Tersenyum Di Tengah Badai

Badai Kehidupan - PenulisHidupku.Com - 2

Hidup adalah suatu anugerah yang luar biasa. Suka dan duka datang silih berganti, memberikan seribu satu warna dan rasa. Mudah bagiku untuk menghadapi masa – masa indah yang penuh dengan kemenangan dan suka cita. Namun mampukah aku menghadapi hari – hari suram yang seringkali datang menyapa tanpa diundang ? Di dalamnya terdapat kesusahan yang begitu mencekik dan menghimpit, sehingga serasa nafas kehidupan tersedot keluar meninggalkan ragaku. Walau demikian aku berseru kepada jiwaku bahwa sekalipun badai kehidupan menggoncang tanpa akhir, Tuhan Allahku tetap memegang kendali. Ia tidak akan mengijinkan datangnya penderitaan yang melewati kemampuanku. Bahkan Ia tidak akan  pernah berlambat – lambat datang untuk menyelamatkan ketika aku berseru kepadaNya memohon pertolongan. Itu semua karena Tuhan Allahku adalah sumber KASIH, dimana semua bentuk kasih yang aku kenal berasal daripadaNya.

Jauh sebelum aku dilahirkan, ketika masih di dalam kandungan bunda Dia telah memanggil namaku, dan membisikkan tujuan hidupku. Di dalam dunia ini aku belajar memandang ke atas untuk semakin mengenal diri Tuhanku, sambil pula melihat ke bawah untuk membentuk karakter yang tertanam di dalam diri. Di dalam diri Tuhan aku menemukan kepenuhan kasih yang tidak terbatas, dan tidak dapat ditakar. Luas dan dalamnya alam semesta dapat diukur, namun kasih Tuhan kepada ciptaanNya tidak berujung, dan tidak pernah ketemu dasarnya. Karena panjang sabarNya, Dia mengundang segenap umat manusia untuk datang mendekat kepadaNya. Dan setiap kali aku mendekat dan melekatkan hatiku kepadaNya, aku BERTAMBAH MENGERTI SEDIKIT LEBIH BANYAK mengenai kasihNya yang maha ajaib. Secara perlahan namun pasti, aku merasakan perubahan di dalam hati maupun akal budi, sehingga menjadi semakin serupa dengan perasaan dan pemikiranNya yang begitu mulia.

Namun perubahan karakter di dalam diri perlu diuji. Aku tidak akan mengerti siapa diriku sebenarnya sebelum memasuki masa krisis. Badai kehidupan menghadap diri kepada Tuhan yang agung, dan berkata kepadaNya “dengan seijinMu, hari ini anakmu akan aku uji”. Tuhan memberikan persetujuanNya, dan sang badai masuk ke dalam hidupku untuk mengacau balau. Sesaat aku kehilangan haluan dan pandanganku buyar. Sempat aku tersandung, dan terpuruk. Semakin aku mengandalkan kekuatanku, semakin parah sang badai menghajar diriku. Sampai saatnya dimana aku tidak lagi berdaya, barulah aku teringat akan janjiNya “carilah Aku maka engkau akan menemukanku, berserulah kepadaKu maka Aku akan menjawabmu”. Lalu aku berseru kepadaNya dengan penuh kepasrahan, dan aku mendengar suatu jawaban dariNya “Aku berada di sini bersama engkau. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu… tidak ada satu pun yang bisa memisahkan engkau daripadaKu”.

Perjumpaan dengan Tuhan Allahku memberikanku kekuatan baru dan hikmat untuk melangkah. Aku pun mulai kembali berjalan di dalam ketaatan. Walau demikian… badai sepertinya masih belum reda sedikit pun, namun aku terus berusaha maksimal dan selalu berfokus kepada diriNya. Aku terus terbenam di dalam kasihNya, dan aku menemukan suka cita di dalam RohNya. KasihNya lebih dari cukup bagiku dan mampu menghapuskan segala keraguan yang ada. Di tengah badai yang terus bergelora, aku menemukan kedamaian dan keamanan. Tuhan Allahku turut hadir bersama denganku di tengah badai. Saat aku memandang Ia berada begitu dekat denganku dalam situasi yang kelam itu, aku BISA TERSENYUM DI TENGAH BADAI. Aku tidak perduli dengan masalah dan kesusahanku… aku hanya terus melangkah dalam ketaatan dan menikmati kasihNya.

Setiap kali aku melangkah, imanku diperbesar dan kekuatanku bertambah. Aku mulai berseru kepada diri dan masa depanku “sekalipun badai tidak akan pernah berhenti, aku akan terus mengasihi Tuhan Allahku dengan segenap hidupku”. Saat bahasa hati diucapkan antara pencipta dan ciptaanNya… seluruh dunia terdiam dan semua kekuatan alam semesta tertegun. Tuhan Allahku kemudian berseru dengan agungNya “ujian bagi anak Ku sudah selesai”. Badai pun segera bersujud di hadapanNya, dan berkata “keinginanMu adalah perintah bagiku”. Kemudian ia melepaskan diriku dari cengkraman mautnya sambil perlahan – lahan mengundurkan diri. Tiba – tiba aku merasakan sesuatu yang indah muncul di dalam hati. Rohku SEMAKIN MENGENAL ROHNYA, dan semakin peka dengan suaraNya. Tuhan tersenyum melihatku dan membawa diriku ke hadapan sebuah cermin. “Lihatlah dirimu di dalam cermin” demikian kataNya. Aku pun menurut dan melihat di dalam cermin nampak wujudku sedikit bertambah semakin menyerupai diriNya. Dia berkata dengan lembutnya “engkau berada di dalamKu, dan menjadi semakin serupa denganKu”. Aku hanya mengangguk – angguk sambil terkagum – kagum.

Tuhan kemudian menjelaskan “Aku bisa menggunakan badai kehidupan untuk mendatangkan kebaikan bagimu yang mengasihiku”. Aku pun belajar betapa kecilnya diriku, yang seringkali mengeluh ini dan itu ketika berada di dalam pergumulan. Kini kutahu bahwa badai kehidupan bukan lagi sesuatu yang perlu ditakuti atau dihindari. Bersama dengan bimbingan Roh Allahku aku akan terus mengejar kasihNya dan berjalan di dalam ketaatan. Tuhan Allahku memegang kendali di dalam segala hal dan kuyakin segala sesuatu akan indah pada waktunya. Terpujilah nama Tuhan Allah selama – lamanya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra.
Tidak ada hak cipta. Silahkan disebarluaskan.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

4 thoughts on “Tersenyum Di Tengah Badai

  1. My Beloved Brother, thx so much. Sebenarnya saya pun sedang berada di tengah2 badai yg sy sendiri tidak mengerti. Sy hy melihat rancangan Tuhan yg sangat Besar sehingga membuatku tetap bertahan di tengah badai. Aku pun terus belajar Mengasihi Tanpa syarat. Sekali lg thx so much atas tulisan2mu yg menguatkan n menginspirasi byk org . Lakukan terus apa yg Tuhan perintahkan . . . .

    • Puji Tuhan brother Felix. Memang Tuhan kita itu maha baik. Dia membawa brother ke dalam tingkatan yang lebih tinggi lagi. Setiap dari kita masih dalam proses pembelajaran dan pengenalan akan Allah kita yang maha besar. Bersyukurlah senantiasa, dan mari kita menikmati badai ini bersama denganNya. Badai hari ini adalah sukacita kemenangan kita di masa depan.

      Terima kasih bro atas dorongannya. Semua untuk Dia dan doakan juga agar saya terus menerus belajar mengasihi Dia. Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *