (diingini) or “dreamed about” (diimpikan)… cara bacanya kalau bahasa Indonesia adalah “husleng” dengan e-nya dari elang). Tuul kemudian memberikan ke gua sebuah bingkisan dari Mongolia… sebuah Vodka Chinggis Gold Label. Minuman ini tergolong elite di Mongolia… karena biasanya digunakan untuk perjamuan para pejabat di sana, dan kebetulan direktur utama perusahaan minuman keras ini adalah pamannya si Tuul. Gua bilang ke Tuul “I have stopped drinking hard liquor”. Tuul bilang “no problem, just keep it in your home as decorative, the bottle looks very nice”. Tak lama setelah itu setelah siap Tuul kemudian bilang ke gua “come Huslen, bring me out for dinner”.  Saat itu jam dinding menunjukkan pukul 8 malam.

Tuul - PenulisHidupku.Com - 2

Gua membawa Tuul ke sebuah Pizzaria di dekat Clarke Quay yang memiliki suasana sedikit romantis dan ambience remang – remang. Kita memesan 2 loyang pizza besar, apple juice, dan satu jug bir. Sambil menunggu makanan tiba, Tuul menjelaskan tujuan dia datang ke Singapura, yang adalah untuk urusan bisnis. Agenda utamanya adalah besok pagi dia akan menanda tangani beberapa dokumen penting. Setelah itu dia mau shopping dan bakalan minta bantuan gua untuk menemani dia. Sayangnya (atau untungnya bagi gua hehehe) dia hanya akan berada di sini selama 3 hari 2 malam. Jadi hari Sabtu malam dia sudah harus kembali ke Mongolia dengan transit via Hong Kong. Kita kemudian berbicara mengenai kabar dede gua, dan gua bersyukur dia sekeluarga baik – baik saja di Ulan Baatar. Tuul bilang “actually I wanted to tell you about what kind of person she really like (about bad drinking habit). But it was difficult… she is my best friend you know. I can not sabotage her. And sorry you have to find it out the hard way”. Gua bilang ke Tuul “never mind. It is already the past. And all things happen for my good” sambil tersenyum. Lalu gua menceritakan kepada Tuul bahwa sekarang gua juga ada jualan emas batangan, dan tampon di sela – sela kesibukan kantor. Tuul juga sekarang sedang antusias dengan jual beli perhiasan. Dia meminta gua bantuan untuk mencari peternakan mutiara di Indonesia, karena dia ingin mengimpornya ke Mongolia. Setahu gua di Lombok ada peternakan mutiara yang besar… nanti gua akan tanyakan kepada temen – temen bisnis mungkin ada yang punya lobangnya.

Tuul kemudian menanyakan apakah gua sudah punya pacar baru, dan gua cuma menggeleng – geleng kepala sambil tersenyum. Gua kemudian menceritakan kepada Tuul mengenai pengalaman gua sama Naara, dimana gua bantuin dia cuci baju. Tuul berkata “I never meet her. But I think she is not a good girl… please don’t meet her again”. Untuk itu Tuul membuat gua berjanji jari kelingking (pinky promise) supaya jangan berhubungan lagi dengan Naara. Bagi orang Mongolia pinky promise itu sebenernya sama dengan sumpah (swear… serius sungguhan :-)). Dia juga menasehati gua berkali – kali supaya jangan gampang diperdaya sama wanita, karena banyak wanita jaman sekarang ini hatinya tidak tulus dan ada agenda yang tersembunyi. Gua menghargai semua masukan dari Tuul dan gua akan ikuti saran – saran darinya. Kemudian kita beralih topik ke masalah tunangannya Tuul. Dia bilang “my vionce is not romantic at all, and what he always thinks about work. But his work is all very secretive… he is like a James Bond. I hope he is more like you, who has time to accompany and talk to me like this. You know to women… money is not number one, but attention is number one. Maybe we should have affair here in Singapore (dengan nada bercanda) “. “Sure… lets do that… if you want to see me die early… anyway your vionce is only a James Bond right ?” jawab gua :-). “But seriously, if you need my help. I can talk to your vionce and give him some tips how to treasure an angel like you”. Tuul tersenyum dan berkata “you are so sweet”.

Me and my twin - Handy Tirta Saputra - PenulisHidupku.Com - 1Sebenarnya dulu dede (ex-pacar) gua pernah bilang bahwa dia curiga Tuul ada feeling sama gua, cuma yah gua gak gitu perhatiin aja, lagian gua gak mau bikin dede (saat itu) merasa jealous dan terancam posisinya. Waktu tanggal 1 April (April fools day) si dede kerjain Tuul dengan kasih ke dia foto diri gua yang berdua berbarengan, sekan – akan gua ini punya saudara kembar. Tuul kemudian menanyakan apakah kembaran gua itu masih single… dan dede bilang iya hehehe. Si Tuul kemudian minta dikenalin dan dijodohkan… dan dari situ si dede makin yakin mengenai feeling Tuul sebenernya. Suatu saat waktu dede galau dan mabuk di Singapur, dia bilang ke gua “you better marry my best friend (Tuul)… she likes you… I am not good for you… you want ?”. Gua mencoba sensitif… kalau my dede dalam keadaan galau seperti itu, walaupun dia lagi mabuk gua akan memeluk dia dan mencoba membuat dia merasa aman bahwa gua gak akan kemana – mana maupun mikirin wanita lain. Dari dede juga, si Tuul tahu banyak soal diri gua termasuk kebiasaan buruk gua hehehe. Maklumlah dia suka menginap di rumah dede di Mongolia.

Tuul bilang ke gua “your ex GF’s family before give you gift right ?”. Gua bilang “Yup. Her mother gave me silver Mongolian bowl (to drink soup) and her elder brother gave me Genghis Khan wallet”. Tuul bilang “for a mother to give someone a silver bowl in Mongolia is very serious… you must be very very good person in her eyes.” Gua kemudian bilang ke dia “my ex GF’s mother still calls me ‘my son’ you know… even though I am no longer her daughter’s BF.” “You should visit her family when you come to Mongolia one day” tambah Tuul. “Yes, I will” balas gua. Tuul terus kasih tau ke gua “oh yeah… my parents and I will come to Singapore next September. They want to buy apartment here and we will be here for 2 weeks. I want you to meet my parents and accompany us. Maybe they will like you and ask me to marry you instead hahaha”. “Sure… I will do that just because I want another silver bowl hahaha.” kata gua.

Tuul juga ngajak gua untuk kembali ke Jerman pada bulan November 2013 ini dan tinggal bareng bersama dia selama 2 bulan di sana selama winter.

Tuul: “my parents have a house in Munich… you can stay there with me. We can rent a car and I will bring you around to many places just two of us.”.

Gua: “yeah… your BF will torture and kill me after that”.

Tuul: “don’t worry.. anyway in Germany you and I will only sleep together. what is wrong with that ? hahaha. anyway I can always dump him before we go to Germany together”

Gua: “hahaha… you are wicked, my friend”

Tuul: “Actually I had some fantasy about you before”

Gua: “really ? what kind of fantasy ?”

Tuul: “make a guess… LAH (mengikuti gaya orang Singapur)”

Gua: “I become your teddy bear ? :-)”

Tuul: “hahaha… yeah quite close. Before I wish I have a BF like you. Your ex GF was not easy to handle, but you were very nice to her. She always tells me that you are always special in her heart even until now you know. If you are my BF I  will treat you better than her. I know I will also feel more secure with guy like you who is more mature (older) than me and more experienced. You are also funny… and can make me laugh.”

Gua: (tersenyum – senyum dengan GR-nya). “Well there is a saying your neigbour’s grass always looks greener than yours. In reality I am full with flaws”

Es Krim Turki di Clarke Quay - PenulisHidupku.Com - 1

Setelah itu gua ngajak Tuul ke Clarke Quay untuk menikmati es krim Turki. Sambil mengobrol – ngobrol, dia bilang ke gua “tomorrow after signing paper, I want to hunt for leather jacket in Orchard Road… you must accompany me… I insist ok”. Jadi besok siang gua akan menemani Tuul lagi. Setelah dari Clarke Quay gua antarin dia kembali ke hotel Novotel dan dia berkata ke gua “Thank you. I will see you again tomorrow my friend” sambil memberikan sebuah “friendly hug”. Gua pun berjalan menuju ke rumah sambil setengah mengantuk. Seperti apakah besok saat gua menemani Tuul ? Gua sendiri juga penasaran hehehe. Time for me to sleep now… good nite and God bless.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 22 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *