Diary 8 Januari 2013 – Hari Yang Berat

Sepanjang hari ini gua sibuk banget di kantor dan merasa sangat tertekan karena dikejar – kejar oleh banyak orang. Boss gua sedang dirawat di rumah sakit karena demam berdarah, dan sejak tahun kemarin gua sudah merangkap kerjaan beberapa orang. Tergoda rasanya ingin mengajukan berhenti kerja karena situasi kantor bukannya membaik malah bertambah parah.

Karena kepala sudah mumet banget, gua balik ke rumah lebih awal. Di kamar gua berbaring sebentar dan kemudian mendapatkan berita mengejutkan dari mami soal papi.

20140109-140129.jpg

20140109-140236.jpg
Gua langsung berlutut dan membungkuk di lantai meminta Tuhan menyelamatkan jiwa papi karena ini adalah serangan stroke yang kedua. Tuhan berkata kepada gua agar tidak takut. Lalu gua putuskan untuk kembali ke Jakarta segera.

Terlebih dahulu gua ke kantor Estee Lauder karena NRIC gua ketinggalan di sana, dan dalam perjalanan ke airport, gua berusaha sebisa gua untuk mendelegasikan beberapa pekerjaan kantor ke para anak buah.

Puji Tuhan gua bisa mendapatkan tiket di counter AirAsia dengan harga 4 kali lipat dari biasanya untuk 1 way trip. Di boarding room dan pesawat gua banyak merenung. Gua merasa tenang, tapi justru merasa bersalah… gua berkata ke diri gua mestinya sebagai anak gua merasa khawatir. Tiba – tiba Roh Tuhan berkata “dengan kekhawatiranmu apakah masalah akan beres ?” Dia kemudian melanjutkan “kasih ditunjukan dengan perbuatan dan perkataan, bukan dengan kekuatiran”

Di sepanjang perjalanan itu pun gua berbincang – bincang dengan Tuhan mengenai masalah karir, dan lainnya yang membuat gua merasa pesimis dan kuatir. Namun Tuhan dengan kata – kata dan nada suaraNya memberikan kedamain dan kesejukan di hati. Dia berkata “Aku sedang menggenapi janjiKu padamu”. Oh Tuhan… melalui situasi sulit ini yg sukar dimengerti Engkau akan menggenapi janjiMu ? Terjadilah sesuai dengan kehendakMu… aku berserah kepadaMu.

Sampai di Jakarta gua langsung ke Rumah Sakit PIK (Pantai Indah Kapuk). Papi sudah gak bisa dikunjungi karena jam besuk sudah lewat dan dia dirawat di ICU. Gua dan mami nunggu di ruang tunggu dan kita tidur di sana. Gua percaya Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Gua sangat yakin bahwa Tuhan menemani gua… ketika gua memejamkan mata dan pasrah kepadaNya… gua cuma bisa bilang “Bapa”… dan Dia berkata “Aku ada di sini”.

Malam ini gua tidur di ruang tunggu. Gua gak tahu kapan bisa balik ke Singapura lagi karena passport juga masih harus diperpanjang.

20140109-140009.jpg


Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *