Kesaksian Saya: Taat Walaupun Tidak Sempurna

Penjual Tissue - PenulisHidupku.Com - 12 hari yang lalu waktu saya pulang ke rumah dari kantor, saya melewati seorang kakek yang menjual tissue di dekat rumah saya. Tubuh kakek itu membungkuk, dan dia tidak dapat berbicara dengan jelas. Dia memberikan sandi kepada orang yang lewat bahwa dia menjaual tissue untuk mencari sesuap makanan. Walaupun sang kakek mendekati banyak orang yang berlalu lalang dan menawarkan jualannya, mereka tidak memberikan perhatian kepadanya. Dan jujur… salah satu orang yang cuek dengan kondisi kakek ini adalah saya. Di pikiran saya saat itu hanyalah ingin cepat – cepat sampai di rumah untuk beristirahat karena tubuh ini terasa lelah dan malam harinya ada rencana untuk makan malam dengan 2 orang teman.

Setelah saya melewati kakek tersebut, tiba – tiba ada suara yang jelas yang berkata kepada saya untuk membantunya. Saya tahu itu adalah suara Roh Kudus, dan walaupun jujur rasanya malas banget, saya menurut saja. Saya pun mengambil dompet dan mencari uang kecil… 2 dollar, 5 dollar, atau maksimal 10 dollar deh. Eh ternyata di dompet saya, semuanya adalah pecahan 50 dollar. Saat saya membalik – balik dompet sambil bergumam “masa sih nggak ada duit kecil”, Roh Kudus kemudian berbicara lagi “kasih yang itu”. Dalam hati saya bertanya “50 dollar ?” Dan Roh Kudus menjawab “iya”. Saya pun menurut saja dan memberikan selembar 50 dollar kepada si kakek. Dia terkejut dan mencoba memberikan kembalian menggunakan uang recehan yang ia miliki. Saya bilang kepadanya “tak usah”, dan saya berjalan pergi sambil menggengam 3 bungkus tissue yang saya beli.

Di tengah jalan, saya baru ingat saya lupa bilang ke dia “God bless you”, supaya dia bersyukur kepada Bapa di surga dan memuliakan Dia. Terus terang saya mulai merasa bersalah, dan serasa apa yang saya lakukan itu semua adalah sia – sia. Logika kepala saya pun melanjutkan “50 dollar untuk 3 bungkus tissue… itu adalah tissue termahal yang pernah kamu beli”. Akhir – akhir ini memang saya sedang belajar untuk hidup lebih hemat supaya tabungan saya makin banyak dan bisa beli condominium lebih cepat, dan secara logika buang duit 50 dollar begitu saja serasa tidak selaras dengan tujuan (goal) saya.” Roh Kudus tahu mengenai apa yang saya pikirkan dan rasakan. Dia pun bertanya kepada saya “itu uang milik siapa ?”

Saya menjawabnya “ya milik Bapa di surga”. Dan Dia kemudian melanjutkan “kalau begitu terserah Bapa untuk menggunakannya”. Saya pun diingatkan bahwa terkadang secara logika menuruti kehendak Tuhan itu merugikan kita, tetapi perlu kita sadari bahwa mengikuti kehendakNya itu selalu menguntungkan kerajaan Allah. Nah permasalahannya adalah apakah kita mau menaruh kerajaan Allah di attas kehendak maupun keuntungan kita ? Matius 6:33 berkata carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu. Saya kemudian berkata “tetapi saya tidak mengajak si kakek itu untuk memuliakan Bapa di surga dengan berkata God bless you”. Roh Kudus pun menjawab “Aku melihat sampai kedalaman hatimu, dan tahu motivasimu adalah untuk taat. Janganlah takut, kamu sudah menyenangkanKu”.

Saudara – saudari sekalian, saya gak tahu akhir – akhir ini Tuhan sedang berbicara apa kepada setiap dari kalian. Mungkin Dia meminta suatu perubahan kebiasaan, mungkin memberkati orang lain yang ini dan itu, mungkin Dia mendorong kita untuk lebih berani bersaksi, dan sebagainya. Apa pun itu saya ingin mendorong kalian untuk tetap percaya dan taat kepadaNya. Dan jangan takut… walaupun terkadang di dalam ketaatan tersebut kita belum bisa sempurna… Allah Bapa di surga sudah disenangkan ketika kita dengan tulus mencoba untuk taat kepadaNya.


Tulisan ini ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 9 Oktober 2013.
Silahkan disebarluaskan, tidak ada hak ciptanya. Semua buat kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *