Dasar Dari Sebuah Perdebatan Rohani Dan Cara Berdebat Yang Baik

Perdebatan Rohani - PenulisHidupku.Com - 1Saudaraku yang terkasih pernahkah anda berada di dalam situasi perdebatan masalah doktrin rohani ? Kalau saudara belum pernah, saya yakin cepat atau lambat anda akan mengalaminya. Karena semakin kita mendalami Firman Tuhan, semakin kita mau membicarakan atau pun membahasnya dengan saudara – saudari seiman. Saya pribadi suka sekali melakukan ini dengan teman – teman gereja, anggota Full Gospel Business Men Fellowship International, teman – teman kerja, dan para pembimbing rohani saya. Dalam pembicaraan dengan mereka, seringkali saya mendapatkan bahwa interpretasi yang saya miliki terhadap beberapa bagian dari Firman Allah berbeda jauh bahkan bertolak belakang dengan apa yang kita miliki.

Ada banyak hal yang berbeda misalnya: mana yang benar: trinitas atau modalisme, apakah keselamatan bisa hilang ?, apa dosa turunan benar – benar ada, apakah babtisan percik itu sah, dan sebagainya. Banyak orang demi mempertahankan pendapatnya menggali Alkitab dengan motivasi yang salah. Dalam hal itu mereka sama saja seperti pengacara yang mempelajari dokumen – dokumen untuk menang di ruang pengadilan, dan tidak membangun rohani mereka. Hari ini saya hanya ingin membagikan cara kita melakukan pembahasan atau pun perdebatan yang sehat, yang biasa saya lakukan. Ini bekerja untuk saya, dan semoga juga bermanfaat untuk anda sekalian.

Bagian 1: PESIAPAN

Yang pertama sebelum kita memulai suatu pembahasan atau pun perdebatan, kita harus bertanya kepada diri sendiri dan rekan bicara kita:

1. Mengapa kita harus membahasnya ? Apa tujuan dari pembahasan ini ? Seberapa penting ini ? Apakah yang kita bahas ini mempengaruhi keselamatan kita ? Apakah yang kita bahas ini masih tetap beriman kepada Tuhan Yesus ?

2. Bagaimana kita menggunakan informasi yang akan kita bahas ini sehingga kita bisa meningkatkan kerohanian kita dan bisa semakin menyenangkan Tuhan ?

Kita harus jelas bahwa pembahasan / perdebatan dilakukan bukan untuk membuktikan “gua yang benar”, melainkan agar kita semua yang terlibat di dalamnya bisa semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan bisa semakin termotivasi untuk semakin mengasihiNya serta semakin taat. Kalau kita tidak memiliki tujuan yang benar, saya sarankan agar tidak melakukan perdebatan atau pembahasan :-).

Yang kedua, kita berdoa bersama – sama agar Roh Kudus hadir dan mengajar kita semua. Kalau pun kita dan orang tersebut bisa belajar sesuatu dari pembahasan ini, itu bukan karena kuat gagah dan kepintaran kita sebagai manusia, melainkan oleh pengajaran dari Roh Kudus sendiri yang langsung berbicara kepada roh kita.

Yang ketiga, ingat semua berdasarkan KASIH. Kita tidak perlu terburu – buru, dan harus bersedia sabar mendengarkan rekan bicara dengan hati dan pikiran kita sepenuhnya. Matikanlah handphone saudara supaya pembicaraan tidak terganggu. Bersedia pula untuk tersenyum dan mengangguk tanda setuju ketika ia mengatakan beberpa point yang sepandangan dengan kita. Dan janganlah malu mengatakan “SAYA TIDAK TAHU”. Ingat bahwa rekan bicara kita dapat belajar Firman juga dari SIKAP KITA.

Bagian kedua: PELAKSANAAN

Dalam pembahasan, kita menggunakan pertanyaan yang sopan dan dengan nada bicara yang tenang. Gunakanlah pertanyaan berikut “bagaimana pandangan saudara mengenai …..” Setelah dia selesai memnyampaikannya, kita katakan “hmm, sebuah pandangan yang menarik. bolehkah saya bertanya apa dasar dari pernyataan tersebut (ayat yang mana di Alkitab)”. Setelah dia menjelaskan semuanya, kita berterima kasih atas masukan beliau. Kemudian giliran kita membagikan apa pandangan kita, berdasarkan interpretasi kita, dan juga ayat – ayat pendukungnya. Kita perlu tekankan bahwa argumentasi kita belum tentu benar sepenuhnya. Rekan bicara kita akan bertanya mengenai pandangan kita, dan kita bisa menjawabnya dengan kesaksian hidup kita.

Nah dari pembahasan ini, kita tidak perlu tekankan siapa yang benar dan mana yang salah. Karena saat itu Roh Kudus bekerja, ketika kita mendengarkan rekan kita berbicara, di dalam hati kita belajar mengenai sesuatu dari Roh Kudus. Dan ketika kita berbicara, rekan kita juga mendapatkan sesuatu dari Roh Kudus. Rekan bicara kita mungkin memberikan cara pembahasan yang lain dengan menggunakan penjelasan konteks, perbandingan ayat, dan kesaksian hidup… pokoknya tidak ada batas deh. Walaupun demikian… tetap tidak apa – apa jika pada akhirnya kita tidak bisa sepaham. Dengan perbedaan yang tetap ada dan menyadari emangnya penting banget kita tahu apa yang benar – benar sebenarnya, kita bisa membahas bagaimana kita bisa semakin mengasihi Tuhan dan hidup di dalam ketaatan. Saya berikan contoh:

1. Mengenai pengangkatan (rapture), ada yang bilang itu akan terjadi, ada yang bilang itu tidak akan terjadi. Walaupun masing – masing mempertahankan pendapat, mereka berdua setuju bahwa yang terpenting adalah kita hidup berjaga – jaga.

2. Mengenai apakah alien itu ada atau tidak. Walaupun masing – masing mempertahankan pendapat, pada akhirnya kita berdua setuju bahwa Allah kita sungguh ajaib dan luar biasa, yang menciptakan alam semesta dengan jagad raya yang begitu luasnya.

Marilah kita mengakhiri pembahasan kita dengan suatu hal yang bisa kita setujui dan berguna untuk meningkatkan iman kita. Kemudian jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada rekan bicara dan mengakhiri perjumpaan kita dengan doa. Salinglah mendoakan agar kita berdua bertumbuh menjadi semakin serupa dengan pribadi Yesus Kristus.

Bagian ketiga: MENGAPA BERBEDA PENDAPAT ITU NORMAL ?

1 Korintus 13:12 menuliskan berikut:

Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

Tidak ada satu manusia pun yang hidup di dunia ini yang mengerti Tuhan Allah sepenuhnya. Apa yang kita ketahui mengenai Allah, pribadiNya, kasihNya, dan kebenaranNya semua masihlah samar – samar, sampai suatu saat kita bertatap muka secara langsung dengan pencipta kita di dalam kekekalan dan semuanya baru menjadi jelas (atau semakin jelas) :-). Seorang hamba Tuhan kawakan bernama Billy Graham ketika diwawancarai oleh seorang anak muda mengenai apa yang dia ketahui soal Tuhan, dengan jujurnya mengatakan “anakku, sampai hari ini saya masih mengerti hanya sedikit sekali mengenai Tuhan, dan aku tidak memiliki jawaban dari banyak pertanyaan yang akan engkau tanyakan. aku hanyalah seorang anak petani yang dikasihi oleh Tuhan yang maha besar”.

Seorang hamba Tuhan bernama Paul Washer mengatakan “20 tahun dari sekarang saya akan berpaling kepada hari ini dan mengatakan oh… apa yang saya ketahui mengenai Tuhan saat itu begitu kecilnya. Seandainya saya menghabiskan seluruh kehidupan ini untuk mengenal Tuhan, saya yakin itu tidak akan cukup. Tuhan begitu besar sehingga dibutuhkan kekekalan untuk menyelami pribadiNya yang tak terbatas“. Saya suka dengan pernyataan pendeta Stephen Tong “semakin kita mendalami dan mempelajari Firman Tuhan, semakin kita menyadari tidak banyak mengerti“.

Seorang sahabat saya, Firmansyah, memberikan sebuah ilustrasi yang sangat menarik. Dia berkata usaha manusia menjelaskan Tuhan itu seperti sekelompok orang buta mencoba menjelaskan apa itu gajah. Orang buta yang pertama memegang belalainya dan berkata oh gajah itu panjang seperti ular. Orang buta yang kedua memegang telinganya dan berkata oh gajah itu lebar dan tipis. Orang buta yang ketiga memegang ekornya dan memberikan pernyataan yang lain. Orang – orang buta itu baru bisa mengerti gajah itu seperti apa KETIKA MEREKA SALING BERBAGI INFORMASI, dan BUKAN SALING MENYALAHKAN.

Sama juga seperti dengan masalah doktrin dan keTuhanan. Apa yang kita yakini saat ini belumlah sempurna. Yang terpenting adalah iman kepada Tuhan Yesus, karena Firman Tuhan mengatakan kita dibenarkan oleh karena iman. Tetapi selebih dari itu ada banyak hal yang kurang penting yang seringkali kita suka perdebatkan, dan menimbulkan banyak sakit hati. Marilah kita renungkan bahwa yang mau kita capai setiap hari adalah kita ingin hidup semakin menyenangkan hati Tuhan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan memberkati saudara.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 23 Mar 2013.
Tidak ada hak cipta. Silahkan dikopi dan disebarluaskan.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *