Diary 23 Feb 2013 – Menemani Tuul – Hari Ketiga (Terakhir)

Teman Baik Antara Cowok dan Cewek - PenulisHidupku.Com - 1

Pagi ini gua bangun rada telat, yakni jam 9 pagi… well namanya juga weekend hehehe. Kemudian gua beres – beres bentar, berdoa, dan kemudian berangkat menuju hotel Novotel untuk bertemu dengan Tuul. Sesampai di sana, Tuul sudah bangun… namun belum mandi. Bajunya aja masih sama dengan yang semalam hehehe. Kemudian sambil nungguin dia mandi, gua nonton TV di kamar dia sambil bermain iPad. Busyet deh ini cewek mandinya lama bener… hampir 45 menit… boros air tuh hehehe. Setelah selesai mandi, dan dandan sebentar, kita berdua kemudian berangkat ke Orchard untuk branch (breakfast lunch). Dalam perjalanan menuju ke sana menggunakan taxi, tiba – tiba Tuul bilang “sorry for yesterday”. Gua langsung nangkap maksud dia apa, dan sambil tersenyum gua bilang “no worries”.

Gua ajak dia makan ayam penyet di Lucky Plaza dan setelah itu dia beli sedikit oleh – oleh untuk diberikan kepada beberapa temannya di Mongolia. Gua bilang ke Tuul bahwa jam 2 – 3 siang gua bakalan ada janji dengan beberapa teman Full Gospel (ko Yudi dan bro Wily) untuk mengunjungi sebuah restoran di Pickering Street, untuk persiapan outreach meeting FGBMFI bulan Maret nanti. Tuul bilang ke gua “no worry, just bring me back to my hotel, and I will wait for you there. But please come back to me ok.” Jam 2 pm – 3.30 pm (yup, kelewatan 30 menit), gua sama ko Yudi dan Wily di Central Clarke Quay, gak jauh dari hotelnya Tuul. Setelah selesai gua pun kembali lagi menemani Tuul.

Sesampai di hotel, Tuul tiba – tiba bilang “Huslen… I want to buy smart TV 40 inch for my cousin as birthday gift”. Kebetulan Liang Court ada tempat jual alat – alat elektronik di lantai atasnya, dan gua pun membawa Tuul ke sana. Gua sarankan dia untuk membeli Samsung Smart TV karena di Jakarta papi mami juga pakai merk yang sama, dan kualitasnya terbukti bagus. Tuul menurut saja, dan lucunya kita berada di toko elektronik itu kurang dari 15 menit… coba kalau itu toko pakaian wanita… 4 jam juga gak beres – beres kali hehehe. Setelah itu kita pergi ke restoran Korea dan saling berbincang – bincang. Tuul banyak cerita kembali mengenai keluh kesahnya akan tunangan dia. Gua sendiri merasa perihatin tapi tetap menyadari bahwa gua gak bisa bantu banyak sebatas teman.

Ternyata bantuan terbesar yang bisa gua berikan kepada Tuul adalah sekedar mendengarkan dia curhat. “I really believe you, and I will tell you more about our problem” demikian tambah Tuul. Semakin kita larut dalam pembicaraan semakin dalam juga permasalahan yang diungkapkan. Dan entah gimana di dalam hati gua merasa bahwa the worst is still not revealed (yang terburuk masih belum diungkapkan). Gua banyak mengangguk dan sedikit bicara. Otak gua berputar, dan hati gua bergetar… saat Tuul berbicara dengan emosional dan mulai meneteskan air mata. Selain permasalahan dengan tunangan, dia juga menceritakan dengan gamblang permasalahan keluarganya. Terlalu sensitif diceritakan di sini… tetapi untuk keluarga Tuul yang terbilang kaya di Mongolia saja, tetap punya masalah yang besar.

Setiap orang baik kaya maupun miskin punya masalah. Namun siang itu di hadapan Tuul, baru gua menyadari bahwa ternyata uang dan posisi yang tinggi tidak menjamin kita bisa menghadapi masalah dengan kuat. Kita hanya bisa kuat jika kita punya pegangan kepada Tuhan, dan kira – kira itulah masukan gua kepada Tuul agar dia mulai mencari siapa Tuhan yang memberikan dia kehidupan dan mulai belajar bersyukur atas apa yang ia terima. Selesai makan siang kita pun kembali lagi ke kamar hotel dan Tuul curhat apa adanya. Bahkan klimaksnya pun akhirnya keluar… suatu bagian kelam… pengalaman hitam dari hidup Tuul yang sangat menyedihkan. Saat itu gua merasa sedih dan bener – bener berempati sama dia.

Tangan Sang Penjunan - PenulisHidupku.Com - 1Saat itu gua melihat Tuul seakan – akan menelanjangi dirinya… bahkan sampai kotoran – kotoran dia pun dia tunjukkan. Dan dalam hati gua cuma bisa berdoa agar Tuhan sendiri yang membimbing dia agar bisa dipulihkan sepenuhnya. Saat itu juga gua merasa bahwa ada suatu rasa syukur yang besar di dalam diri gua… karena gua gak harus mengalami seperti apa yang Tuul lalui. Saat itu gua bisa bilang ke Tuhan walaupun gua sempat melalui masa tidak enak, namun gua tau tangan Tuhan adalah tangan sang penjunan yang merubah gua dari tanah liat kotor menjadi sebuah vas yang indah. Setelah pukul 10 malam gua pun mengantarkan Tuul ke Changi airport terminal 1. Dia akan transit di Hong Kong menggunakan Cathay Pacific dan lanjut ke Ulan Baatar menggunakan Mongolian Air.

Aston Steak - PenulisHidupku.Com - 2

Sesampai di airport, ternyata Tuul over weight barang luggage-nya sebanyak 25 kilogram, dan harus bayar sekitar 300-an sing dollar sebagai penalti. Setelah semua urusan check in beres, kita baru sadar bahwa kita berdua belum makan malam. Saat itu sudah pukul 11 lewat 5 menit, dan puji Tuhan Aston masih buka. Kita duduk berdua sambil menikmati steak, dan berbincang – bincang. Tuul mengucapkan beberapa kalimat yang membuat gua terharu “thank you Huslen… now I really know who you are. Before your GF told me about you. But now my eye really see who you are. I believe and trust you. I really hope that life is very kind to you and may you find the special woman that can make you happy. If your effort fail, don’t be discouraged… please find me, and I will always be there for you”. Tuul juga bilang minggu depan dia akan ambil kunci apartment karena dia baru beli unit baru di Ulan Baatar. Di usia 24 tahun… dia sudah punya 3 apartment atas namanya sendiri… hmmm not bad ya.

Tuul - PenulisHidupku.Com - 4Selesai dinner, kita berdua jalan – jalan sebentar. Tuul merangkul tangan gua dan kita berjalan sambil tersenyum – senyum penuh canda kecil… sampai di depan pintu menuju imigrasi. Tuul bilang ke gua “Suddenly I don’t feel want to go back home.”. “I will see you again in early April 2013 ?” balas gua. “Yes, you will… my friend. Thank you so much for your help and I promise will come back”… (sambil membuat pinky promise). Dia kemudian memeluk gua dan mencium kedua pipi gua. Gua juga mencium pipi kirinya Tuul… my first time (seriously now I think about it… I don’t know why I did it hehehe). Sambil menatap dia melalui viewing mall… gua merasa lega bahwa akhirnya tugas menemani teman – teman yang datang liburan ke Singapura secara resmi berakhir. Gua belajar banyak mengenai hidup orang lain dan juga mengenai diri gua sendiri. Itulah kehebatan Tuhan, yang begitu kreatif dan luar biasa. Terpujilah namaNya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 23 Feb 2013.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *