Titipan Tuhan Bagi Kita – Oleh Pdt. Johan Lumoindong

Johan Lumoindong - PenulisHidupku.com - 1

Lukas 9:1-6 – Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Ini adalah tugas dan kewajiban bagi kita sebagai anak – anak Tuhan pada akhir jaman untuk memberitakan Injil bukan hanya murid – murid Tuhan yang bersama dengan Yesus 2000 tahun yang lalu. Kita semua dipanggil oleh Tuhan untuk melakukan pekerjaan – pekerjaan yang besar untuk menjadi saksiNya supaya orang mengalami pertobatan dan pemulihan. Kita dilahirkan di dunia ini bukan hanya untuk mencari uang, memperkaya diri, maupun mengejar kesenangan hidup, melainkan untuk menggenapi rencana Tuhan atas diri kita. Rencana yang Tuhan miliki bagi setiap kita adalah sempurna, dan kita masing – masing memiliki panggilan yang berbeda – beda. Ketika kita hidup sesuai dengan panggilan Allah, maka barulah kita merasakan hidup yang terbaik.

Tuhan begitu sayang dengan Indonesia, karena ada banyak anak – anakNya yang perduli dengan keselamatan bangsa ini. Melalui hidup kita, keluarga dan banyak orang lain akan diberkati. Bahkan kemana pun kita pergi kita akan dan harus selalu menjadi berkat. Suatu hari saya berjalan di sebuah mall bersama dengan keluarga saya, dan saya bertemu dengan sebuah keluarga non Kristen. Mereka begitu antusias bertemu dengan saya padahal saya belum pernah berkenalan dengan mereka sebelumnya. Setelah berbincang – bincang sejenak, barulah saya ketahui bahwa keluarga ini suka melihat video kotbah saya melalui YouTube. Sepulang saya dari mall tersebut hati saya penuh dengan sukacita. Sejujurnya sampai hari ini saya tidak pernah upload kotbah saya ke YouTube. Orang – orang seperti saudara – saudarilah yang melakukannya dengan suka cita dan tulus sehingga menjadi berkat bagi banyak orang lain.

Kembali lagi kepada topik utama kita pada hari ini. Apakah yang Tuhan titipkan dalam hidup kita sebagai bekal sehingga kita bisa memenuhi panggilan hidup kita:

1. Tuhan memanggil dan memberikan KUASANYA (authority) kepada kita
Lukas 9:1 – “Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.” Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan Yesus memanggil kedua belas muridNya untuk memberikan tenaga dan kuasa diperlengkapi untuk melayani Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang. Oleh sebab itu biarlah hidup kita dipenuhi dengan kuasaNya sehingga kita merepresentasikan kehadiranNya dan kuasaNya bagi kita. Mintalah kepada Tuhan agar kita bisa merasakan kuasaNya mengalir dalam hidup kita. Bahkan kalau kita bisa hidup sampai detik ini itu pun karena kuasaNya semata.

Seminggu yang lalu saya harus melayani keluar kota bersama dengan istri. Saat itu cuaca begitu buruk, dan sudah ribuan kali saya naik pesawat, baru kali itulah yang paling seram. Pesawat tergoncang – goncang dengan hebat. Dan saat itu saya melihat banyak penumpang lainnya mulai memanjatkan doa sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka masing – masing. Begitu pula dengan saya bersama dengan istri. Dengan jujur saya katakan bahwa sebagai manusia saya merasa ketakutan. Puji Tuhan kami boleh sampai dengan selamat, dan kami boleh melayani dengan baik. Keesokan harinya kami kembali lagi ke Jakarta dengan jalur penerbangan yang sama, dan kali ini cuaca lebih buruk lagi. Goncangan begitu hebat dan sekali lagi saya merasa begitu takut. Tetapi kali ini tiba – tiba Tuhan mengingatkan saya mengenai KUASANYA. Saya berdoa minta kepada Tuhan agar Tuhan menguasai pesawat tersebut, dan di tengah goncangan yang hebat itu saya merasakan penyertaan serta kedamaian dari Tuhan. Kami pun tiba di Jakarta kembali dengan selamat.

Selama kuasa Tuhan ada di dalam hidup kita, maka hidup kita akan mengalami keamanan dalam perlindunganNya.

2. Tuhan memberikan PRIORITAS (priority) dalam hidup kita.
Lukas 9:2 – “Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang”. Tuhan memberikan kebebasan dalam hidup kita untuk memilih setiap bagian dalam aspek hidup kita. Tetapi Tuhan ingin memberikan suatu pandangan hidup bahwa semua yang kita punyai berasal dari Tuhan dan semuanya yang kita miliki karena berkat Tuhan. Tuhan ingin kita bisa menyadari bahwa kita harus memprioritaskan kehidupan kita di dalam melayani Tuhan untuk menggenapi rencana Tuhan di dalam hidup kita.

Saudara, saya menyukai sepak bola. Saat musim piala dunia kemarin ini saya mendukung tim oranye Belanda (karena saya juga ada sedikit darah Belanda). Dalam pertandingan semi final, terjadi perpanjangan waktu 2 kali sampai akhirnya harus adu pinalti. Pertandingan selesai pukul 5.30 pagi, sementara saya harus melayani hari itu di dalam kebaktian pertama pukul 6.30 pagi. Jujur saya serasa mau rebahan sebentar beberapa menit, tetapi puji Tuhan istri saya mencegah saya. Saya pun segera bersiap – siap dan melayani Tuhan sepanjang hari sampai pukul 9 malam. Memang ada saatnya kita bersenang – senang dengan kesukaan kita, tetapi ketika berurusan dengan pekerjaan Tuhan… itu harus menjadi prioritas kita.

Jadilah anak Tuhan yang memiliki prioritas hidup dengan menyenangkan dan memuliakan Tuhan karena untuk itulah Tuhan memanggil kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

3. Tuhan memberikan INTEGRITAS (integrity) dalam hidup kita.
Lukas 9:3-4 – “kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.” Lebih baik kita hidup sederhana tetapi tetap terus menjaga kebenaran, kekudusan, ketaatan daripada kita hidup melimpah tetapi hidup dalam kemunafikan. Milikilah integritas yang murni. Dan jangan kita memakai nama Tuhan untuk kepentingan diri kita sendiri. Jangan pula kita mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain. Lebih baik kita mengalami hidup di dalam tekanan, daripada hidup tanpa kekudusan.

Saya memiliki seorang teman, dan di dalam pelayanan saya dia seringkali memberikan pemberian kepada saya dalam bentuk uang. Dia hanya berkata “ini saya titipkan ke kamu”. Karena dia berkata TITIPKAN, maka saya selalu mencatat jumlah uang yang ia berikan kepada saya. Suatu saat teman saya mengalami kesulitan dana, dan Tuhan berkata kepada saya untuk mengembalikan uang yang telah ia titipkan. Untuk itu saya harus menjual mobil saya dengan nilai harga yang merugi sampai beberapa ratus juta rupiah. Ketika saya berikan kepada teman saya ini, dia sempat menolak karena dia tulus memberikannya kepada saya. Namun setelah saya sampaikan kepada dia bahwa saya paham betul ketulusan dia, dan saya bertindak sesuai dengan pesan dari Tuhan, barulah dia terima.

Marilah kita menjaga hidup kita dengan benar melalui perkataan, pikiran, dan perbuatan kita sehingga dimana pun dan kapan pun kita berada selalu menjadi berkat bagi orang lain.

4. Tuhan memberikan KEMAJUAN (progress) dalam hidup kita.
Lukas 9:5-6 – “Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Tuhan selalu menyertai kita dan Tuhan selalu membela dan ada di pihak kita asal kita tetap hidup di dalam rencanaNya dan kehendakNya. Hidup terus sebagai anak Tuhan yang terus maju progresif menjadi berkat bagi banyak orang. Meskipun saat ini kita dalam kondisi sebagai minoritas, tetapi bersama Tuhan kita bisa menjadi orang – orang yang luar biasa.

Saya ingat beberapa tahun yang lalu ketika saya pertama kali diundang untuk berkotbah di tempat ini. Saat itu komunitasnya masih kecil. Tetapi saat ini saya dengar sudah ada 2 kali kebaktian dalam berbahasa Indonesia, dan 2 kebaktian berbahasa Mandarin. Saya dengar juga pemilik gedung menyediakan tempat parkir yang bisa memuat 100 mobil. Wow… itu semua adalah kemajuan (progresif) yang Tuhan berikan bagi mereka yang rindu dipakai olehNya.

Maju terus dalam Tuhan sebab bersama Tuhan kita melakukan perkara yang besar dan dapat menanggung segala perkara.

Tuhan Yesus memberkati.


Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Allah Bapa, putraNya Yesus Kristus, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bapak pendeta Johan Lumoindong serta GBI PRJ Pluit atas kotbah serta ibadah raya pada tanggal 3 Agustus 2014.
Tempat ibadah: Showroom NISSAN Lantai 3. Jln. Pluit Raya Selatan No. 8A Jakarta Utara. Telp: +62 21 6230 3360.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *