Berani Jujur – Bagian 1

Berani Jujur - PenulisHidupku.Com - 1

Dalam perjalanan saya sebagai seorang anak Allah, saya sering kali melalukan banyak kesalahan, dan dosa. Ya saya akui saya bukanlah orang yang kudus dalam perkataan, pikiran, dan tingkah laku. Entah kenapa juga dengan segala kekurangan yang MASIH ADA, dan entah sampai kapan AKAN TERUS ADA, tidak sedikit juga orang – orang yang merasa diberkati dengan keberadaan maupun kesaksian hidup saya.

Banyak orang berkata… “Handy… bagaimana mungkin Allah yang kudus mau berada dekat dengan kamu yang hidupnya masih tidak sesuci dan sekudus hamba – hamba Tuhan lainnya”. Jawaban saya kepada mereka begini “pertama… saya bukan hamba Tuhan, melainkan anakNya. Yang kedua… kata siapa Tuhan cuma sayang sama orang yang suci ? Alkitab mengatakan tabib datang untuk orang sakit. Dan sampe hari ini saya masih sakit rohaninya. Saya datang kepada tabib agung saya, dan dengan jujur saya mengutarakan keluhan atas sakit saya. Ya sudah pastilah Dia meresponi dan mau dekat dengan saya, karena Dia mau saya segera sembuh”.

Ada juga seseorang pernah bertanya “apa yang spesial dengan kamu, padahal kamu ini kan orang berdosa… kok Tuhan mau berbicara dengan kamu, saya saja sudah puluhan tahun jadi orang Kristen tidak pernah mendengar suaraNya”. Jawaban saya “tidak ada yang istimewa dengan saya, bahkan kalau mau diukur dosa saya lebih banyak daripada saudara, tetapi saya tahu saya tidak pernah bisa membohongi Bapa saya. Karenanya saya selalu jujur kepadaNya. Masalah Dia marah atau tidak itu bukan urusan saya… tetapi sikap jujur itulah yang saya utamakan. Sesorang tidak bisa merendahkan hati mereka, atau sampai kepada hancur hati… sebelum ia bersedia jujur”.

Tuhan dekat dengan orang yang rendah hati, patah hati, dan remuk jiwanya. Orang – orang seperti ini tidak merasa diri mereka hebat, justru sebaliknya… mereka tahu dan jujur kepadaNya mengenai kondisi mereka saat itu. Mereka merasa tidak berdaya, namun percaya bahwa hanya Allah yang mampu menyelamatkan. Inilah rahasianya… hati Tuhan itu memiliki titik lembutnya, dan untuk menyentuhNya kita perlu BERANI JUJUR… gak perduli apa kata orang lain. Orang lain melihat kulit dan luarnya diri kita, tetapi Allah Bapa melihat sampai kedalaman hati kita yang terdalam.

Terpujilah namaNya 🙂


Tulisan ini ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 8 Oktober 2013.
Silahkan disebarluaskan, tidak ada hak ciptanya. Semua buat kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *