Belajar Mengenai Kasih Dan Melepaskan Kerikil

Kasih Yang Membara - PenulisHidupku.Com - 1

Selain bekerja di sebuah perusahaan Jepang, gua juga memiliki beberapa kerjaan sambilan yang gua kerjakan di luar jam kantor. Salah satunya berhubungan dengan jual beli barang ke Indonesia, dimana gua menjadi agen pembeliannya dan dari setiap transaksi yang terjadi gua mendapatkan komisi sekian persen. Hal ini sudah gua kerjakan selama bertahun – tahun sampai dengan hari ini. Selama beberapa bulan ini terus terang ada ganjalan di hati, ada sesuatu yang kurang beres setiap kali gua bertemu dengan salah satu partner dari Indonesia. Beberapa hari yang lalu gua mendapatkan beberapa bukti serta informasi yang menunjukkan dia melakukan potong jalan (short cut) dengan supplier gua, dan sekarang ini dia juga sedang mendekati perusahaan ekspedisi yang gua pakai. Sampai sekarang (tulisan ini dibuat) gua gak bisa menghubungi supplier gua, yang selama ini memiliki hubungan begitu baik dengan gua. Berkali – kali ditelpon, namun tidak satu pun diangkat.

Beberapa tahun yang lalu seorang saudari seiman pernah memperingati gua, bahwa partner di Indo itu punya latar belakang pernah mencurangi orang lain. Namun gua masih bersedia untuk membantu beliau dengan urusan bisnisnya. Apalagi dari segi rohani itu orang boleh dibilang Kristen banget, bahkan sangat aktif di dalam pelayanan sana sini. Tadi gua bicara dengan partner ini lewat telepon, dan dia mengatakan dia sedang dalam situasi yang sulit saat ini. Komisi gua sudah 4 bulan belum dibayar, dan semakin hari semakin menumpuk. Yang menjadi ganjalan di hati itu yah kok tega banget potong jalan tanpa permisi dulu. Selama ini dari segi service gua dah berikan dia yang terbaik, dan gak pernah hitung – hitungan. Seandainya dia minta potong jalan baik – baik, gua pasti kasih. Tapi dia malah melakukannya di belakang, seakan – akan gua ini lugu kayak anak kecil.

Ketidak Jujuran - PenulisHidupku.Com - 1

Namun gua selalu kembali kepada Tuhan. Walaupun gua bukan orang yang amat sangat baik, kudus, dan suci… gua masih memiliki hubungan dengan Dia. Gua merenung tadi waktu makan malam… apa yang harus gua pelajari. Kemudian entah gimana seakan – akan Roh Kudus membimbing gua. Dia berbisik “partner bisnismu sedang dalam kondisi yang terjepit secara keuangan, sehingga dia melakukan ini semua”. Dari sana gua belajar sesuatu… menjadi orang Kristen baik – baik, bahkan sudah sampai level hampir kayak pendeta bisa kotbah sana – sini… tidak menjamin kita bisa jalan lurus mengikuti ajaran Tuhan. Saat ini partner gua sedang menyimpang dan dia butuh didoakan… oleh gua. Orang sekaliber dia saja yang kekudusannya di atas gua bisa menyimpang ketika dalam posisi terjepit… apalagi orang kayak gua… mungkin gua juga akan jatuh. Dia bisa jatuh… gua bisa jatuh… kita cuma manusia biasa.

Karenanya gua berdoa untuk memaafkan dia… bukan karena gua ini orang baik, namun karena gua belajar untuk memiliki kasih. Cara terbaik untuk menerima / memiliki kasih adalah dengan memberikan kasih. Saat inilah gua belajar bahwa terkadang mengasihi itu bisa menyakitkan. Karena unsur kasih itu tidak mudah dilakukan.

1 Korintus 13:4-6 – “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”

Keputusan gua untuk memaafkan dia bukanlah suatu hal yang besar maupun luar biasa, karena kalau gua membandingkan kasih gua dengan surat Paulus di atas ini… wah gua masih jauh sekali di bawah standard. Namun adalah baik bagi kita semua untuk berfokus kepada kasih. Karena Roh Kudus bisa memakai kasih kita untuk menjamah orang lain dan menyadarkan mereka dari dosa, lalu berbalik kembali kepada Tuhan.

1 Petrus 4:8 – “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa”

Gua juga memperkatakan berkat agar usaha partner bisnis gua ini semakin lancar dan berkembang. Gua bersyukur sudah melakukan hubungan bisnis beberapa tahun dengan orang ini, dan dari hasilnya juga sudah memberkati gua banyak sekali. Sekarang ini dengan dia memotong jalan, kalau dia masih mau lanjut bisnis dengan gua maka akan gua terima dengan senang hati, tetapi kalau dia memutuskan untuk langsung bermain dengan supplier gua, gua dengan rela mengakhiri hubungan bisnis ini, namun tetap berteman. Setidaknya jikalau hal itu terjadi, yang merusak hubungan ini bukanlah dari pihak gua :-).

Kerikil Di Tangan - PenulisHidupku.Com - 1Sambil makan malam di Kopitiam, Roh Kudus berkata “ini semua hanyalah kerikil, dan kamu sedang belajar untuk melepaskannya”. Segala macam berkat yang gua terima dan genggam sekarang ini… masihlah kerikil – kerikil. Tuhan mau memberikan berkat yang lebih besar lagi, dan tangan gua harus melepaskan kerikil – kerikil ini. Mungkin Tuhan mau mengganti kerikil – kerikil ini dengan berlian :-). Dan untuk bisa RELA MELEPASKAN, dibutuhkan sebuah KETAATAN. Untuk bisa taat, dibutuhkan RELASI (HUBUNGAN).

Gua teringat perkataan dari seorang pembimbing rohani gua “walaupun orang lain menutup pintu jalan kita, Tuhan akan membukakan pintu – pintu yang lain. Sekalipun pintu depan, belakang, kiri kanan tertutup, Tuhan masih bisa membukakan atas dan bawah.” Walaupun gua gak tau kedepannya seperti apa… namun gua percaya bahwa Tuhanlah yang menyediakan, dan yang terpenting hubungan gua dengan Dia semakin mantap. Semakin gua mengenal Yesus, semakin sedikit yang gua takuti, dan semakin gua menyadari bahwa segala yang gua perlu ada di dalam diriNya. Terpujilah nama Tuhan selama – lamanya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 25 Maret 2013.
Tidak ada hak cipta. Silahkan dikopi dan disebarluaskan.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

5 thoughts on “Belajar Mengenai Kasih Dan Melepaskan Kerikil

  1. dan tiba2 gw imagine loe yg sambil makan di kopitiam ada lingkaran kuning di atas kepala ente …… sabar yaaa …. gbu always 🙂

      • Handy mama tau kamu mempunyai kasih yang besar,terhadap orang orang yang membutuhkan pertolongan.memang kalau kita ada dalam ajaran Kristus kita harus dapat menerima segala penderitaan,baik itu lahir maupun batin.mama bersyukur kamu mempunyai hati yang mulia setara dengan emas berlian.biarlah orang itu menikam kamu dari belakang,mama percaya mata Tuhan melihat apa yang dia perbuat terhadap kamu,saran mama : maafkan dia dan relakan jika dia tidak mau melunasinya.karena kamu akan mendapat berkat yang berlipat kali ganda mama percaya karena mama pernah mengalami orang itu tidak membayar hutang senilai Rp.12 jutan, waktu itu mama marah dan hampir setiap malam mama bisa terjaga dari tidur hanya memikirkan kapan orang itu akan melunasi hutangmya,hutangnya sudah 1 tahun lebih ,terakhir mama dapat sms dari orang itu bulan oktober tahun lalu,kira-kira jam 3 subuh,dia mengirim berita kalau dia dan isterinya akan berangkat naik haji sekitar jam 6 pagi dan dia mohon doanya dari mama dan dia juga berpesan kalau sepulangnya dari naik haji dia akan melunasi hutangnya,saat itu mama kesel rasanya,kenapa bisa naik haji tapi untuk membayar hutang ke mama dia tidak bisa,saat itu rasanya mama mau mengatakan itu dalam sms,tapi mama balik berubah, malah mama mengatakan jangan dipikirkan soal hutang itu,fokuskan dahulu ibadah naik hajinya,dan dia membalas sms dengan penuh rasa haru,walaupun sampai saat ini orang itu tidak membayar hutangnya, tapi mama merasa hutang itu sudah dilunasi,karena mama mendapat Berkat keuntungan dari omset penjualan mama di toko.benar apa yang kamu katakan kita harus dapat memaafkan orang yang sudah menyakiti hati kita.karena kita tidak dapat menghakimi orang yang bersalah kepada kita,penghakiman hanya “DIA” yang berkuasa untuk mengetuk palu penghakiman.saran mama jangan kamu berbisnis lagi dengan orang itu,bersahabat boleh,malah kamu harus lebih mempererat lagi hubungan persahabatan ,diluar bisnis atau dia minta pertolongan,untuk pengiriman barang atau apaun bentuknya jangan kamu layani lagi.cukup hanya sebagai SAHABAT bukan menjadi HAMBANYA semoga kamu dapat menyimak pesan mama ini, mungkin kita berbeda pendapat, tapi tujuan kita adalah sama memaafkan orang yang sudah menyakiti perasaan kita,mama doakan semoga kamu mendapat berkah yang berkelimpahan,dan percayalah bahwa kamu saat ini juga KAMU SUDAH MENERIMA BERKAT ITU,yaitu kamu tidak usah membayar hutang kamu kemama.terimalah ini sebagai rasa kasih mama kepada kamu AMIN.

  2. Terima kasih atas kesaksiannya. Tetap Taat dalam mengasihi bukan karena situasi tapi karena memiliki IMAN bahwa didalam keadaan yg tidak enak, tertekan, dikhianati, tetap percaya bahwa Tuhan memegang kendali.

    Saya senang baca tulisan2mu…walau jarang komen (pembaca setia ). Keep on writing yah bro! GBU!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *