Diary 12 Maret 2013 – Karya Terbesar

Karya Terbesar - PenulisHidupku.Com - 1

Hari ini sempat terjadi beberapa hal yang membuat gua merasa bersalah dan kecewa dengan diri sendiri. Namun puji Tuhan, oleh karena kasih karuniaNya semata, sore ini gua bisa hadir dalam pertemuan Full Gospel Business Men Fellowship International (FGBMFI) di rumahnya ko Suherman. Walaupun hanya dihadiri oleh 3 orang, jauh lebih sedikit dari biasanya, gua yakin percaya bahwa tidak ada satu hal pun yang sia – sia, dan Tuhan sudah merancangkan ini semua untuk kebaikan kita semua. Sambil makan malam di dapur, ko Suherman dan brother Frado sharing mengenai pengalaman mereka, dan ada beberapa point yang sangat memberkati gua. Yang paling kena buat gua adalah statement ini “God goodness brings repentance… not the other way around (kebaikan Tuhanlah yang membuat seseorang bertobat… bukan sebaliknya dimana kita bertobat dulu baru mendatangkan kebaikan Tuhan)”. Segala sesuatu dimulai oleh Allah dan Dia adalah Tuhan yang amat sangat baik.

Sepulang dari pertemuan Full Gospel… ada sesuatu yang lain di hati. Gua semakin sadar bahwa gua gak perlu mengandalkan kekuatan manusia gua yang terbatas untuk mati – matian menyenangkan hati Tuhan. Semuanya benar – benar oleh kasih karuniaNya. Entah gimana… semakin gua merenungkan ini… serasa beban yang gua miliki tiba – tiba terlepas. Ada kelegaan di hati, dan juga keyakinan yang mengatakan bahwa “Tiada Yang Sepenting Allah Pada Saat Ini dan aku mengasihi Dia”. Sambil berjalan pulang gua tekadkan bahwa malam ini gua akan menghentikan berbagai aktifitas lainnya baik itu persiapan pekerjaan kantor, ngedit foto ini itu, dan lain – lainnya. Walau pun pekerjaan itu semua adalah penting, namun Tuhan lebih penting dari segalanya, dan gua mau berfellowship denganNya.

Mimisan - Handy Tirta Saputra - PenulisHidupku.Com - 1Sesampai di rumah… ketika duduk di depan komputer dan mulai menyalakan lagu rohani, tiba – tiba hidung gua mulai mimisan lagi. Sudah 4 hari berturut – turut gua mimisan, dan kali ini mimisan gua cukup banyak. Memang sejak kecil gua suka mimisan, jadi gua gak perlu panik dan segala macam penanganan gua sudah tahu. Namun kali ini mimisan gua tidak berhenti dengan cepat… sehingga gua harus melarikan diri ke kamar mandi, dan membasahi kepala gua dengan air dingin menggunakan pancuran. Darah terus menetes dengan derasnya… namun di hati gua ada damai sejahtera. Gua kemudian berlutut dan berdoa “doa bapa kami” sambil terus diguyur oleh air dari pancuran bercampur darah merah dari hidung. Ketika gua berdoa… serasa ada yang menyelubungi gua… dan entah gimana gua tahu bahwa Tuhan hadir di dalam kamar mandi itu.

Mimisan - Handy Tirta Saputra - PenulisHidupku.Com - 1Gua kemudian berpikir… “Tuhan ada di sini… mungkin mimisan gua akan segera berhenti”. Namun tidaklah demikian, setelah gua berdoa, mimisan gua masih saja menetes dengan derasnya… bahkan setelah hampir 20 menit di bawah pancuran pun masih belum berhenti juga mimisan itu. Gua kemudian menaikan ucapan syukur dan ada rasa damai di hati yang sulit gua ceritakan sekarang. Karena mimisan gua gak berhenti – henti dan badan gua rada kedinginan… gua pun mematikan pancuran di atas kepala gua. Gua kemudian memperhatikan tetesan darah jatuh ke lantai yang sedikit basah dan tergenang air. Setiap kali tetesan darah itu jatuh ke lantai… warna merahnya langsung buyar seperti tinta merah masuk ke air.

Sambil memperhatikan efek darah buyar tersebut, gua berbisik kepada Tuhan “Tuhan… ini indah sekali…”. Bahkan gua sempat berpikir seandainya kamera gua ada di kamar mandi saat itu, gua pasti akan foto berbagai corak merah dari darah gua yang menetes ke lantai. Tiba – tiba… Tuhan berkata dengan jelasnya kepada gua “begitu pula dengan pengorbananKu di atas kayu salib. Itu adalah KARYA TERBESARKU… dan YANG TERINDAH“. Saat itu gua sadar… bahwa kebaikan Tuhan memang tiada taranya. Itu sebabnya Dia tidak menghancurkan dunia ini walaupun sudah terkontaminasi oleh dosa, dan memilih berkorban di atas kayu salib… karena itu adalah kesempatan untuk melahirkan KARYA TERBESARNYA. Kayu salib, jubah terkoyak, mahkota duri, paku besi, air, anggur asam, darah, dan tubuh yang remuk… adalah media dari sebuah KARYA TERINDAH yang tidak tertandingi dari dahulu sampai selama – lamanya. Sebuah Magnum Opus tertinggi, dan termulia.

Gua kemudian menyanyikan reff lagu KARYA TERBESAR. Dan ajaib… tiba – tiba mimisan gua langsung mengering. Bukan berangsur – angsur kering… tapi LANGSUNG KERING… SAAT ITU JUGA… seperti keran yang ditutup. Gua korek hidung gua… tidak ada darah sama sekali. Gua terus renungkan… bahwa bersama dengan Tuhan kita bisa hidup tanpa beban. Yesus berkata bahwa kukNya ringan… dan gua semakin percaya itu. Kita bisa hidup tanpa tuduhan… kita bisa hidup berkemenangan… itu semua karena kasihNya kepada kita. Tak perduli seberapa jeleknya hidup yang pernah kita lalui… Tuhan kita tidak pernah menuduh atau merendahkan kita… sama seperti wanita yang kedapatan berzinah… kita tetap sangat berharga di mataNya. Mari hari ini kita renungkan bahwa kehadiran Yesus adalah sungguh – sungguh kabar baik yang sejati. Dia membawa kita keluar dari kutuk Taurat ke dalam kehidupan yang penuh dengan kasih karunia Allah yang tidak pernah habis dan berkesudahan.

Tuhan Yesus Kristus Di Atas Kayu Salib - PenulisHidupku.Com - 1


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 13 Maret 2013.
Terima kasih kepada Sari + Sammy Simorangkir, gerejaonline, dan YouTube atas musiknya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

3 thoughts on “Diary 12 Maret 2013 – Karya Terbesar

  1. Satu teguran halus dari Bapak. mengapa kamu abaikan pertemuan dengan Bpk. Pendeta yang memang kamu sudah jadwalkan dalam agenda harian kamu tgl 11 maret 2013.

    • gak ada hubungannya dengan hal itu. Gak ketemu dengan pendeta itu gak dosa. Mimisan adalah konsekuensi yg lain, lagipula sudah 4 hari ini mimisan. pendeta itu bukan Tuhan… dan di mata saya mereka cuma orang biasa. jadi gak perlu heboh – heboh sama mereka. justru banyak orang lebih hormat sama pendeta lebih daripada sama Tuhan sendiri. yg pasti saya tetap minta maaf ke para bpk oendeta gak bisa ketemu dgn mereka.

      ini adalah hal yg menarik buat introspeksi mama dan para pembaca lainnya… bahwa kerap kali kita menghakimi orang lain ketika orang tersebut mengalami sesuatu yg gak enak. oh dia kena ini… pasti gara2 ini itu… dan tanpa sadar itu adalah suatu bentuk penghakiman :-).

      tapi saya gak mau fokus ke sana… terserah deh orang lain mau bilang apa… belum tentu juga hidup mereka lebih berkenan di hadirat Tuhan. yg penting saya sendiri gak mau ikut menghakimi orang lain dan semoga orang lain juga bisa belajar bahwa menghakimi itu tidak selamanya menguntungkan diri sendiri. siapa menghakimi maka dia juga akan dihakimi… suatu sistem tabur tuai yang selalu benar dan nyata.

      sekarang fokusnya saya cuma kembali lagi kepada kasih Bapa di surga. Dia sangat baik dan tidak pernah menghakimi saya seenaknya walaupun Dia bisa kalau mau 🙂 Terpujilah namaNya 🙂

  2. Korekin idunk nya jgn lama lama nanti jd menjurus sejurusan ama ngipul alias ngup** . Hmmm …… Gw slalu ngerasa uda bnyk dosa jd hrs bener ner tobat dulu baru God mau dekatin gw:) tp loe tulis god slalu di dekat kita ….. Kinda relief to know that ….. He waits while we r wondering …. Sweet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *